Suara keras bisa merusak telinga dan otak lhoo… (terutama bayi dan anak anak)

Beberapa kali dalam seminggu pasti saja ada suara suara yang mampir di telinga kita kan. Ada banyak jenis suara di sekitar kita. Misalnya ; suara orang berbicara, suara TV, suara alat musik, suara petasan, suara sirine polisi, atau bahkan suara toa dan juga suara loudspeaker yang dipasang dibeberapa tempat untuk tujuan tertentu. Dan masing masing suara itu memiliki ukuran kebisingannya masing masing juga. Dari yang sangat bising sampai yang paling tidak bising.

Untuk diketahui, masing-masing suara yang kita dengarkan mempunyai ukuran yang berbeda, tergantung keras lemahnya bunyi. Bunyi tersebut diukur dalam satuan desibel (dB). Jika suatu suara berukuran 50 dB, maka suara tersebut 10 kali lebih keras dari suara yang berukuran 40 dB dan 100 kali lebih keras dari suara 30 dB.

Tetapi sebenarnya, bunyi apa yang sangat keras, bising dan sering kita dengar?

Dan apa hubungannya dengan pendengaran dan otak kita..?

Mari kita jawab satu persatu dibawah ini.

Tingkat kebisingan suara dapat diukur dengan desibel (dB). Semakin tinggi kebisingan suara, semakin tinggi ukuran desibel, semakin bisa pula kemungkinan suara tersebut bisa merusak telinga Anda. Para ahli menyebutkan bahwa paparan suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus dapat merusak telinga Anda. Jadi, mulai sekarang sebaiknya kecilkan volume TV, radio, dan pemutar musik Anda, serta hindari tempat-tempat yang bising.

Berikut ini merupakan tingkat desibel beberapa suara yang sering kita dengar.

Suara menyakitkan (dari desibel 120 ke atas)

  • 150 dB = suara kembang api yang berada kira-kira 1 meter di dekat anda
  • 140 dB = senjata api, mesin jet, suara loudspeaker maximal kira kira 5 meter didekat anda
  • 120 dB = pesawat jet saat lepas landas, bunyi sirene

Sangat keras sekali (dari desibel 90 ke atas)

  • 110 dB = suara maksimal beberapa MP3 player, gergaji
  • 106 dB = alat pemotong rumput
  • 100 dB = bor tangan, bor pneumatik
  • 90 dB = kereta bawah tanah, sepeda motor

Sangat keras (dari desibel 70 ke atas)

  • 80-90 dB = hair-dryer, blender
  • 70 dB = lalu lintas sangat ramai, vacuum cleaner, alarm jam

Sedang (dari desibel 40 ke atas)

  • 60 dB = percapakan biasa, alat pengering pakaian,alat pencuci piring
  • 50 dB = suara curah hujan sedang
  • 40 dB = kamar yang tenang

Lemah

  • 30 dB = suara bisikan

Salah satu dampak paling buruk dari mendengarkan suara terlalu keras adalah gangguan pendengaran secara permanen, dan ini tidak bisa diperbaiki lagi. Pendengaran Anda bisa rusak karena suara keras dalam waktu singkat, seperti ledakan, atau suara keras yang terus-menerus Anda dengar.

Sebelum Anda mengetahui bagaimana suara dapat merusak telinga Anda, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu bagaimana Anda bisa mendengar suara. Suara yang Anda dengar diterima oleh telinga dalam bentuk gelombang suara. Gelombang suara ini kemudian masuk ke telinga melalui telinga luar menuju ke gendang telinga. Gelombang suara membuat gendang telinga bergetar yang kemudian menuju ke tiga tulang kecil dalam telinga tengah. Selanjutnya, getaran suara memasuki telinga dalam (koklea), di mana terdapat sel-sel rambut yang melapisi ruangan ini. Sel-sel rambut inilah yang akan mengubah getaran suara menjadi sinyal untuk dikirim ke otak untuk diinterpretasikan.

Lalu, bagaimana jika suara yang Anda dengarkan terlalu keras? Suara keras yang Anda dengar akan diterima telinga dalam bentuk gelombang suara. Gelombang suara ini kemudian akan menggetarkan gendang telinga dan dapat mengganggu sistem pendengaran halus. Suara yang terlalu keras juga dapat menyebabkan tulang kecil di telinga tengah bergeser. Selain itu, suara keras yang mencapai telinga dalam (koklea) juga dapat merusak sel-sel rambut yang melapisi koklea. Akibatnya, sel-sel rambut rusak dan tidak dapat mengirim sinyal suara ke otak untuk diinterpretasikan.

Jika Anda sering mendengar suara keras, sel-sel rambut semakin banyak yang rusak dan ini tidak dapat diperbaiki lagi. Hal inilah yang membuat Anda mengalami gangguan pendengaran.

Alex Firth, dkk, telah menjelaskan dalam bukunya, 100 Things to Know About Science, bunyi yang sangat keras dan sangat sering kita dengar.

Bunyi yang mempunyai ukuran terkecil adalah ketika manusia bernapas normal. Suara saat kita bernapas berukuran 10 dB. Lalu, ketika pagi hari, kita juga sering mendengar kicauan burung-burung. Suara burung tersebut berukuran 40 dB.

Saat kita menonton TV, normalnya suara TV tersebut berukuran 70 dB. Suara TV yang kita dengar itu 10 kali lebih keras dibanding dengan suara normal ketika manusia berbicara sehari-hari dengan orang lain. Lalu, sebenarnya suara apa yang paling keras dan sering kita dengar?

Jawabannya adalah suara petasan. Suara petasan yang sering mengagetkan kita, berukuran 1 miliar lebih keras dari suara manusia yang berbicara atau sekitar 150 dB. Hal tersebut berarti suara sirine, alat musik drum, dan suara pesawat militer yang sepertinya sangat keras, ternyata lebih pelan jika dibanding dengan suara petasan.

Suara alat drum yang mungkin membuat kita berdenging, sebenarnya berukuran 100 dB. Sedangkan untuk loudspeaker dengan bass max, berukuran 10.000 kali lebih keras dibanding dengan suara drum, yaitu 140 dB.

Suara yang sangat keras tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan untuk telinga manusia. Gangguan pendengaran akan terjadi apabila intensitas suara bising cukup keras, yaitu lebih besar dari 85 dB. Riset baru mengatakan suara-suara keras seperti sirene mobil pemadam kebakaran atau ambulans bahkan suara keras dari mp3 player bisa merusak otak dan telinga. Sekitar 15 persen orang Amerika antara usia 20-69 tahun kehilangan pendengaran karena terpapar suara-suara yang keras. Para ilmuwan mengetahui suara-suara yang keras bisa merusak sel-sel rambut di telinga yang menerima suara-suara itu.

Riset baru ini mengatakan bahwa kerusakan pendengaran juga bisa berdampak pada kemampuan otak untuk memproses suara menjadi ucapan dan percakapan.Ilmuwan dari University of Texas di Dallas memperdengarkan suara-suara keras yang menyebabkan kerusakan pendengaran ringan dan berat pada tikus.Setelah itu ilmuwan memeriksa bagian-bagian otak tikus yang memproses suara, yang disebut auditory cortex. Pada tikus yang pendengarannya rusak parah kurang dari 1/3 cortex yang menunjukkan reaksi ketika diberi rangsangan. Pada bagian-bagian yang menunjukkan reaksi, reaksinya lebih lambat.

Otak tikus yang mengalami kerusakan pendengaran ringan juga berubah, bereaksi lebih lamban dan memerlukan lebih banyak stimulasi dibandingkan tikus yang fungsi pendengarannya normal.

Ini penting, sebab seperti yang disampaikan para periset dalam jurnal Telinga dan Pendengaran, pendengaran adalah proses yang rumit. Mereka mengatakan mendengar suara hanyalah langkah pertama dari proses syaraf yang sangat rumit, yang digunakan otak untuk mengubah suara itu menjadi ucapan yang bisa dipahami.

Ilmuwan juga menunjukkan jika sel-sel rambut telinga yang rusak tidak akan tumbuh kembali dan kerusakan itu tidak bisa diperbaiki

Selain tidak nyaman didengar, suara bising ternyata memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan, terutama untuk bayi. Sebuah penelitian menunjukkan, suara bising, seperti suara musik yang terlalu kencang dari radio atau televisi, mesin pompa air, mesin cuci di rumah, dan mesin vacuum cleaner, diketahui dapat memengaruhi perkembangan otak anak di bawah usia 2 tahun. Bahkan,  jika dibiarkan selama lebih dari beberapa jam, dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Dilansir dari Daily Mail, menurut neurolog Dr. Jaime Grutzendler, kebisingan yang terdengar terus-menerus lebih dari 10 jam sehari dapat menghentikan pembuluh darah yang terbentuk dalam otak bayi. Dalam  jangka panjang, kebisingan dapat meningkatkan kerentanan bayi terhadap beberapa penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penuaan dini.

Dalam penelitiannya, para peneliti di Yale University menstimulasi tikus-tikus muda dengan suara bising dalam 10 hari, selama 10 jam setiap harinya. Mereka menemukan bahwa stimulasi tersebut mengurangi jumlah pembuluh darah yang terbentuk, dan secara signifikan mengurangi oksigen yang bisa mencapai otak.

“Saat ini, manusia modern, termasuk anak-anak banyak terpapar suara bising yang dihasilkan lingkungan, seperti yang kami perdengarkan pada tikus-tikus tersebut,” ungkap Dr. Grutzendler. Ia melanjutkan, suara-suara itu dimainkan pada level 40 sampai 60 desibel, yaitu volume percakapan normal. “Mereka tidak terdengar terlalu keras, tetapi ternyata membawa efek yang cukup besar,  termasuk terhadap pembentukan pembuluh darah.”

“Suara musik memang menyenangkan, tetapi jika suara ini terdengar terlalu bising dan berulang, hal tersebutlah yang akan menimbulkan efek negatif. Ini dapat menimbulkan situasi stres bagi otak ketika Si Kecil tengah berada dalam masa perkembangan pembuluh darah baru,” lanjut Dr. Grutzendler.

Penemuan ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Namun sebagai orangtua, tak ada salahnya Anda lebih cermat dalam mengantisipasi hal yang mengancam kesehatan bayi Anda dan memantau perkembangannya dengan baik.

Agar diperhatikan untuk Bayi,

Bayi telah mampu merasakan bunyi sejak masih dalam kandungan. Janin mulai peka terhadap rangsang bunyi sejak usia kehamilan 28 minggu, pada usia kehamilan 33 minggu respon terhadap bunyi telah lebih terarah, dan pada usia kehamilan 36 minggu janin sudah dapat menunjukkan respon stres terhadap bunyi keras seperti peningkatan denyut jantung dan gelisah. Bayi yang baru lahir sampai berusia 6 bulan sudah mampu membedakan bunyi satu dengan lainnya, kemudian kemampuan tersebut akan menjadi normal ketika mencapai usia 1 tahun dan terus berkembang menjadi dewasa sejak usia 5 tahun.

Dalam beberapa penelitian, pada saat bayi di dalam kandungan, paparan suara keras yang terus-menerus diketahui dapat menyebabkan bayi yang lahir dengan gangguan pendengaran, bayi lahir cacat, bayi berat lahir rendah, dan bayi lahir prematur. Sementara pada bayi baru lahir, gangguan bising dapat menyebabkan kerusakan struktur alat pendengaran dan mengganggu tumbuh kembang.

Bayi rentan terhadap kerusakan pendengaran akibat suara bising karena tengkorak bayi masih tipis. Paparan suara bising dalam waktu lama atau suara sangat keras yang tiba-tiba dapat merusak komponen telinga bagian dalam, yang bertanggung jawab untuk pendengaran, seperti sel-sel telinga bagian dalam dan saraf-saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Kerusakan pada sel-sel tersebut, meskipun hanya seperempatnya, dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.

Bayi tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari bunyi yang keras atau berbahaya, jadi Ibu sangat berperan untuk memberikan perlindungan dari kerusakan pendengaran si kecil. Memahami bunyi-bunyi yang tidak aman untuk si Buah Hati dapat membantu menjauhkannya dari bahaya, karena kerusakan pendengaran pada si Kecil dapat bersifat permanen, sehingga intervensi sedini mungkin sangat penting.

Bunda dapat membatasi sumber bunyi yang dapat didengar bayi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah membatasi bunyi yang aman bagi bayi adalah tidak melebihi 45 desibel. Sebaiknya bayi diperdengarkan bunyi-bunyian yang nyaman seperti musik pengantar tidur atau suara-suara alam. Hindari membawa si Kecil ke tempat ramai seperti acara musik atau restoran pada tahun pertama usianya. Jauhkan mainan yang bersuara keras atau kecilkan suara mainan. Jika Ibu khawatir si Kecil mungkin mengalami gangguan pendengaran, berkonsultasilah dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

**tulisan diambil dari beberapa sumber

 

Advertisements

Belajar di Aula Jing Si

Hari itu jumat tgl 6 April 2018. Aku, Orion dan Luna ikut melakukan kunjungan ke Yayasan Budha Tzu Chi yang ada di Indonesia, tepatnya di Pantai Indah Kapuk. Perjalanan dari bogor pagi sekali yang membuat anak anak tertidur selama di dalam kendaraan. Sesampainya disana, kami bertemu dengan teman teman penggiat sekolah rumah bersama anak anaknya. Betapa serunya, pertama tama anak anak mengenali teman teman dan sebentar saja mereka sudah saling tersenyum dan bermain bersama di pelataran.

Masuk di lingkungan itu, pertama kali yang dilihat adalah bangunan yang megah sekali. Anak anak sangat kagum pada keindahan dan ketenangan didalamnya setelah masuk ke dalam lingkunga itu. Para ibu dan bapak yang menyambut kami juga sangat lah ramah. Kami diberikan kantung sepatu untuk menyimpan sepatu kami masing masing sebelum masuk ke ruangan ruangan yang akan kami lihat bersama.

Pertama bertemu adalah gedung Jing Si, dan kami masuk kesana dengan ber kaus kaki. Lantainya bersih, dengan relawan yang ramah yang menjelaskan banyak hal tentang apa yang mereka lakukan dengan organisasinya. Selanjutnya kami masuk ke aula, dan kami menemukan patung sapi dan juga cerita tentangnya.

IMG20180406084519

Kisah dibalik kereta lembu putih itu berisi tentang rumah seorangtua yang sedang terbakar, namun anak anaknya masih asyik bermain didalamnya dan tidak mau keluar dari rumah. Untuk membuat mereka keluar dari rumah, maka orangtua ini mengarang cerita dan bercerita pada anak anaknya dengan mengatakan bahwa ada 3 kereta diluar sana yang berisi mainan kesukaan mereka. Dan akhirnya anak anak tersebut mau keluar dari rumah dan mencari kereta yang berisi mainan kesukaan mereka.  Karena orangtua ini sangat menyayangi anak anaknya dan tidak membedakan satu dengan yang lainnya maka mereka diberikan kereta yang besar yaitu kereta lembu putih, yang memuat harta karun yang sangat banyak. Nah selanjutnya ke 3 kereta itu ternyata memiliki arti yaitu 3 ajaran budha, ada kereta kecil, kereta menengah dan kereta besar. Kereta kecil atau kereta domba merujuk pada  Sravakayana, yang berlatih untuk membimbing diri sendiri. Kereta menengah atau kereta rusa merujuk pada Pratekyabuddhayana, yang berlatih membimbing diri sendiri dan saudara, sementara kereta besar atau kereta lembu putih merujuk pada Bodhisattvayana, yang berarti berlatih membimbing diri sendiri dan juga semua makhluk hidup yang lain.

IMG20180406084606

Cerita itu bisa dipahami jika semua orang atau makhluk hidup mau bersatu hati secara harmonis, saling mengasihi dan bergotong royong membantu semua makhuk yang ada disekitarnya.

IMG20180406084939

Kami serius mendengarkan relawan yang menjelaskan beberapa hal mengapa mereka melakuan jalan ini, artinya mereka berada disana. Selain untuk menyebarkan kasih sayang, mereka juga menyebarkan semua kebaikan untuk sesama mereka. Mendorong orang lain untuk berkontribusi baik secara langsung atau tidak langsung, sedikit atau banyak untuk meringankan beban mereka saudara saudara kita.

IMG20180406090204

IMG20180406090210

Kami berkeliling ruangan dari satu tempat ke tempat lain, menemui beberapa hal yang dipaparkan di tembok tembok lorong dimana mereka melakukan kegiatan kemanusiaan dan juga kegiatan kegiatan lain.

IMG20180406091808

IMG20180406092350

IMG20180406095437

Melihat dari dekat miniatur rumah meditasi Master Cheng Yen, pendiri yayasan Budha Tzu Chi. Rumah yang sangat sederhana, namun penuh makna. Yang biasanya digunakan oleh Master untuk bermeditasi dan juga menerima murid muridnya belajar.

IMG20180406100443

IMG20180406100522

Kemudian kami mengunjungi cafe dan toko buku Jing Si. Dimana anak anak melihat banyak buku yang bagus tentang ajaran ajaran master. Namun karena dituliskan dalam tulisan kanji dan berbahasa mandarin, anak anak hanya bisa melihat gambarnya saja dan berusaha mereka reka apa maksud dari cerit aitu. Untunglah tertolong sedirikit dengan bantuan relawan yang menjelaskan maksud dan arti buku buku yang ditunjuk oleh anak anak.

IMG20180406103404

Kami masih berkeliling, tak lupa mampir kesini. DAAI TV, televisi cinta kasih. Saluran televisi dimana menyiarkan tentang ajaran Master Cheng Yen dan menyiarkan kebaikan serta kerja para relawan.

IMG20180406105248

Ketika lapar sudah melanda dan anak anak sudah kelelahan, mereka butuh asupan gizi. Maka berjalanlah kami ke kantin. Disana, semua makanan tidak ada yang mengandung daging. Murni Vegetarian, jadi kam makan dengan makanan vegetarian yang ternyata enak. Dan hampir sama rasanya seperti makanan aslinya.

IMG20180406111609

Selesai makan, anak anak mencuci piring dan gelasnya masing masing lalu meletakkan ditempat yang disediakan.  Pengalaman dan pembelajaran hari ini, membuat anak anak memahami beberapa hal yang berbeda dari pembelajaran di rumah. Mereka belajar mengerti bahwa masih banyak orang lain yang hidup susah dibanding mereka. dan mereka juga belajar untuk mengasihi sesama. Dengan mengucapkan terimakasih dan menerima makanan yang tersedia serta memakannya sampai habis. Mereka belajar menghargai berkah dalam hidup mereka.

IMG20180411092647

Diakhir perjalanan hari ini, anak anak mendapatkan oleh oleh celengan yang nantinya akan didisi oleh mereka untuk membantu orang lain.

 

Whistleblowing System di IIP ?? (aku salah satu korbannya)

Menyambung cerita tentang resignku dari IIP.

Jadi, setelah kejadian debat CoC IIP yang seru itu. Aku dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari WBS IIP beberapa hari setelahnya. Dan lagi lagi, aku yang skeptis dan biasa aja menanggapinya. Aku sudah tahu tentang WBS, dan aku merasa ini pasti sekedar konfirmasi saja. Dan ternyata dugaanku salah. Karena di pembicaraan berikutnya, hasil WBS itupun tidak jelas kemana arahnya. Dan aku sudah malas menanggapi karena membuang waktuku yang pertama, kemudian juga membuang energi percuma untuk menjelaskan kepada orang yang nggak ngerti namun sok tahu dan percaya saja pada pelaporan orang lain tanpa mengklarifikasinya menurutku.  Itu makin membuatku sangat sangat skeptis pada komunitas yang baru kutinggalkan itu.

Mari kita baca rekaman WA nya..  😀 

12/6/17, 14:25 – Ike WBS IIP: Selamat siang mba Ety. Perkenalkan saya Ike, Tim WBS IIP.

Mau mengkonfirmasi, apakah benar mba Ety sempat memutuskan mundur dari IIP?

Boleh tahu kronologisnya mba?

Terima kasih..
12/6/17, 14:28 – Ety Prasetya: maaf mbak, nanti bisa ya.. saya seang rapat.
12/6/17, 14:28 – Ety Prasetya: sedang
12/6/17, 14:28 – Ety Prasetya: belum bisa menjawab panjang.
12/6/17, 14:28 – Ety Prasetya: terimakasih
12/6/17, 14:29 – Ike WBS IIP: Oke mba..kami tunggu waktu luangnya.

Terima kasih atas kerja samanya mba Ety 👍
12/6/17, 14:29 – Ety Prasetya: <Media omitted>
12/6/17, 14:29 – Ety Prasetya: sama sama mbak.. maaf terpencet..
12/6/17, 14:30 – Ike WBS IIP: 👍
12/6/17, 15:13 – Ety Prasetya: <Media omitted>
12/6/17, 17:55 – Ety Prasetya: baik mbak ike. gimana tadi..?
12/6/17, 17:55 – Ety Prasetya: WBS itu apa?
12/6/17, 17:56 – Ety Prasetya: saya abru selesai rapat.
12/6/17, 17:56 – Ety Prasetya: apakah yang akan dibahas dengan saya? kronologisnya, maksudnya gimana?
12/6/17, 17:57 – Ety Prasetya: tapi silahkan memperkenalkan diri dulu. biar saya tahu juga duduk permasalahannya dan jangan tiba tiba ditodong dengan kronologis.
12/6/17, 17:57 – Ety Prasetya: terimakasih
12/7/17, 05:13 – Ike WBS IIP: Saya adalah salah satu tim dari Whistle Blowing System Institut Ibu Profesional.
Informasi tentang WBS ini ada di dalam Code of Conduct IIP.

Mohon maaf, Saya tidak bermaksud menodong mba Ety 😊, saya haya mau mengkonfirmasi “Apakah benar mba Ety sempat ingin mundur dari IIP”?
12/7/17, 05:18 – Ety Prasetya: pertanyaan yang terakhir saya jawab *ya*
12/7/17, 05:18 – Ety Prasetya: jika pertanyaan lanjutannya adalah *mengapa* saya jawab nanti setelah saya sampai kantor ya mbak.
12/7/17, 05:19 – Ety Prasetya: soale panjang.
12/7/17, 05:19 – Ety Prasetya: 😊
12/7/17, 05:19 – Ike WBS IIP: Iya, silakan..
12/7/17, 05:20 – Ike WBS IIP: Saya menunggu untuk alasan ‘mengapa’ ingin mundur dari IIP.
12/7/17, 06:54 – Ety Prasetya: terimakasih sudah menunggu.
12/7/17, 06:55 – Ety Prasetya: pertama saya akan menanyakan terlebih dahulu sbeelum saya jawab *mengapa* milik saya. bolehkah?
12/7/17, 06:56 – Ety Prasetya: pertanyaan saya yang *pertama* adalah mengapa tiba tiba ada tim WBS mempertanyakan alasan keinginan mundur saya dari IIP,
12/7/17, 06:58 – Ety Prasetya: *kedua* setelah saya baca, untuk mendatangkan tim WBS itu harus ada *pelaporan* atau *pengaduan* terhadap teman atau member yang *ternista* atau *tercemar*. nah, saya tidak pernahh melaporkan atau mengadukan. bisakah saya tahu siapa atau alasan apa saya dilaporkan?
12/7/17, 06:59 – Ety Prasetya: sementara itu dulu pertanyaan saya. sebelum saya jawab*mengapa* saya ingin meninggalkan IIP.
12/7/17, 18:22 – Ety Prasetya: berikutnya saya menistakan apa atau mencemari apa? 😊 terimakasih
12/7/17, 18:22 – Ety Prasetya: jika bisa, tolong dibuktikan
12/7/17, 21:31 – Ike WBS IIP: Mohon maaf karena semua informasi yang ada bersifat RAHASIA, tidak untuk disebarluaskan. Kami sangat menghormati pelaporan ataupun pengaduan baik itu apresiasi positif maupun negatif dari siapapun dalam ruang lingkup IIP.

Di sini saya ingin mengkonfirmasi ke mba Ety,
Alangkah lebih baik jika kita fokus kepada pertanyaan yang sudah saya utarakan di atas.

Terima kasih 😊..
12/8/17, 01:56 – Ety Prasetya: saya tidak membutuhkan *nama* siapa yang melaporkan saya. jika itu yang anda maksud.
12/8/17, 02:02 – Ety Prasetya: dan jika anda memang ingin fokus pada pertanyaan anda, namun menjawab demikian *Mohon maaf karena semua informasi yang ada bersifat RAHASIA, tidak untuk disebarluaskan. Kami sangat menghormati pelaporan ataupun pengaduan baik itu apresiasi positif maupun negatif dari siapapun dalam ruang lingkup IIP* dan itu *normatif* berarti anda sebenarnya belum tahu bagaimana tugas dan definisi Whistle Blowing System itu sendiri. Kemudian jika pertanyaan pada saya hanya ingin mengkonfirmasi sebuah *pengaduan* atau pelaporan, anda bisa saja berbicara dengan orang orang disekitar pelapor, atau misalnya pada koordinator kotanhyakah, atau pada teman sekelasanya, minimal dengan beberapa orang yang memang dengan pandangan objectif bisa dimintai keterangannya. Supaya anda tidak terjebak pada informasi yang hanya sepihak.
12/8/17, 02:05 – Ety Prasetya: Saya andaikan jika anda dilaporkan kepada yang berwenang oleh seseorang atas tindakan yang anda tidak ketahui dasarnya, kira kira bisakah anda menjawab pertanyaan dan fokus padanya..?
12/8/17, 02:21 – Ety Prasetya: <Media omitted>
12/8/17, 02:23 – Ety Prasetya: anda cukup menjawab *ada* jika pelaporan ini *memiliki* bukti. untuk pertanyaan saya yang *kedua* tadi.
12/8/17, 02:28 – Ety Prasetya: ini jawaban saya kepada koordinator kota dan berlaku sama untuk semua yang menanyakan mengapa saya akan mundur.
12/8/17, 02:28 – Ety Prasetya: <Media omitted>

12/8/17, 02:59 – Ety Prasetya: itu yang screenshoot buram ..
12/8/17, 02:59 – Ety Prasetya: <Media omitted>
12/8/17, 03:00 – Ety Prasetya: <Media omitted>
12/8/17, 03:01 – Ety Prasetya: sudah ya mbak.. silahkan anda cermati kronologis diatas, nanti kalau datanya masih kurang dari saya, boleh menghubungi saya lagi. terimakasihh dan selamat pagi.
12/8/17, 08:17 – Ety Prasetya: <Media omitted>
12/8/17, 08:17 – Ety Prasetya: yang terhapus diatas. karena proses pengiriman belum selesai.
12/8/17, 11:56 – Ike WBS IIP: Oke terima mba..
Kemudian apakah mba Ety sudah jadi left grup atau masih tetap di WAG komunitas?
12/8/17, 11:56 – Ike WBS IIP: Oke terima kasih mba..
Kemudian apakah mba Ety sudah jadi left grup atau masih tetap di WAG komunitas?
12/8/17, 11:59 – Ety Prasetya: sama sama. saya dimasukkan kembali ke WAG kota oleh admin kota dan saya tetap ingin left group.
12/8/17, 12:00 – Ety Prasetya: itu menjadi pengalaman saya yang menurut saya adalah kebodohan saya berada disana.
12/8/17, 12:03 – Ety Prasetya: karena terus terang saya menjadi tidak tertarik lagi untuk berada disana apapun iming imingnya atau berita besarnya. saya sudah merasakan berada disana dan tidak mendapatkan apa yang dijanjikan dan ditulis dislogan awal bahkan dalam perjalanannya, saya lebih banyak merasa itu bukan saya.
12/8/17, 12:10 – Ety Prasetya: btw, mau tanya ; ini internal WBS atau external? kemudian tugas mbak Ike cuma inikahh dalam system ini..?
12/8/17, 12:21 – Ety Prasetya: walaupun saya sudah mengkonfirmasi hal ini. saya merasa tidak pas juga.
12/8/17, 12:21 – Ety Prasetya: karena toh tidak akan ada perubahhan disana.
12/8/17, 12:22 – Ety Prasetya: sama seperti ketika saya memberikan banyak argumen, ya sekali lagi tujuan awal ingin berbagi dan melayani menjadi tidak ingin ngapa ngapain..😀
12/8/17, 12:23 – Ety Prasetya: saat ini pun saat saya menulis ini, saya skeptis koq apakah ditindaklanjuti atau tidak apa yang saya tulis ini.
12/8/17, 12:23 – Ety Prasetya: lha wong dibaca aja enggak… 😀 heheheh… 😀
12/8/17, 12:28 – Ike WBS IIP: Kami memberikan kesempatan seluas – luasnya jika mba Ety ingin left grup.
Atau kami yang meremove?
12/8/17, 12:29 – Ety Prasetya: wah.. terimakasih. hanya saja, pertanyaan pertanyaan saya belum terjawab ya ..
12/8/17, 12:30 – Ety Prasetya: kalau saya boleh ambil kesimpulan berarti tidak ada gunanya saya mengkonfirmasi dan menjawab pertanyaan anda.
12/8/17, 12:30 – Ety Prasetya: yang kedua kesimpulan saya berarti memang tingkatannya belum seprofesional yang saya bayangkan WBS ini.
12/8/17, 12:31 – Ety Prasetya: dan yang ketiga, saya adalah salah satu percobaan sistem..😀
12/8/17, 12:31 – Ety Prasetya: bukan begitu..?
12/8/17, 12:32 – Ety Prasetya: dengan seolahh olah memberi pilihhan tapi mengancam..? 😀
12/8/17, 12:33 – Ety Prasetya: btw, terimakasih lho ya… 😀 diskusinya siang ini…😀
12/8/17, 12:35 – Ety Prasetya: saya merekam semua kegiatan saya di WA dan tulisan tulisan saya. jadi saya juga tahu rekam jejak nya
12/8/17, 12:39 – Ike WBS IIP: Kami tidak mengancam, mohon tidak terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan. 😊
Kami hanya memberikan pilihan ‘katanya mba Ety mau left?’. Atau ada yang ingin disampaikan? Atau mungkin mba Ety bisa berkontribusi untuk komunitas ini?

Kami memberikan kesempatan seluas – luasnya. Silakan bisa disampaikan..
.
12/8/17, 12:41 – Ety Prasetya: saya sudah terbiasa dengan kata kata yang dipoles ataupun tidak dipoles dengan dalih apapun..😀 saya hanya butuh jawaban untuk pertanyaan saya yang diatas. #bukannya _dari_awal_anda_menuntut_saya_fokus?
12/8/17, 12:42 – Ety Prasetya: jika anda menuntut kontribusi saya, silahkan andamengkonfirmasi ke koordinator kota.
12/8/17, 12:42 – Ety Prasetya: saya rasa itu lebih tepat.
12/8/17, 12:43 – Ety Prasetya: bebrapa pertanyaan saya tidak anda jawab, berarti sebenarnya WBS ini tidak ada itikad baik untuk memperbaiki.
12/8/17, 12:43 – Ety Prasetya: memperbaiki diri
12/8/17, 12:43 – Ety Prasetya: hanya sebagi tempat lapor, lalu konfirmasi, selesai dan sudah.
12/8/17, 12:44 – Ety Prasetya: itu tanggapan saya.
12/8/17, 12:44 – Ety Prasetya: jadi saya menunggu jawaban atas pertanyaan saya diatas. terimakasih.. 😀
12/8/17, 12:46 – Ety Prasetya: pertanyaan ini… #saya_butuh_jawaban
12/8/17, 12:47 – Ety Prasetya: pertanyaan ini juga .. #saya_butuh_jawaban
12/8/17, 12:48 – Ety Prasetya: jawaban kesuanay tidak ada hubungannya dengan konfirmasi saya atas pelaporan yang sudah anda terima.
12/8/17, 12:48 – Ety Prasetya: keduanya
12/8/17, 12:49 – Ety Prasetya: dan saya akan menyimak
12/8/17, 12:53 – Ety Prasetya: apapun jawaban anda.
12/8/17, 13:00 – Ike WBS IIP: Supaya tidak melebar kemana – mana. Jadi, ekpetasi mba Ety di Ibu Profesional itu bagaimana?

Karena ada CoC, Jika dirasa tidak sesuai harapan mba Ety dalam berkomunitas, kami persilakan left atau remove. Silakan bisa mencari komunitas yang cocok dengan mba Ety. Jika memang masih di komunitas Ibu Profesional dan ingin berkontribusi sesuai CoC yang ada dalam tim regional maupun nasional, kami akan sampaikan kepada tim pusat.
12/8/17, 13:01 – Ety Prasetya: saya tidak melebar. dan ternyata kesimpulan saya benar. 👆👆👆 justru yang melebar adalah dari anda.
12/8/17, 13:03 – Ety Prasetya: baca kembali deh apa yang anda tulis diatas. atau saya yang nggak paham bahasa anda…?
12/8/17, 13:06 – Ike WBS IIP: Silakan dipahami ya mba..😊
Terima kasih atas waktunya pada siang hari ini..
12/8/17, 13:06 – Ety Prasetya: sama sama…
12/8/17, 13:06 – Ety Prasetya: 👍😀

Pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistle Blower) dan Saksi Pelaku yang Bekerjasama (Justice Collaborator) di dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu. Dalam SEMA itu disebutkan, whistle blower adalah pihak yang mengetahui dan melaporkan tindak pidana tertentu dan bukan merupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya. Sedangkan justice collaborator merupakan salah satu pelaku tindak pidana tertentu, mengakui yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan.

Tindak pidana tertentu yang dimaksud SEMA adalah tindak pidana korupsi, terorisme, tindak pidana narkotika, tindak pidana pencucian uang, perdagangan orang, maupun tindak pidana lainnya yang bersifat terorganisir. Sehingga, tindak pidana tersebut telah menimbulkan masalah dan ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan masyarakat.

Dalam Guidelines on Whistleblowing, komisi anti korupsi International Chamber of Commerce menyebutkan bahwa WBS merupakan alat bantu deteksi kecurangan yang cukup efisien dan sebagai bagian dari program internalisasi nilai-nilai integritas dalam diri setiap pegawai. Oleh karenanya, organisasi perlu mempersiapkannya dengan baik segala hal terkait dengan tata kelola sistem Whistleblowing ini demi transparansi dan akuntabiltas organisasi yang mendorong tata kepemerintahan yang baik.

Dari penjelasan diatas, jelas kan. WBS itu adalah pihak yang mengetahui dan melaporkan tindak pidana tertentu dan bukan merupakan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya. Dan sebagai alat bantu deteksi kecurangan dalam organisasi. Disitulah pertanyaanku timbul, apakah ada tindak pidana yang sudah aku lakukan disana? lalu apakah aku curang jika aku left group WA nya dan keluar dari komunitas yang menurutku tidak cocok bahkan dari aturan dasarnya..? #CoC..? dan sampai hari ini tidak ada klarifikasi dan penjelasan yang masuk akal dari komunitas ini atau dari orang WBSnya tentang kecuranganku atau apapun itu yang membuktikan aku bersalah.

Ketika aku diharapkan berkontribusi, aku tertawa. Lah jadi selama ini mereka nggak ngecek dan nggak tahu atau nggak mau tahu apapun yang dilakukan oleh anggota komunitasnya.? padahal ada lahan lahan basah penarik perhatian bahwa seolah olah ini adalah institusi profesional (IIP lho)  adalah dengan memberikan tugas tugas. Misalnya bikin NHW (Nice Home Work) saat matrikulasi atau menulis berkala di blog masing masing setiap ada materi bulanan yang lalu dikirimkan ke link pemeriksaan dan dituliskan per hari selama 2 minggu. Belum lagi jika disuruh jadi narasumber kulwap, atau menjadi petugas ini itu yang dengan alasan berbagi dan melayani…? Hmmm .. disinilah aku mulai merasa terbodohi oleh komunitas ini.

Tapi sekali lagi, aku tetap skeptis. Sebagai seorang pengajar dan profesional. Aku sadar dan tahu betul. Bahwa blog blog yang dikumpulkan dan dituliskan linknya dalam form rekapitulasi tugas itu hanya sekedar untuk mengerjai ibu ibu saja. Toh itu tidak ada pembahasannya. Tidak ada evaluasi seperti saat kita benar benar serus ngajar di kampus. Kalau di kampus kan jelas. Mata kuliah apa pengampunya siapa. Penilaian dilakukan oleh siapa. Dilakukan Pembahasan dan Evaluasi disana.  Tidak  hanya 1 atau 2 fasilitator yang mengurusi group 1 kelas dan 1 kota.

Dan percaya nggak percaya. Sampai hari ini, ibu ibu yang menjadi anggotanya percaya itu adalah sebuah Institut lhoo….  padahal yang kutahu dan tersadarkan, itu adalah sebuah komunitas saja. Menurut definisinya yang kuambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia institut/in·sti·tut/ n 1 organisasi, badan, atau perkumpulan yang ber-tujuan melakukan suatu penyelidikan ilmiah: mereka bekerja pada — riset antariksa; 2 organisasi, badan, atau perkumpulan yang bertujuan menyelenggarakan usaha pendidikan, kebudayaan, sosial, persahabatan (antarbangsa), rehabilitasi, dan sebagainya: ia diterima di suatu — kebudayaan sebagai guru tari dan dari Wikipedia bahasa Indonesia ; Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Dan mereka menamakan diri Institut Ibu Profesional. Aku tersadarkan setelah mencari BAN PT nya (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) yang ternyata tidak terdaftar. Jadi kesadaranku itu membuatku memahami bahwa itu tidak perlu aku teruskan. Karena tidak membuat dampak apapun dalam hidupku.

Hal ini aku sampaikan kepada pasangan hidupku, bapaknya anak anakku. Dia tertawa dan bilang;  Apa yang kamu putuskan itu sudah benar. Dan aku sangat setuju dengan apa yang kamu lakukan. Ternyata kamu cukup logis dengan apa yang kamu kerjakan dan kamu pikirkan. Waktu kamu bilang kamu ada disana aku berpikir, apakah waktumu belum cukup sibuk dengan kegiatan dirumah, di daycare, di kampus dan di kantor. Memang semua tidak ada yang terbengkalai, tapi kulihat kamu seperti orang yang diburu buru dengan pekerjaan. Dan kamu nggak happy di mataku. Tapi syukurlah kamu sudah kembali ke jalan yang benar… 😛 hahahhah…..

Kembali lagi ke WBS nya IIP, ternyata aku merasa bahwa aku adalah salah satu korban systemnya. Karena pas kasusku, aku adalah kasus pertama mereka. Katakanlah aku ke GRan, tapi itu benar benar aku rasakan. Dan sampai hari ini, aku tetap skeptis pada komunitas ini.

#WBS_IIP #Institusi_tanpa_BAN_PT #korban_system #nggak_terlupakan

 

 

Lega setelah resign dari komunitas *IP Dan Debat Tentang CoC (based on my true story)

Ini adalah ceritaku, dan setiap orang pasti punya cerita yang berbeda dalam menanggapinya. Dan itu bebas serta sah sah saja. Silahkan menilai sendiri dan bebaslah berpikir kritis tentang hal ini. Setelah menulis ini aku merasa lega.   Soale banyak yang tanya dan merasa heran mengapa aku keluar dari komunitas yang kata ibu ibu disekitaran tempat tinggalku adalah tempat menempa diri dan ajang berbagi. Nah, inilah ceritaku….

Terhitung per tanggal 8 Desember 2017 aku meninggalkan komunitas yang sedang di gandrungi ibu ibu jaman now. Dan hari ini tepat 4  bulan setelah insiden itu. Tidak ada yang istimewa atas resignnya aku dari sana menurutku, namun kerumitannya untuk resignlah yang menjadikannya istimewa. Mulai dari prosedurnya yang tidak jelas, lalu fasil dan koordinator yang tidak terkoordinasi dengan baik, tidak ada kerjasama, bicara bagus di depan namun menjelekkan orang lain, sampai dengan isu sara yang berhembus disana. Belum lagi pembahasan kode etik yang terkesan dipaksakan namun tidak terlaksana, selain itu ada lagi yang utama. Aku baru sadar bahwa itu adalah komunitas. Dan bukan sekolah beneran. Yang mengkhususkan diri dan aku merasa salah alamat masuk kesana. Dan akhirnya aku memutuskan resign dengan alasan bahwa aku tidak bisa berada disana lebih lama. Aku seorang profesional di bidangku dan aku adalah seorang ibu yang sudah profesional menurutku tanpa harus diukur oleh sebuah nilai / cap akademik. Karena pengukuran profesionalitas seorang ibu adalah berasal dari dalam keluarga kecilnya, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat serta lingkungan profesional pekerjaannya jika ia adalah seorang ibu double job seperti aku.

Awal cerita aku harus keluar dari IIP begini, mulanya aku mendaftarkan diri di Komunitas itu setahun yang lalu seingatku. Karena terbujuk oleh teman dan juga aku melihat sepertinya misi dan visinya cocok menurutku ; belajar menjadi ibu yang profesional. Setelah semua prosedure kujalani berhasilah lolos ya dari proses matrikulasi nya. Yang ada tugasnya di setiap minggu nih. Intinya aku tidak pernah melalaikan tugas dan mengerjakannya dengan serius. Asli serius. Karena kupikir, memang itu tugasnya adalah belajar dan belajar lagi. Berikutnya, naik level dong di kelas Bunda Sayang, kita akan belajar dan seterusnya. Mulai diberikan CoC. Review ku tentang CoC itu bisa di baca disini.

https://etyprasetya.wordpress.com/2017/10/22/review-ulasan-tentang-kode-etik-iip/

Setelah ditelaah dalam group, beberapa hal memang CoC itu memiliki banyak kelemahan disana sini. Diakui tidak diakui, memang banyak hal janggal yang membuat tidak nyaman orang lain untuk bekerja. Dan aku berusaha memberikan penilaian dalam pembahasan tersebut.  Itu tidak akan pernah aku lupakan. Bahkan dalam belajarpun, mereka masih menolak pemikiran terbuka dan pemikiran bebas orang lain. Alih alih memberikan penjelasan. Dan itu sempat kutuliskan disana. Semua bukti WA dari IIP Bogor khusus kelasku #Bogor2 ku dokumentasikan sebagai bukti bahwa ada ketidakberesan disana. Di lingkungan itu. Sekali lagi aku tidak ingin mengompori orang orang atau ibu ibu yang terlanjur masuk untuk menjauhinya, tapi sebaiknya sebelum masuk kesana, benar benar harus dipikirkan dan anda yakin anda adalah orang yang ‘yess mam’ atau ‘manutan’  dan  jangan pernah berani berpikir kritis. Karena disana dilarang, itu perbuatan “nista” kalau baca CoC nya. Nggak percaya..? nih simak deh hasil chatingan dan eyel eyelan dengan fasilitatornya (karena disana juga nggak boleh ngeyel lho) 😛 kalau ngeyel  bisa di WBS kan… 😀 

*Code of Conduct*
10/18/17, 12:47 – ‪+62 812-9443-8040‬: _Code of Conduct Ibu Profesional_

*CODE of CONDUCT*

_Oleh : Septi Peni Wulandani_

1⃣ *Apa itu Code of Conduct (CoC)?*

Code of conduct yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kode etik atau pedoman perilaku adalah beberapa aturan yang dibuat, dipahami dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama.

Code of conduct dapat disebut sebagai hukum etika.

Hukum etika tersebut dapat bermacam-macam disesuaikan dengan ruang lingkup dan kondisi yang berlaku, sebagai contoh, ada code of conduct dalam perusahaan, code of conduct rumah sakit, code of conduct lembaga pendidikan,code of conduct komunitas, dan sebagainya.

Jadi, code of conduct yang dimaksud tidak berlaku umum hanya untuk kalangan tertentu saja.

2⃣ *Mengapa Harus Ada Code of Conduct?*

☘ Komunitas Ibu Profesional itu terdiri dari beberapa individu yang memiliki latar belakang perilaku yang berbeda sebelum masuk di komunitas, sehingga Code of Conduct ini akan menjadi pedoman bagaimana perilaku yang sebaiknya untuk setiap anggota komunitas.

☘Setiap individu yang akan bergabung dalam komunitas Ibu Profesional harus memahami dan menaati hukum etika perilaku komunitas. Code of conduct sebagai sarana untuk mencegah munculnya tantangan perilaku yang menyimpang di komunitas.

☘ Dalam menjalankan komunitas, pasti tidak bisa terhindar dari segala macam tantangan. Code of Conduct akan menjadi referensi setiap anggota komunitas dalam menyelesaikan segala tantangan yang muncul dalam perjalanan komunitas tersebut.

3⃣ *Tujuan Code of Conduct*

☘Code of Conduct bertujuan menjadi pedoman setiap anggota komunitas Ibu Profesional berperilaku baik dan benar (normatif)

☘ Code of Conduct bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum (preventif).

☘Code of Conduct bertujuan untuk menyelesaikan tantangan yang muncul (kuratif)

4⃣ *Kesepakatan dan Konsekuensi*

Dalam menjalankan code of conduct ada dua unsur yang harus berada di dalamnya yaitu _kesepakatan_ dan _konsekuensi_

*_Kesepakatan_* _adalah segala hal yang ditawarkan, diusulkan dan diterima secara bersama oleh seluruh anggota komunitas_

*_Konsekuensi_* _adalah dampak yang terjadi jika sebuah keputusan diambil_

Dampak dalam hal ini bisa positif, bisa negatif. Misal sudah diambil kesepakatan bahwa “Menjalankan aktivitas secara tepat waktu”. Apabila dijalankan maka konsekuensinya acara akan berjalan sesuai rencana, perasaan bahagia, dan bisa menjalankan jadwal berikutnya dengan tenang. (Dampak positif). Demikian juga sebaliknya jika kesepakatan ini dilanggar, maka konsekuensinya acara tidak akan berjalan sesuai rencana, perasaan menjadi tidak bahagia, jadwal selanjutnya akan berantakan, mungkin juga cost akan membengkak, krn waktu pemakaian yang makin lama. (ini contoh dampak negatif)

Macam-macam Konsekuensi

☘ *Konsekuensi Logis*
_adalah suatu kondisi yang sudah pasti akan terjadi jika menjalankan sesuatu yang sudah disepakati_

Contoh : Jika seseorang menjalankan pola komunikasi yang produktif maka konsekuensinya hubungan organisasi akan berjalan sehat, demikian juga sebaliknya.

Contoh sederhana lain, jika seseorang makan, maka konsekuensi logisnya adalah kenyang bukan lapar.

Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh, bukan uang sakunya berkurang. (Contoh Kalimat tidak logis yg paling sering keluar dari para orangtua,

“Awas ya kalau kamu nggak belajar, maka besok ibu nggak akan kasih uang saku”

☘ *Konsekuensi Hukum*
_adalah dampak yang akan terjadi terhadap sebuah pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan hukum_

Contoh : jika seseorang berkendara tanpa SIM dan STNK maka konsekuensinya akan terkena tilang.

Jika seseorang mengambil karya orang lain untuk diakui sebagai miliknya maka konsekuensinya akan terkena pasal hukum plagiasi dll.

☘ *Konsekuensi Ekonomi*
_adalah dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan ekonomi_

Contoh : Jika seseorang tidak menjalankan usahanya dengan sungguh-sungguh maka konsekuensinya tidak ada pendapatan untuk dirinya sendiri.

Jika seorang manager keuangan tidak melaporkan keuangan secara transparan, maka konsekuensinya kepercayaan diri para anggota/investor akan berkurang.

☘ *Konsekuensi Sosial*
_adalah dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan unsur sosial kemasyarakatan_

Contoh : Apabila seseorang menghadiri forum diskusi, kemudian justru membuat forum diskusi sendiri, selama forum diskusi utama sedang berlangsung, maka konsekuensinya adalah dikeluarkan dari forum tersebut.

Contoh lain : Apabila seseorang berniat membuat komunitas untuk kepentingan pribadinya dengan cara masuk ke komunitas yang sudah besar dan menunggangi komunitas tersebut, maka konsekuensinya harus dikeluarkan dari komunitas.

5⃣ *Perbedaan antara kesepakatan konsekuensi dengan hadiah hukuman (reward and punishment)*

Kesepakatan dan konsekuensi itu menggunakan rumus:

*_Stimulus ➡ Thinking ➡ respon_*

Faktor *_thinking_* ini yang menyebabkan kesepakatan konsekuensi lebih manusiawi, karena manusia diberikan kelebihan di sektor “berpikir”

Sedangkan hadiah hukuman (reward and punishment) memiliki rumus sbb:

*_stimulus ➡ respon_*

Hukuman dan hadiah ini meniadakan proses berpikir (thinking) sehingga sangat cocok diterapkan untuk pedoman perilaku hewan.

Contoh : kuda itu kalau baik menurut apa perintah tuannya maka diberi wortel (hadiah) apabila tidak mau menurut perintah tuannya maka langsung dipecut (hukuman)

6⃣ *Jumlah item Code of Conduct*

Code of conduct sebaiknya dibuat secara bertahap. Tiga bulan pertama di awal dibuat minimal 1 dan maksimum 3 item per divisinya. Misal Code of Conduct member (3 item), Code of Conduct Fasilitator (3 item), Code of Conduct Koordinator (3 item),
Code of Conduct Sejuta Cinta (3 item), Code of Conduct KIPMA ( Koperasi Ibu Profesional Mandiri) 3 item.

7⃣ *Bagaimana cara membumikan Code of Conduct?*

☘ Code of Conduct harus tertulis dan bisa dibaca setiap saat oleh seluruh unsur komunitas.

☘Code of Conduct harus selalu diingatkan secara periodik sampai terlihat di komunikasi bawah sadara, perilaku bawah sadar seluruh anggota dan pengurus komunitas.

☘Apabila ada pelanggaran code of conduct maka konsekuensinya harus segera dijalankan, tidak boleh ditunda.Hal ini akan memicu pelanggaran berikutnya

☘ Para koordinator dan jajaran pengurus kota adalah pemegang tonggak code of conduct di tingkat kotanya. Berhak mengambil keputusan atas konsekuensi dari berjalan tidaknya kesepakatan di kota masing-masing.

Keputusan yang diambil pengurus kota berlaku secara nasional.

Contoh : member yang sudah dikeluarkan oleh pengurus kota tertentu karena menyalahi kesepakatan, maka kota lain tidak bisa menerima keanggotaan barunya.

Para fasilitator adalah pemegang tonggak code of conduct di setiap jenjang kelas pembelajaran Ibu Profesional.

Contoh : Apabila diketahui ada fasilitator /peserta kelas berjenjang yang menggunakan materi dan konsep pelatihan baik secara utuh maupun sebagian tanpa ijin tim nasional Ibu Profesional maka akan menerima konsekuensi hukum tentang pasal plagiasi dan dikeluarkan keanggotaannya dari Komunitas Ibu Profesional.

☘ 1-3 item Code of Conduct dilatihkan, dibiasakan, dipraktekkan terlebih dahulu selama 3 bulan, kemudian lakukan evaluasi, dan tambahkan 1-3 item code of conduct di 3 bulan berikutnya

” *_Adab sebelum ilmu dan ilmu sebelum amal, maka karakter adalah yang pertama dan utama dalam sebuah perkembangan sebuah komunitas pendidikan_*”

Salam cinta saya untuk teman-teman,

/ _Septi Peni Wulandani_ /

diatas adalah CoC yang akan dibahas selanjutnya dalam diskusi dibawah ini baik di kelas online maupun di kelas kota yang online.
10/18/17, 12:47 – ‪+62 812-9443-8040‬: <Media omitted>
10/18/17, 12:48 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan dibaca y bunda2
10/18/17, 12:48 – ‪+62 812-9443-8040‬: Dan open diskusi sampai semuanya _clear n clarify_
10/18/17, 12:48 – ‪+62 812-1369-4950‬: Wa`alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh
Siyaap mba adit smbil boboin anak2
10/18/17, 12:48 – ‪+62 812-9443-8040‬: Dibaca dulu yaaa, jika ada pertanyaan langsung kesini saja, nanti saya dan teh fiena akan menjawabnya.
10/18/17, 12:50 – Ety Prasetya: noted
10/18/17, 12:55 – Ety Prasetya: noted
10/18/17, 12:56 – Ety Prasetya: <Media omitted>

Nah mulai disini nih pembahasan CoC IIP yang menurutku sangat absurd.  dan nggak masuk akal. Jadi walaupun diberikan masukan, tetep aja ngeyel. Ya kalau aku mau nakal sih aku akan bilang, sah sah aja bikin CoC kayak gitu kalau yang masuk semua adalah ibu ibu yang pola pikirnya seragam. Lah ini kan beda.. yuukk simak deh lanjutan jawaban fasilnya..

10/18/17, 12:56 – Ety Prasetya: tidak setuju dengan kalimat itu, mungkin bisa diperbaiki?
10/18/17, 12:57 – Ety Prasetya: konsekuensi dari seorang anak yang tidak mau belajar adalah orang tua yang harusnya mencari metode tepat untuk mensupport anak agar mau belajar..
10/18/17, 12:58 – Ety Prasetya: karena sejatinya tidak ada anak yang bodoh bahkan sejak ia dilahirkan.
10/18/17, 13:02 – Ety Prasetya: bagaimana jika *tidak mau belajar* adalah salah satu cara si anak belajar menyikapi kondisi nya?
10/18/17, 13:02 – Ety Prasetya: terimakasih
10/20/17, 09:08 – ‪+62 812-9443-8040‬: Assalamualaikum wr wb
10/20/17, 09:12 – ‪+62 812-9443-8040‬: Mba Ety, yuk kita lihat definisi bodoh, kebodohan dulu yaaa…

Berarti ini kaitannya soal definisi dan penggunaan kata bodoh ya?

Definisi bodoh:
Kebodohan adalah keadaan dan situasi di saat kurangnya pengetahuan terhadap sesuatu informasi bersifat subjektif. Hal ini tidak sama dengan tingkat kecerdasan yang rendah (kedunguan), seperti kualitas intelektual dan tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang.

Kata “bodoh” adalah kata sifat yang menggambarkan keadaan di saat seseorang tidak menyadari sesuatu hal, tetapi masih memiliki kemampuan untuk memahaminya. Istilah bodoh dapat ditempatkan seperti dalam kalimat “Seseorang memiliki kemahiran dalam matematika, tetapi sama sekali bodoh dalam ilmu bahasa.”

Anak memang tidak terlahir bodoh. Karena kata bodoh tidak merujuk pada level IQ.
Jika anak rajin belajar bahasa inggris, yg sebelumnya tidak ia ketahui. Maka konsekuensi logisnya ia jadi pintar dan mahir bahasa inggris.

Jika sebaliknya?

Orang tua mencari metode yg tepat untuk mensupport anak adalah solusi yang harus diambil agar anak terhindar dari konsekuensi logis _tidak mau belajar_ tersebut.
10/20/17, 09:37 – Ety Prasetya: *Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh*
10/20/17, 09:38 – Ety Prasetya: bukan soal definisi bodoh dan kaitannya dengan penggunaan kata *bodoh*. tapi legitimasi bahwa jika tidak belajar itu pasti *bodoh*
10/20/17, 09:39 – Ety Prasetya: jika *Kata “bodoh” adalah kata sifat yang menggambarkan keadaan di saat seseorang tidak menyadari sesuatu hal, tetapi masih memiliki kemampuan untuk memahaminya. Istilah bodoh dapat ditempatkan seperti dalam kalimat “Seseorang memiliki kemahiran dalam matematika, tetapi sama sekali bodoh dalam ilmu bahasa.” *
10/20/17, 09:41 – Ety Prasetya: coba kita lihat seperti ini ; bayi baru lahir dan bubbling, apakah bisa dibilang *tidak belajar*
10/20/17, 09:41 – Ety Prasetya: ketika kita menyuapkan makanan ke anak, lalu anak menggeleng dan tidak mau makan apakah berarti dia *tidak mau belajar* makan? dan apakah itu bisa disebut *bodoh*?
10/20/17, 09:44 – Ety Prasetya: *usul saya* bisakah contoh ini ; Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh, bukan uang sakunya berkurang. (Contoh Kalimat tidak logis yg paling sering keluar dari para orangtua,

“Awas ya kalau kamu nggak belajar, maka besok ibu nggak akan kasih uang saku”
10/20/17, 09:45 – Ety Prasetya: *diganti* dengan kata kata atau contoh konsekuensi yang lebih baik? terimakasih
10/20/17, 09:54 – ‪+62 821-1029-3283‬: kalo aku sih yaa nangepnya, sebenernya kalimat itu buat ngejelasin *konsekuensi logis* aja kan? Dan bukan berarti kita ngatain anak kita bodoh.. bodoh itu memang kata negatif, sama aja contohnya, misal anak ga mau makan, maka ia akan *lapar* ..
Lantas ga bisa dibilang awas yaa kalo kamu ga makan nanti mainannya mama ambil..
Disini konteksnya buat ngejelasin biar kita ngerti si konsekuensi tadi sih yaa kayanya, bukan buat ngatain anak bodoh.

Pendapatku loh yaa ini, CMIIW
10/20/17, 09:59 – ‪+62 857-5546-9301‬: Wah seru diskusinya. Saya menyimak 🙇‍♀
10/20/17, 10:02 – Ety Prasetya: itu kenapa aku *usul* pada *frasa* ini ; Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh, bukan uang sakunya berkurang. (Contoh Kalimat tidak logis yg paling sering keluar dari para orangtua,

“Awas ya kalau kamu nggak belajar, maka besok ibu nggak akan kasih uang saku” agar *diganti* dan diberikan contoh *konsekuensi logis* yang sesuai
10/20/17, 10:02 – Ety Prasetya: karena tidak semua orang akan menangkap hal yang sama..
10/20/17, 10:08 – ‪+62 821-1029-3283‬: Hanya masalah diksi aja toh mbak, menurutku ga mengurangi makna kok…tidak belajar ya konsekuensinya bodoh, tidak bisa.. dalam kbbi pun jelas kok arti bodoh itu apa. Mungkin mba merasa kata bodoh itu trlalu kasar atau gimana?
10/20/17, 10:08 – ‪+62 821-1029-3283‬: <Media omitted>
10/20/17, 10:11 – Ety Prasetya: munhgkin menurutmu itu hanya masalah diksi,kalau menurutku itu bukan sekesar itu saja. kalau memang benar itu untuk memahamkan pada soal *konsekuensi logis*, bisa kan *frasa* itu tadi diganti dengan frasa lain yang maknanya sama dan tujuannya sama? dengan memilih kata kata yang lebih baik.
10/20/17, 10:12 – Ety Prasetya: **sekedar
10/20/17, 10:13 – ‪+62 821-1029-3283‬: Mangga atuh mba ety punya usul, sebaiknya diksi bodoh itu diganti apa? Toh bodoh itu dalam pengertian kita, di dalam hati ya mbak, tidak dilontarkan ke anak
10/20/17, 10:15 – ‪+62 821-1029-3283‬: Lagian kasar atau tidak itu menurutku relatif loh mbak
10/20/17, 10:17 – Ety Prasetya: bukan diksi bodohnya yang harus diganti, tapi penulisan yang nantinya akan menjadi makna atas *konsekuensi logis* itu yang harus diberikan contoh berbeda. Bisa kan?
10/20/17, 10:18 – Ety Prasetya: aku nhggak ngurusi soal kata bodoh kasar atau tidaknya.. mohhon dicatat. tapi frasa tentang contohh konsekuensi logisnya tolong diberikan contoh yang lain saja. terimakasih
10/20/17, 10:49 – ‪+62 812-9443-8040‬: Yang mba Ety contohkan diatas, bayi bukan *tidak mau belajar* krn itu tidak bisa dikatakan bodoh atas ketidakmampuan nya dalam sesuatu hal.
Sedangkan misal bagi anak/orang dewasa jika tidak ingin belajar maka seyogyanya konsekuensi yang terjadi adalah ybs mengalami kebodohan.

Mengapa kami sepakat memilih kata bodoh?

Sebenarnya lebih kepada efek psikologis, agar ybs mau belajar sehingga kita tidak akan pernah mengucapkannya.

Standar kita, ketidakmauan belajar yang berkonsekuensi bodoh itu termasuk dalam kategori hal yang tidak akan dilakukan, sehingga kita jadi berharap tidak melakukan yg lebih parah lagi.

Contoh kata nista dan perbuatan belum beradab. Jika dikatakan suatu perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan nista maka akan lebih memberikan efek psikologis dan efek jera yang lebih daripada perbuatan belum beradab.
Kalau dikatakan “perbuatan belum beradab” secara psikologis ada kecenderungan unt melakukannya baik sengaja maupun tidak.

Lalu simak jawaban fasilku deh..:-D pembahasannya apa jadi lari kemana.. 😛 ujug ujug ke cerita keluarga orang lain.  Disini aku mikir, fasil ini profesionalkah..? ataukah tidak menguasai materi sehingga harus mengambil cerita cerita yang berusaha merubah opini..? 

Contoh lain mengenai kata murka dan marah.
Saya ambil contoh dari keluarga bu Septi yaaa…
Contoh, anak-anak di rumah, kalau ditanya,

“Bapakmu pernah marah?”

Mereka jawab

“Tidak pernah, bapak itu murka, dan sangat jarang”

Ketika sayq tanya je pak dodik, mengapa mas tidak pernah marah, tapi murka kalau anak-anak sdh melakukan sesuatu yg melanggar value keluarga ini?

Jawaban pak dodik

“Karena aku sayang sama istri dan anak-anakku, marah itu artinya mengijinkan anak-anak unt digores hatinya berkali-kali, kalau murka cukup sekali, dan selanjutnya tidak diulang lagi.

Jadi diharapkan dengan kaya bodoh itu, sekali lagi tidak akan diulangi ketidakmauan belajar tsb.
Jika tentang penempatan kata bodoh pada konsekuensi logis tsb yang tidak disetujui, menurut mba Ety sendiri kata apa yang tepat untuk mengganti kata bodoh dan bisa memberikan efek psikologis kepada ybs jika tidak mau belajar sehingga tidak akan memberi makna yang mba tidak setujui tsb?
10/20/17, 10:50 – ‪+62 812-9443-8040‬: #kaya = kata
10/20/17, 10:58 – Ety Prasetya: rasanya penjelasan ini 👆👆tidak nyambung dengan pertanyaanku deh, *bisakah* ini 👉 Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh, bukan uang sakunya berkurang. (Contoh Kalimat tidak logis yg paling sering keluar dari para orangtua,

“Awas ya kalau kamu nggak belajar, maka besok ibu nggak akan kasih uang saku” *diganti* dengan contoh kalimat *konsekuensi logis* yang lain?
10/20/17, 10:59 – Ety Prasetya: jika memang yang dibutuhkan *efek psikologis* untuk orang lain bisakah diberikan kata positif saja?
10/20/17, 11:00 – Ety Prasetya: misal bodoh = kurang pintar dst?
10/20/17, 11:00 – Ety Prasetya: atau bodoh = belum cerdas ?
10/20/17, 11:01 – Ety Prasetya: banyak padanan kata yang pas jika memang akan memberikan efek psikologis seperti yang diharapkan.
10/20/17, 11:05 – ‪+62 857-5546-9301‬: Ooo mungkin yg mbak Ety maksud adalah konotasi kata “bodoh” itu ya… Krn konotasi bodoh selama ini negatif.
10/20/17, 11:09 – ‪+62 853-2890-7149‬: Kalau contoh konsekuensi logisnya. Diganti ” hati hati ya nak kalau main pisau, kalau tidak hati hati bisa terluka”. Kayaknya lebih mudah diterima ya
10/20/17, 11:09 – Ety Prasetya: ya. selain itu memang dimanapun di akademik bahkan setingkat guru TK saja sudah tidak ada report dengan kata *bodoh*. mengapa kita masih memakainya? kita *ibu profesional* lhooo..
10/20/17, 11:10 – Ety Prasetya: 👍👍
10/20/17, 11:10 – Ety Prasetya: aku lebih suka ini…👆👆
10/20/17, 17:48 – ‪+62 812-9443-8040‬: Contoh yang diberikan diatas yakni belajar kaitannya krn kita disini dalam proses belajar, krn itu jika tidak mau belajar maka secara logika konsekuensi nya adalah bodoh.

Penerapan contoh diatas utamanya adalah pada para peserta kelas.
Penulisan konsekuensi negatif itu memang terkadang diperlukan, sehingga untuk melakukannya saja tak pernah terpikirkan.

Ketika disini mulai bicara logika, dan ternyata mereka tidak memahami tulisan yang berlogika.. 😀 disitu aku merasa gemas.

10/20/17, 17:51 – ‪+62 812-9443-8040‬: Jawaban saya mengenai kata bodoh sebagai konsekuensi logis dr tidak belajar.

Belajar ➡ pintar
Tidak belajar ➡ bodoh

Di materi dibahas ada orang tua yg menyampaikan pada anak bahwa:

Tidak belajar ➡ tidak dapat uang saku.

Maka itu tidak tepat.

Tentu saja ketika anak tidak mau belajar, kita tdk boleh mengkomunikasikan pada anak, bahwa anak itu bodoh.

Tapi kita cari solusi, bagaimana anak mau belajar, sesuai gaya belajarnya, sehingga bisa terhindar dr konsekuensi “bodoh”.
10/20/17, 17:55 – ‪+62 812-9443-8040‬: Code of conduct memang bertujuan u/ mencegah terjadinya pelanggaran hukum (preventif) dan kuratif.

Jika contohnya menggunakan kata tidak cerdas atau belum cerdas sebagai pengganti kata bodoh, apakah kita mentolerir kondisi ketika anak tidak belajar?

“Ya anak saya tidak mau belajar, jadi tidak apa-apa tidak cerdas/belum cerdas matematika.”

“Anak2 tidak mau belajar mendengarkan, ya tidak apa-apa.. ia belum pandai menjadi pendengar yg baik.”

Terasa bukan? Efeknya berbeda.. penggunaan kata bodoh dan nista, supaya mendengar saja risih.. jadi jangan sampai terjadi.

Logikaku menjawab logika yang dipaparkan fasil

10/20/17, 18:06 – Ety Prasetya: belajar ➡ pintar
tidak belajar ➡ tidak pintar
tidak mau belajar ➡ tidak mau pintar
tidak pernah belajar ➡ tidak pernah pintar
10/20/17, 20:30 – ‪+62 812-9443-8040‬: Mana penggunaan kalimat yang pas?

“saya tidak mau jadi tidak pintar?”

Atau “saya tidak mau jadi bodoh?”

Pemilihan diksi yang tepat diperlukan pada CoC ini, agar dampak/konsekuensi yg tercantum di dalamnya bersifat tegas. Dan tidak akan berulang dilakukan bahkan kalau bisa tidak dilakukan.

Dan akhirnya, fasil tidak bisa menanggapi. Berakhirlah lari dari pembbahasan CoC yang konyolnya menurutku, kembali lagi ke CoC. hahaii…

10/20/17, 20:34 – ‪+62 812-9443-8040‬: Yuk kita kembali lagi ke atas, bahwa contoh dalam CoC adalah contoh agar para peserta dapat mengetahui dan membedakan jenis2 konsekuensi yang ada.

Untuk pemilihan diksi nya pun dipilih sedemikian rupa agar bisa langsung mengena ke peserta dan bisa memberikan dampak. Walaupun diksi yang dipergunakan bagi banyak orang berkonotasi negatif atau bahkan membuat risih. Krn jika kata tsb membuat risih untuk menyebutkan saja, maka untuk dilakukan akan tidak mungkin bukan?
10/20/17, 20:36 – ‪+62 812-9443-8040‬: Teman-teman, boleh kita melangkah ke materi selanjutnya?
10/20/17, 20:37 – ‪+62 812-9443-8040‬: Ada beberapa hal yang ingin kami bahas.
10/20/17, 20:37 – ‪+62 812-9443-8040‬: Yakni tentang
1. Waktu untuk pemberian materi
2. Waktu untuk diskusi materi
3. Waktu untuk diskusi bebas
4. CoC Kelas Bunsay
5. Peraturan ttg mutasi, cuti, dll
10/20/17, 20:38 – ‪+62 812-9443-8040‬: *1. Waktu pemberian materi*
10/20/17, 20:39 – ‪+62 812-9443-8040‬: Mba-mba sayang… Berkaitan dengan waktu pemberian materi dan cemilan.. Dikarenakan jadwal matangnya dari dapur terkadang tidak selalu pagi… Maka saya menetapkan _*waktu pemberian materi dan cemilan adalah pukul 10.00*_dengan catatan di waktu tersebut memang sudah siap dari dapur untuk disajikan. Jika belum, maka akan ada pemberitahuan lebih lanjut.
10/20/17, 20:40 – ‪+62 812-9443-8040‬: Sampai disini ada yang mau ditanyakankah?
10/20/17, 20:41 – ‪+62 812-9443-8040‬: Kalau gak ada, saya lanjut yaaa…
10/20/17, 20:41 – ‪+62 812-9443-8040‬: *2. Waktu diskusi materi*
10/20/17, 20:43 – ‪+62 812-9443-8040‬: *2. Waktu untuk diskusi terstruktur materi pukul 20.00 – 21.00*
10/20/17, 20:44 – ‪+62 812-9443-8040‬: Seperti yang sebelum-sebelumnya ya..biasanya kalau ada materi, malamnya kita diskusikan. Dalam diskusi terstruktur ini peserta usahakan untuk hadir. Saya sebagai fasil, wajib hadir 😊. Dan aktif dalam diskusi yaa.
10/20/17, 20:45 – ‪+62 812-9443-8040‬: Ok, kita lanjut y…
10/20/17, 20:47 – ‪+62 812-9443-8040‬: *3. Waktu untuk Diskusi Bebas* adalah waktu selain waktu untuk diskusi wajib, dengan memperhatikan pula ketentuan tidak ada diskusi setelah Jam Malam dan GFOS. Dalam diskusi bebas Fasil tidak wajib hadir.
10/20/17, 20:48 – ‪+62 812-9443-8040‬: Tidak wajib bukan berarti tidak mau lhoo.. Insyaa Allah saya usahakan untuk tetap ikut diskusi 😊
10/20/17, 20:50 – ‪+62 812-9443-8040‬: Oh iya kami hadir dalam diskusi terstruktur sesuai jam yang sudah dituliskan tadi. Jika dalam waktu tersebut ternyata karena satu dan lain hal kelas sepi sehingga terlambat mulai, kami tetap akan menutup diskusi di waktu yang sudah ditetapkan.
10/20/17, 20:51 – ‪+62 812-9443-8040‬: Baik ke pembahasan nomor berikut

*4. Code of Conduct Kelas Bunda Sayang*

CoC nya yang sudah saya posting kemarin yaaa…
Saya posting lagi y.
10/20/17, 20:52 – ‪+62 812-9443-8040‬: _Code of Conduct Ibu Profesional_

*CODE of CONDUCT*

_Oleh : Septi Peni Wulandani_

1⃣ *Apa itu Code of Conduct (CoC)?*

Code of conduct yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kode etik atau pedoman perilaku adalah beberapa aturan yang dibuat, dipahami dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama.

Code of conduct dapat disebut sebagai hukum etika.

Hukum etika tersebut dapat bermacam-macam disesuaikan dengan ruang lingkup dan kondisi yang berlaku, sebagai contoh, ada code of conduct dalam perusahaan, code of conduct rumah sakit, code of conduct lembaga pendidikan,code of conduct komunitas, dan sebagainya.

Jadi, code of conduct yang dimaksud tidak berlaku umum hanya untuk kalangan tertentu saja.

2⃣ *Mengapa Harus Ada Code of Conduct?*

☘ Komunitas Ibu Profesional itu terdiri dari beberapa individu yang memiliki latar belakang perilaku yang berbeda sebelum masuk di komunitas, sehingga Code of Conduct ini akan menjadi pedoman bagaimana perilaku yang sebaiknya untuk setiap anggota komunitas.

☘Setiap individu yang akan bergabung dalam komunitas Ibu Profesional harus memahami dan menaati hukum etika perilaku komunitas. Code of conduct sebagai sarana untuk mencegah munculnya tantangan perilaku yang menyimpang di komunitas.

☘ Dalam menjalankan komunitas, pasti tidak bisa terhindar dari segala macam tantangan. Code of Conduct akan menjadi referensi setiap anggota komunitas dalam menyelesaikan segala tantangan yang muncul dalam perjalanan komunitas tersebut.

3⃣ *Tujuan Code of Conduct*

☘Code of Conduct bertujuan menjadi pedoman setiap anggota komunitas Ibu Profesional berperilaku baik dan benar (normatif)

☘ Code of Conduct bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum (preventif).

☘Code of Conduct bertujuan untuk menyelesaikan tantangan yang muncul (kuratif)

4⃣ *Kesepakatan dan Konsekuensi*

Dalam menjalankan code of conduct ada dua unsur yang harus berada di dalamnya yaitu _kesepakatan_ dan _konsekuensi_

*_Kesepakatan_* _adalah segala hal yang ditawarkan, diusulkan dan diterima secara bersama oleh seluruh anggota komunitas_

*_Konsekuensi_* _adalah dampak yang terjadi jika sebuah keputusan diambil_

Dampak dalam hal ini bisa positif, bisa negatif. Misal sudah diambil kesepakatan bahwa “Menjalankan aktivitas secara tepat waktu”. Apabila dijalankan maka konsekuensinya acara akan berjalan sesuai rencana, perasaan bahagia, dan bisa menjalankan jadwal berikutnya dengan tenang. (Dampak positif). Demikian juga sebaliknya jika kesepakatan ini dilanggar, maka konsekuensinya acara tidak akan berjalan sesuai rencana, perasaan menjadi tidak bahagia, jadwal selanjutnya akan berantakan, mungkin juga cost akan membengkak, krn waktu pemakaian yang makin lama. (ini contoh dampak negatif)

Macam-macam Konsekuensi

☘ *Konsekuensi Logis*
_adalah suatu kondisi yang sudah pasti akan terjadi jika menjalankan sesuatu yang sudah disepakati_

Contoh : Jika seseorang menjalankan pola komunikasi yang produktif maka konsekuensinya hubungan organisasi akan berjalan sehat, demikian juga sebaliknya.

Contoh sederhana lain, jika seseorang makan, maka konsekuensi logisnya adalah kenyang bukan lapar.

Jika seorang anak tidak mau belajar maka konsekuensi logisnya adalah bodoh, bukan uang sakunya berkurang. (Contoh Kalimat tidak logis yg paling sering keluar dari para orangtua,

“Awas ya kalau kamu nggak belajar, maka besok ibu nggak akan kasih uang saku”

☘ *Konsekuensi Hukum*
_adalah dampak yang akan terjadi terhadap sebuah pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan hukum_

Contoh : jika seseorang berkendara tanpa SIM dan STNK maka konsekuensinya akan terkena tilang.

Jika seseorang mengambil karya orang lain untuk diakui sebagai miliknya maka konsekuensinya akan terkena pasal hukum plagiasi dll.

☘ *Konsekuensi Ekonomi*
_adalah dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan ekonomi_

Contoh : Jika seseorang tidak menjalankan usahanya dengan sungguh-sungguh maka konsekuensinya tidak ada pendapatan untuk dirinya sendiri.

Jika seorang manager keuangan tidak melaporkan keuangan secara transparan, maka konsekuensinya kepercayaan diri para anggota/investor akan berkurang.

☘ *Konsekuensi Sosial*
_adalah dampak yang akan terjadi terhadap suatu pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan unsur sosial kemasyarakatan_

Contoh : Apabila seseorang menghadiri forum diskusi, kemudian justru membuat forum diskusi sendiri, selama forum diskusi utama sedang berlangsung, maka konsekuensinya adalah dikeluarkan dari forum tersebut.

Contoh lain : Apabila seseorang berniat membuat komunitas untuk kepentingan pribadinya dengan cara masuk ke komunitas yang sudah besar dan menunggangi komunitas tersebut, maka konsekuensinya harus dikeluarkan dari komunitas.

5⃣ *Perbedaan antara kesepakatan konsekuensi dengan hadiah hukuman (reward and punishment)*

Kesepakatan dan konsekuensi itu menggunakan rumus:

*_Stimulus ➡ Thinking ➡ respon_*

Faktor *_thinking_* ini yang menyebabkan kesepakatan konsekuensi lebih manusiawi, karena manusia diberikan kelebihan di sektor “berpikir”

Sedangkan hadiah hukuman (reward and punishment) memiliki rumus sbb:

*_stimulus ➡ respon_*

Hukuman dan hadiah ini meniadakan proses berpikir (thinking) sehingga sangat cocok diterapkan untuk pedoman perilaku hewan.

Contoh : kuda itu kalau baik menurut apa perintah tuannya maka diberi wortel (hadiah) apabila tidak mau menurut perintah tuannya maka langsung dipecut (hukuman)

6⃣ *Jumlah item Code of Conduct*

Code of conduct sebaiknya dibuat secara bertahap. Tiga bulan pertama di awal dibuat minimal 1 dan maksimum 3 item per divisinya. Misal Code of Conduct member (3 item), Code of Conduct Fasilitator (3 item), Code of Conduct Koordinator (3 item),
Code of Conduct Sejuta Cinta (3 item), Code of Conduct KIPMA ( Koperasi Ibu Profesional Mandiri) 3 item.

7⃣ *Bagaimana cara membumikan Code of Conduct?*

☘ Code of Conduct harus tertulis dan bisa dibaca setiap saat oleh seluruh unsur komunitas.

☘Code of Conduct harus selalu diingatkan secara periodik sampai terlihat di komunikasi bawah sadara, perilaku bawah sadar seluruh anggota dan pengurus komunitas.

☘Apabila ada pelanggaran code of conduct maka konsekuensinya harus segera dijalankan, tidak boleh ditunda.Hal ini akan memicu pelanggaran berikutnya

☘ Para koordinator dan jajaran pengurus kota adalah pemegang tonggak code of conduct di tingkat kotanya. Berhak mengambil keputusan atas konsekuensi dari berjalan tidaknya kesepakatan di kota masing-masing.

Keputusan yang diambil pengurus kota berlaku secara nasional.

Contoh : member yang sudah dikeluarkan oleh pengurus kota tertentu karena menyalahi kesepakatan, maka kota lain tidak bisa menerima keanggotaan barunya.

Para fasilitator adalah pemegang tonggak code of conduct di setiap jenjang kelas pembelajaran Ibu Profesional.

Contoh : Apabila diketahui ada fasilitator /peserta kelas berjenjang yang menggunakan materi dan konsep pelatihan baik secara utuh maupun sebagian tanpa ijin tim nasional Ibu Profesional maka akan menerima konsekuensi hukum tentang pasal plagiasi dan dikeluarkan keanggotaannya dari Komunitas Ibu Profesional.

☘ 1-3 item Code of Conduct dilatihkan, dibiasakan, dipraktekkan terlebih dahulu selama 3 bulan, kemudian lakukan evaluasi, dan tambahkan 1-3 item code of conduct di 3 bulan berikutnya

” *_Adab sebelum ilmu dan ilmu sebelum amal, maka karakter adalah yang pertama dan utama dalam sebuah perkembangan sebuah komunitas pendidikan_*”

Salam cinta saya untuk teman-teman,

/ _Septi Peni Wulandani_ /

10/20/17, 20:52 – ‪+62 812-9443-8040‬: *5. Juklak Cuti, mutasi, dll*

https://docs.google.com/document/d/1gVc7l8fJ-OcLsQPNVJoht8ahL0IlwyNn87neggBnQBQ/edit?usp=drivesdk

Silahkan dipelajari yaa
10/20/17, 20:54 – ‪+62 857-5546-9301‬: Terima kasih mbak Adit. Sedang dikunyah2 🙏
10/20/17, 20:56 – ‪+62 857-5546-9301‬: Oh ya ada jam malam ini jam brp ya mbak?
10/20/17, 21:04 – ‪+62 812-9443-8040‬: Alhamdulillah sudah disampaikan semua..

Kita diskusi malam ini dan besok yaaa…
Karena masih banyak materi yang mesti didiskusikan.
10/20/17, 21:04 – ‪+62 812-9443-8040‬: Apa sebelumnya disini ada jam malam mba Rimas?
10/20/17, 21:05 – ‪+62 812-9443-8040‬: Oiya sekalian juga, kalau hari minggu apa ada gfos di sini?
10/20/17, 21:06 – ‪+62 857-5546-9301‬: Selama ini yg saya tahu GFOS mbak. Kalau jam malam kurang tahu saya🙈
10/20/17, 21:07 – ‪+62 838-7135-3255‬: Terima kasih mba Adit… Ditelaah dulu.. ☺
10/20/17, 21:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: Noted, hari minggu gfos yaaa…
10/20/17, 21:08 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan mba Yusi
10/20/17, 21:08 – ‪+62 838-7135-3255‬: Kalau tidak salah kesepakatan kemarin jam malam mulai pukul 22. 00 cmiiw..
10/20/17, 21:09 – ‪+62 857-5546-9301‬: Wah terima kasih mbak Yusi saya yg kurang teliti brarti bacanya. Hehe🙈
10/20/17, 21:09 – ‪+62 812-9443-8040‬: Noted mba Yusi. Jamal kelas ini pukul 22.00 wib y
10/20/17, 21:10 – ‪+62 838-7135-3255‬: Kemarin d bahas d grup kota sich mba Rimas.. Kalau tidak salah kesepakatannya begitu… 🙏🏻☺
10/20/17, 21:10 – ‪+62 856-9533-3596‬: Nuhun penyampaian materinya bu fasil… dicerna dulu…
10/20/17, 21:10 – ‪+62 838-7135-3255‬: Semoga tidak salah informasi😊
10/20/17, 21:11 – ‪+62 812-9443-8040‬: Colek ketua kelas nya, mba @6285286545307 , mba @628129494876 ☺
10/20/17, 21:11 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan mba Mey
10/20/17, 21:14 – ‪+62 857-5546-9301‬: Wah ini mbak. Kalau di grup kota suka ketinggalan ratusan chat😁🙈
10/20/17, 22:08 – ‪+62 812-9494-876‬: Seingat saya, dl kalo ada diskusi, suka agak lewat dr jam 22.00 tp jika mau disepakati *jam 22.00 wib* akan jadi jam malam diluar jadwal diskusi 🙏🏻

Komen bisa dimulai pagi atau pas tahajud time ya 🙏🏻

Dan bodohnya aku masih mau menjawab dan peduli dengan pembahasan CoC komunitas ini .. 😛  (karena merasa masih didalam sini kali ya..)  dan berakhir menyesalinya… 😀

10/21/17, 04:25 – Ety Prasetya: menurutku, *saya tidak mau jadi tidak pintar* pas pas saja dan bagus untuk psikologis, dampak konsekuensinya lebih membangun daripada yang *saya tidak mau jadi bodoh* . tapi ya sudah, berarti sisini memang lebih suka diksi yang digunakan *berkonotasi negatif* yang membuat risihh, daripada diksi *berkonotasi positif* yang lebihh membangun dan mensupport. _*tapi*_ ya sudah, berarti memang tidak bisa menerima perubahan dan tidak bisa didiskusikan disini. _*noted*_ terimakasih
10/21/17, 14:25 – ‪+62 812-9443-8040‬: Baik mba Ety sayang. Keberatan mba sudah kami sampaikan ke pusat. Kita lihat nanti y keputusan dari pusat bagaimana. Agar kita bisa melangkah, supaya kelas tidak terhambat, mohon agar hal diatas di pending dulu. Krn sesuai jadwal materi akan dimulai senin dan masih banyak yang belum kita bahas disini.
10/21/17, 14:26 – ‪+62 812-9443-8040‬: Untuk pembahasan diatas ini, apakah ada keberatan?
10/21/17, 14:26 – ‪+62 812-9494-876‬: 👍🏻
10/21/17, 14:27 – ‪+62 856-2480-9283‬: Silahkan mba-mba dan bunda2 ditunggu tanggapannya karena kita akan masuk ke pembahasan yang lain
10/21/17, 14:27 – ‪+62 812-9443-8040‬: Dari list peserta, tinggal 7 orang yang belum membaca wa terakhir saya.
10/21/17, 14:27 – ‪+62 856-2480-9283‬: Mohon maaf semalam tidak bisa ikut membersamai kelas dikarenakan qadarullah hp mati dr malam
10/21/17, 14:28 – ‪+62 812-9443-8040‬: Berarti apakah semua yang sudah membaca, bisa dianggap setuju yaaa
10/21/17, 14:28 – ‪+62 812-9443-8040‬: Siap mba fiena☺🙏🏻
10/21/17, 14:28 – ‪+62 856-2480-9283‬: Iya mba sepertinya sudah terwakilkan jumlah yaa
10/21/17, 14:28 – ‪+62 856-2480-9283‬: Bagaimana mba @628129494876 selaku ketua kelas?
10/21/17, 14:28 – ‪+62 812-9443-8040‬: Yup.
10/21/17, 14:32 – Ety Prasetya: ok. noted. terimakasih
10/21/17, 14:34 – ‪+62 852-4657-8181‬: 👍🏻
10/21/17, 15:01 – ‪+62 856-9293-9702‬: 👍👍
10/21/17, 15:04 – ‪+62 812-9443-8040‬: Ok, kita lanjut ke pembahasan berikut
10/21/17, 15:04 – ‪+62 812-9443-8040‬: Sama2 mba Ety
10/21/17, 15:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: Berikut narasi dari infografis diatas.
10/21/17, 15:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: Bagian pertama
10/21/17, 15:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: *Code of Conduct Peserta Institut Ibu Profesional*

#1 ✅
*Perilaku Bermartabat*

*_Memiliki Adab yang baik sebagai peserta perkuliahan Institut Ibu Profesional_*

Konsekuensi Positif :

☘Ilmu yang didapatkannya berkah dan mendatangkan banyak kebermanfaatan.

☘Memiliki peluang besar mendapatkan kebermanfaatan sebagai member Ibu Profesional.


*Perilaku Nista* :

*_Menjalankan perilaku yang tidak beradab sebagai peserta perkuliahan Institut Ibu Profesional_*


*Konsekuensi Negatif*

Keberkahan ilmu menjadi berkurang.

Membuat suasana kelas menjadi tidak sehat

Keluar dengan kesadaran /Dikeluarkan dari kelas kota tanpa peringatan dan berlaku secara nasional.
10/21/17, 15:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan dibaca dan dicerna dulu yaaa
10/21/17, 15:09 – ‪+62 812-9443-8040‬: _menurut mba-mba semua apakah adab yang baik yang harus kita miliki sebagai peserta kelas bunsay?_
10/21/17, 15:09 – ‪+62 838-7135-3255‬: 👍🏻👍🏻👍🏻
10/21/17, 15:15 – ‪+62 812-9494-876‬: Lanjut 👌🏻 lagi dijalan 🙏🏻
10/21/17, 15:31 – ‪+62 812-9443-8040‬: Sembari menunggu tanggapan teman2 semua ,saya posting bagian kedua yaaa
10/21/17, 15:33 – ‪+62 812-9443-8040‬: #2✅
*Perilaku Bermartabat*

*_Menjadi peserta yang aktif dan bertanggung jawab selama perkuliahan di Institut Ibu Profesional_*

Konsekuensi Positif

☘Komitmen dan konsistensi diri akan makin meningkat

☘Memiliki peluang besar mendapatkan kebermanfaatan sebagai member di Ibu Profesional.

Mendapatkan peluang sebagai fasilitator nasional.


*Perilaku Nista*:

*_Menjadi peserta pasif dan tidak bertanggung jawab selama mengikuti perkuliahan di Institut Ibu Profesional_*


Konsekuensi Negatif :

☘Membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif

☘Apabila sampai sesi ke-2 di matrikulasi atau 3x berturut-turut tidak melakukan tantangan 10 hari di kelas bunda, maka keluar kelas dan harus ikut remidi batch berikutnya.
10/21/17, 15:33 – ‪+62 812-9443-8040‬: Di kunyah lagi dulu yaaa
10/21/17, 15:39 – ‪+62 857-8007-4081‬: 👍👍
10/21/17, 16:04 – ‪+62 812-9443-8040‬: Lanjut ke bagian ketiga…
10/21/17, 16:04 – ‪+62 812-9443-8040‬: #3✅

*Perbuatan Bermartabat*

*_Mempublikasikan hasil belajarnya selama mengikuti perkuliahan Institut Ibu Profesional secara bermartabat dan bertanggungjawab_*

Konsekuensi Positif

☘Kapasitas diri sebagai pembelajar yang bermartabat makin meningkat

☘Tingkat kepahaman tentang ilmu-ilmu di Ibu Profesional makin meningkat.

☘Memiliki peluang besar mendapatkan kebermanfaatan sebagai member di Ibu Profesional.


*Perilaku Nista* :

*_Memiliki niat buruk untuk mengambil, menggunakan, menjiplak materi perkuliahan Institut Ibu Profesional tanpa ijin, demi kepentingan pribadi dan golongan. Serta ingin mengkomersialkannya untuk kebutuhan diri sendiri dan golongan_*

Konsekuensi Negatif:

☘Memiliki predikat member yang tidak bermartabat.

☘Keluar dengan kesadaran/dikeluarkan dari kelas tanpa peringatan dan berlaku secara nasional

☘Hak member Ibu Profesional dicabut

10/21/17, 16:06 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan dibaca ketiga CoC diatas,
10/21/17, 16:06 – ‪+62 812-9443-8040‬: Kita diskusi terstruktur nanti malam pukul 20.00 wib. Saya dan mba fiena akan hadir dan kita diskusi bersama yaaa…
10/21/17, 16:06 – ‪+62 812-9443-8040‬: Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
10/21/17, 19:55 – ‪+62 856-9533-3596‬: Assalamualaikum bu ibu profesional semua…
10/21/17, 19:55 – ‪+62 856-9533-3596‬: 5menit menjelang diskusi dibuka…
10/21/17, 19:57 – ‪+62 856-9533-3596‬: Apakah sdh dicerna materi yg dsampaika oleh bu fasil? Mangga yg msh mengawang kita diskusi santai mlm ini…
10/21/17, 19:59 – Ety Prasetya: yang dimaksud mungkin bukan diskusi, tapi penjelasan atas materi kali ya. searah…#menurutku
10/21/17, 20:01 – ‪+62 812-9443-8040‬: Assalamualaikum. Apa kabarnya teman-teman bunsay Bogor 2?
10/21/17, 20:01 – ‪+62 812-9443-8040‬: Malam ini kita diskusi santai mengenai materi CoC diatas y yang ada di infografis.
10/21/17, 20:01 – ‪+62 812-9443-8040‬: Terimakasih mba Mey sudah membuka sesi diskusi nya.
10/21/17, 20:01 – ‪+62 856-9533-3596‬: Wa’alaikumsalam mba adit..
10/21/17, 20:02 – ‪+62 812-9443-8040‬: Insyaa Allah selama 1 jam ke depan saya dan mba @6285624809283 akan hadir di kelas ini.
10/21/17, 20:03 – ‪+62 856-9533-3596‬: Alhamdulillah kbr baik, gmn dg bunda lainny? Baru ada mba @6287870586669 niy..
10/21/17, 20:04 – ‪+62 857-5546-9301‬: Hadir menyimak mbak
10/21/17, 20:04 – ‪+62 857-8007-4081‬: Hadiirr …ikut nyimak
10/21/17, 20:05 – Ety Prasetya: selamat malam mbak fasil dan mbak @6285695333596, para korlan dan teman teman.. #efek_habis_dicolek..
10/21/17, 20:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: Alhamdulillah sudah ada beberapa peserta kelas yang hadir yaaa
10/21/17, 20:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: _menurut mba-mba semua apakah adab yang baik yang harus kita miliki sebagai peserta kelas bunsay?_
10/21/17, 20:07 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan dijawab yaa,
10/21/17, 20:18 – ‪+62 812-9494-876‬: 🤔
10/21/17, 20:21 – ‪+62 822-1812-5842‬: waalaikumsalam mba Fien, mba Adit dan mba2 lainnya..alhamdulillah kabar baik mba..
10/21/17, 20:22 – ‪+62 853-2890-7149‬: Waalaikumusalam para bunsay
10/21/17, 20:23 – ‪+62 812-9443-8040‬: Ada tanggapan mba polin?
10/21/17, 20:23 – ‪+62 812-9443-8040‬: Alhamdulillah mba Fau☺
10/21/17, 20:24 – ‪+62 856-9533-3596‬: Kalo menurut mey sih adab sebagai murid ya mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, baik dalam memahami materi dan proses pengaplikasian dikehidupan sehari-hari juga bertanggungjawab atas hasil belajar yg dipublikasikan… krn itu rapor belajar kita…
10/21/17, 20:29 – ‪+62 812-9443-8040‬: Noted mba Mey, bisa tolong di catatkan y mba, jawaban2 dari teman2🙏🏻🙏🏻
10/21/17, 20:30 – ‪+62 852-8654-5307‬: Adabnya…
Membacakan seluruh materi secara seksama … 😊
10/21/17, 20:31 – ‪+62 856-9533-3596‬: Siap👮🏻‍♀
10/21/17, 20:31 – ‪+62 852-8654-5307‬: Memberi info yg valid…
10/21/17, 20:33 – ‪+62 812-9494-876‬: Yap belajar sungguh2, mengerti materi, walau itu harus membacanya berulangkali, baca tengah malam, pake nanya bolak balik. Yg penting kita ngerti materinya
10/21/17, 20:37 – ‪+62 812-1369-4950‬: Memahami materi dan menerapkan dalam keluarga dan lingkungan
10/21/17, 20:38 – ‪+62 812-9443-8040‬: Sippp
10/21/17, 20:38 – ‪+62 812-9443-8040‬: Yuk gali lagi
10/21/17, 20:38 – ‪+62 812-9443-8040‬: Makasih mba mey
10/21/17, 20:42 – ‪+62 857-8007-4081‬: Adabnya…berdoa dan niat yg betul supaya Allah berikan kefahaman dlm belajar.mengikuti perkuliahan dgn sungguh2. melatih dan mengaplikasikan ilmu yg sdh dipelajari dlm kehidupan sehari2…🙏
10/21/17, 20:42 – ‪+62 812-9443-8040‬: _Bagaimana dengan Adab Menuntut Ilmu yang kita dapatkan saat matrikulasi? Perlu diterapkan jugakah di kelas Bunsay?_
10/21/17, 20:42 – ‪+62 812-9443-8040‬: 👍🏻mba Farha
10/21/17, 20:43 – ‪+62 856-9533-3596‬: Perlu mba… justru itu jd pedoman awal kita berilmu…
10/21/17, 20:43 – ‪+62 856-9533-3596‬: Mungkin itulah mengapa jd materi pembuka di kelas matrikulasi ya…
10/21/17, 20:44 – ‪+62 812-9443-8040‬: ☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
10/21/17, 20:44 – ‪+62 812-9443-8040‬: Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
10/21/17, 20:44 – ‪+62 812-9443-8040‬: <Media omitted>
10/21/17, 20:45 – ‪+62 812-9443-8040‬: Kita ingat2 lagi yaaa
10/21/17, 20:45 – ‪+62 822-1812-5842‬: hm..sepakat dengan mba @6285695333596, sedikit menambahkan..terkait adab lainnya yaitu senantiasa meluruskan niat dan keikhlasan dalam menuntut ilmu di kelas Bunsay, kmudian berusaha menghargai guru (dalam hal ini fasilitator kali ya) saat menyampaikan materi, memahami pelajaran yg disampaikan dengan baik dan berusaha mengamalkan ilmu yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari…
10/21/17, 20:46 – ‪+62 822-1812-5842‬: jadi merasa tersengat dengan tema diskusi malam ini yang mengingatkan kembali ttg adab menuntut ilmu 😔
10/21/17, 20:46 – ‪+62 812-9443-8040‬: 👍🏻
Krn adab sangat penting sebelum menuntut ilmu
10/21/17, 20:46 – ‪+62 812-9443-8040‬: Sampai bahasan ini ada yang mau didiskusikan lagi?
10/21/17, 20:47 – ‪+62 812-9443-8040‬: Terkait Publikasi Bermartabat, saya akan share tulisan Bu Septi.
10/21/17, 20:47 – ‪+62 812-9443-8040‬: Demi kemuliaan teman-teman. Maka kami berikan panduan bagaimana kalau ingin mempublikasikan sesuatu scr *bermartabat dan bertanggung jawab*

Tingkatan paling rendah :
*copas materi/kulwapp dg mencantumkan sumber*

Tingkatan tengah:
*membuat reviu dari hasil belajarnya dengan sudut pandang pemikiran kita*

Tingkat lanjut:
*Membuat jurnal belajar dan dipublikasikan di media massa*

Jadi kita bisa lihat publikasi paling rendah saja di IIP itu adalah *copas materi/kulwapp dengan mencantumkan sumber*

Jadi yg dimulai dari ” copas dari tetangga sebelah…” Itu nista.
10/21/17, 20:49 – ‪+62 822-1812-5842‬: mba Adit, izin bertanya terkait ini boleh?
10/21/17, 20:50 – ‪+62 856-9533-3596‬: Gimana mba adit? Boleh ya…
10/21/17, 20:54 – ‪+62 812-9443-8040‬: Silahkan mba
10/21/17, 21:01 – ‪+62 822-1812-5842‬: mba..apakah setiap member berkewajiban menshare ulang materi semisal di blog nya (meskipun dicantumkan pula sumbernya)? atau copas materi ini hanya bersifat sunnah
*duh istilahnya 🙈😅 soalnya hampir setahun gabung di IIP sifau mah jarang malah blm pernah menshare materi di blog..hhe
10/21/17, 21:04 – ‪+62 856-9533-3596‬: Pertanyaan serupa dengan mba sifau…. sejak dari matrik jarang publish materi, karena materinya disave di folder pribadi saja..
10/21/17, 21:06 – ‪+62 812-9443-8040‬: Apakah di dalam CoC tsb ada kata-kata wajib?
10/21/17, 21:06 – ‪+62 856-9293-9702‬: Haduhh telat, msh mencerna nih bacanya maaf ya mb adit n mba fiena, baru selesai dg anak2..jd malu saya terkait adab menuntut ilmu nih y😞
10/21/17, 21:09 – ‪+62 812-9443-8040‬: Tidak harus mempublikasikan apa yang dipelajari mba. Tetapi jika ingin melakukan publikasi maka lakukanlah publikasi yang bermartabat.
10/21/17, 21:09 – ‪+62 812-9443-8040‬: Saya tuliskan ulang kembali ya

_Demi kemuliaan teman-teman. Maka kami berikan panduan bagaimana kalau ingin mempublikasikan sesuatu scr *bermartabat dan bertanggung jawab*_

Tingkatan paling rendah :
*copas materi/kulwapp dg mencantumkan sumber*

Tingkatan tengah:
*membuat reviu dari hasil belajarnya dengan sudut pandang pemikiran kita*

Tingkat lanjut:
*Membuat jurnal belajar dan dipublikasikan di media massa*

Jadi kita bisa lihat publikasi paling rendah saja di IIP itu adalah *copas materi/kulwapp dengan mencantumkan sumber*

Jadi yg dimulai dari ” copas dari tetangga sebelah…” Itu nista.
10/21/17, 21:09 – ‪+62 812-9443-8040‬: Tinggal dipilih kita mau publikasi dalam tingkatan seperti apa.
10/21/17, 21:10 – ‪+62 822-1812-5842‬: sip..terimakasih pencerahannya mba
10/21/17, 21:10 – ‪+62 852-8654-5307‬: 👍🏻
10/21/17, 21:12 – Ety Prasetya: #noted #menyimak_saja
10/21/17, 21:13 – ‪+62 856-9533-3596‬: Berarti pilihannya ada di kita ya mba dan sifatnya tdk wajib jg…
10/21/17, 21:13 – ‪+62 856-9533-3596‬: Baiklah sudah lewat 12 menit dari pukul 21.00…

Masih adakah yg mau di diskusikan bunprof semua ?
10/21/17, 21:14 – ‪+62 812-9443-8040‬: Iya
10/21/17, 21:14 – ‪+62 822-1812-5842‬: insyaa Allah cukup mba klo buat Sifau…
10/21/17, 21:15 – ‪+62 856-9533-3596‬: Siap mba ety…
10/21/17, 21:16 – ‪+62 856-9533-3596‬: Wokey mba sifau..
10/21/17, 21:18 – ‪+62 812-9443-8040‬: Pembahasan diskusi wajib kita tentang CoC sudah selesai ya semuanya.

Kalau ada yang masih ingin didiskusikan kita lakukan di jam diskusi bebas.

Oh iya terkait gadget time yang berbeda.. Jika tidak bisa aktif di diskusi wajib, bisa aktif di diskusi bebas 😊
10/21/17, 21:19 – ‪+62 857-8007-4081‬: In syaa
10/21/17, 21:19 – ‪+62 857-8007-4081‬: Allah
10/21/17, 21:20 – ‪+62 856-9533-3596‬: Baik bu fasil… semoga bunprof sudah cukup jelas ya…

Bila begitu, kita cukupkan diskusi kita malam ini… terimakasih mba adit dan teman-teman semua yg sdh hadir berdiskusi dan menyimak…
10/21/17, 21:21 – ‪+62 856-9533-3596‬: Ketemu lagi awal pekan depan… selamat beristirahat, happy weekend and permios…
10/21/17, 21:21 – ‪+62 856-9533-3596‬: Wassalamu’alaikum… 🤗
10/21/17, 21:21 – ‪+62 857-8007-4081‬: 👍😘
10/21/17, 21:23 – ‪+62 822-1812-5842‬: waalaikumsalam…terimakasih kembali mba @6285695333596, mba @6281294438040, mba @6285624809283 dan mba2 lainnya..selamat beristirahat…☺☺
10/21/17, 21:38 – ‪+62 812-9443-8040‬: Untuk mengikat makna diskusi kita kali ini, silahkan mba-mba semua membuat feedback dalam bentuk tulisan y.

Boleh 1 paragraf saja.. atau mau dalam bentuk artikel di blog.. silahkan.
Di sosmed juga boleh.
Berikan hashtag dibawah ini
#kelasbunsaybogor2
#iip
#coc1 (untuk coc 1)
#coc2 (untuk coc 2)
#coc3 (untuk coc 3)

Kirimkan review ke

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeGJ4gf0_UHvg2550OG75wd0zb9CcnSK4owUTadIgd1p8FL_A/viewform
10/21/17, 21:39 – ‪+62 812-9443-8040‬: Review dikumpulkan paling lambat hari minggu, 22 oktober 2017, pukul 18.00 wib
10/21/17, 21:40 – ‪+62 812-9443-8040‬: Saya pamiiit yaaa.. Selamat malam, selamat beristirahat, selamat berpekan ria besok.
Jangan lupa mengumpulkan tugas review.
Ada 3 tugas review.
10/21/17, 21:40 – ‪+62 812-9443-8040‬: Wasalamualaikum wr wb
10/21/17, 22:27 – ‪+62 812-9494-876‬: Maaf posting lewat jam malam 🙏🏻

Tambahan Info :

_*3 buah Review dapat dibuat dalam 1 file/upload/artikel, jangan lupa hashtag-nya*_

Terimakasih dan selamat beristirahat 🙏🏻😊
10/23/17, 05:53 – ‪+62 812-9443-8040‬: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dan inilah reviewku tentang CoC IIP itu..                                  https://etyprasetya.wordpress.com/2017/10/22/review-ulasan-tentang-kode-etik-iip/

Semangat pageeeee💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻

Terimakasih kami ucapkan kepada teman-teman semua yang telah berpartisipasi dalam mengumpulkan tugas review CoC.

Untuk mba Rachma stephani darmawan link nya tidak bisa dibuka. Bisa wapri saya untuk link nya yaaa… Saya tunggu hingga hari ini pukul 16.00 wib yaaa.

Untuk mba Siti Fakhryah /Farha, mohon Ig nya jangan di gembok yaaa… Review gak bisa dibaca☺

Dan pembahasan CoC masih juga dibahas di forum Kota. Bukan lagi dikelas, dan lagi lagi aku masih saja mau menanggapi (bodoh kuadratku.. 😛 ) Berharap mereka mau memperbaiki dan kualitas komunitas ini menjadi baik. dan sekali lagi aku salah saudara saudara..:-D

Mangga yg jam online nya sekarang, qta chit chat ttg CoC yaa..
10/31/17, 19:26 – ‪+62 856-2781-320‬: Siyaaaaappp
10/31/17, 19:26 – finny iip: xixixi… gpp, semangatny pagi terus mbaaak ☕🍰
10/31/17, 19:27 – ‪+62 856-1120-842‬: 😍😍😍
10/31/17, 19:28 – finny iip: saya share one bite at a time supaya mudah diskusinya.. Nanti akan dshare juga versi pdf nya yaa
10/31/17, 19:28 – ‪+62 856-2781-320‬: COD
COC
SC
NHW
GFOS..

nah lho… banyak istilah ternyata..😄

Harus merapattt inih..
10/31/17, 19:28 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 19:31 – finny iip: 😂😂😂

KC blm masuk tuuh 😆
10/31/17, 19:31 – finny iip: simplenya ini hukum etika yg berlaku di IIP yaa..
10/31/17, 19:31 – ‪+62 821-2243-6484‬: Malem semangat pagi mbaa ☺☺☺
10/31/17, 19:32 – finny iip: haii mbak Stefanii.. ✋🏻
10/31/17, 19:32 – ‪+62 856-2781-320‬: Noted.
10/31/17, 19:33 – finny iip: btw.sudah ada siapa sajakah ini yg sedang online? 🙋🏿
10/31/17, 19:33 – ‪+62 857-5546-9301‬: Wah mbak Finny semangatnya on terus yaa😁👍 selalu on fayah deh kayanya😁😁
10/31/17, 19:34 – ‪+62 856-1120-842‬: Sayaaa
10/31/17, 19:34 – ‪+62 812-8790-6193‬: Ikut hadiir 😁
10/31/17, 19:34 – finny iip: abis refresh..abis makan juga 2 piring.. ma telor, rendang, soun, tempe.. #eehhh 😆
10/31/17, 19:35 – ‪+62 857-5546-9301‬: 😱😱😱 bagi dong mbaaak. Jd laper😁😅
10/31/17, 19:35 – ‪+62 822-1812-5842‬: saya mba
10/31/17, 19:38 – ‪+62 811-869-237‬: Nyimak, tp nyambi buat soal ujian
10/31/17, 19:39 – finny iip: assiiik ada mbak Sifau, mbak Rimas, mbak Ratu, mbak Stefani, mbak Arni dan mbak Teduh.. 🍱🍱🍱🍱🍱🍱

Udah kebagian semua kan yaa.. 😁
10/31/17, 19:40 – finny iip: baik mbak.. silahkan.. saya juga nyambi lg ngasih tugas ke anak2 biar ibunya bisa OL 🙊
10/31/17, 19:42 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 19:42 – ‪+62 822-1812-5842‬: makasih mba Finny atas kiriman bentonya mba..cocok bwt anak kosan 😅
10/31/17, 19:44 – ‪+62 811-869-237‬: Waaa makasih mbaaa 😘
10/31/17, 19:44 – ‪+62 899-7500-694‬: Walaykumsalam….Bu Kordi keceee.. 😚
10/31/17, 19:45 – ‪+62 899-7500-694‬: KC
10/31/17, 19:45 – ‪+62 821-2243-6484‬: Duduk manis,maem bento 🍴
10/31/17, 19:45 – ‪+62 857-5546-9301‬: Mksh mbak Fin😍
10/31/17, 19:45 – ‪+62 857-9207-0302‬: menyimak mba sambil ngelonin anak😊🙏🏻
10/31/17, 19:46 – finny iip: ma sam mbak Teduh, mbak Sifau, mbak Rimas dan mvk Stefani

#berasa pengen jd anak kos
10/31/17, 19:46 – finny iip: mangga mbak Cintya..
10/31/17, 19:47 – finny iip: Duluuu.. di IIP itu ga ada yg namanya CoC.. knapa sekarang ada ya? ada yg tauuu?
10/31/17, 19:48 – ‪+62 856-9533-3596‬: Hadir mba finny… #nyimak..
10/31/17, 19:48 – ‪+62 811-869-237‬: Kesepakatan yang membuat komunikasi menjadi lebih enak 😊
10/31/17, 19:49 – ‪+62 856-2781-320‬: Karena ada “something” kah?

Dan sepertinya “something” yg cukup penting dan genting jadi harus release COC

Begitukah mba?.
10/31/17, 19:51 – ‪+62 821-2243-6484‬: Ada pelanggaran mba ,makanya butuh kode etik..
10/31/17, 19:52 – ‪+62 857-9207-0302‬: tanpa CoC anggota grup bebas bertindak. dengan adanya CoC menjadi lebih ada batasan “baik” sehingga anggota harus mentaati. artinya kalau yang tidak sesuai mungkin seperti ada punishment.hihi.sok tau maaf😁🙏🏻
10/31/17, 19:54 – finny iip: tak ada yg perlu dimaafkaan.. kan pendapat namanya juga..
10/31/17, 19:55 – finny iip: 🍩🍩🍩🍩🍩
dpt donat satu2 niy buat yg udah menyampaikan pendapatnya.. 😄
10/31/17, 19:55 – ‪+62 838-1165-6363‬: Supaya semakin beradab kitanya mba 😎
10/31/17, 19:56 – ‪+62 822-1812-5842‬: sebagai rules dalam menjalani kegiatan belajar di IIP kali ya mba, meskipun selama ini sudah ada rules yg berlaku tp dg COC ini diharapkan mampu menjadikan setiap anggota komunitasnya memiliki value yang bermartabat dan beradab,,*cmiiw
10/31/17, 19:56 – ‪+62 838-1165-6363‬: #makandonat nomnomnom
10/31/17, 19:56 – ‪+62 857-9207-0302‬: makasih mbaa..hmm gagal diet deh.sambil tetep makan🍩😋
10/31/17, 19:56 – ‪+62 822-1812-5842‬: donatnya menggoda 😍😍🙈
10/31/17, 19:59 – ‪+62 852-3374-0125‬: Mgkin ada *something* sehingga diberlakukan CoC. Berarti komunitas IIP ini semakin lebih baik ya mbak Finny. Ada hukum etika yg nntinya jadi acuan dan juga batasan untuk membernya. Kita jadi semakin bertanggung jawab atas ilmu yang diperoleh di IIP
10/31/17, 20:00 – ‪+62 856-9533-3596‬: Yups… perlu rules yg sepaham dg value IIP agar kita berkomunitas dengan bahagia… bisa ditaati dan dijalankan bersama…
10/31/17, 20:03 – finny iip: ini jawabannya udah keren2..

saya hanya sedikit menambahkan.. Member IIP sekarang semakin banyaaak, komunitasnya semakin Besar.. dan latar belakang member yg bermacam2 serta berbeda akan sangt memungkinkah utk terjadi hal2 yg tidak kita kehendaki diluar value yg diusung oleh IIP.

Daan.. agar kita bisa menjaga kenyamanan kita bersama dalam berkomunitas.
sehingga kita *berbahagia di komunitas* ini
10/31/17, 20:03 – ‪+62 899-7500-694‬: Ada sesuatu yang unch unch.. 😋

#langsungdigetokbukordi
#kabuuurr
10/31/17, 20:04 – finny iip: melihat jawaban dr temen2 di atas, bener2 deh.. udah saling melengkapi, kereen..
10/31/17, 20:05 – finny iip: jangan kabur neng, cilok nya manaa?
10/31/17, 20:05 – finny iip: saya lanjutkan dulu yaa..
10/31/17, 20:06 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:07 – ‪+62 899-7500-694‬: 🍡🍡🍡 << cilok 👉🏻👈🏻😗
10/31/17, 20:07 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:08 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:08 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:09 – finny iip: silahkan dibaca dan diresapi dulu..
#saya ngunyah cilok dr mbak Nonie dulu 🤤
10/31/17, 20:10 – finny iip: btw,ad yg mau kasih contoh kesepakatan apa saja yg sudah dibuat di grup IIP?
10/31/17, 20:11 – ‪+62 856-2781-320‬: Berattt euy materinya. Cilok kurang nendang sepertinya

🍜🌶 indom*e pedes pake 🍚 😁
10/31/17, 20:11 – ‪+62 818-102-738‬: Uwooow.. manjat dulu yaaa pelan2
10/31/17, 20:12 – finny iip: gue bgt ini mie+nasi..
good bye diet 👋
10/31/17, 20:12 – ‪+62 856-2781-320‬: Grup kelas maksudnya mba?..
10/31/17, 20:12 – finny iip: grup kota.. aka grup IPB ini mbak..
10/31/17, 20:15 – ‪+62 857-5546-9301‬: Mengunyah dulu mbak pelan2 🤤🤤
10/31/17, 20:15 – finny iip: butuh tangga mbak Nita..? 😁
10/31/17, 20:16 – ‪+62 818-102-738‬: 😝😝
10/31/17, 20:16 – ‪+62 899-7500-694‬: Aku mah mie nya 2 + telornya + nasi.. Welcome perut endud 😝
10/31/17, 20:16 – ‪+62 899-7500-694‬: Haiii mba Nitaaa😚
10/31/17, 20:16 – ‪+62 818-102-738‬: Haaiii mbak nonieee 😘😘
10/31/17, 20:16 – ‪+62 818-102-738‬: Mau atuhlah mie’nyaa 😍😍
10/31/17, 20:19 – ‪+62 856-2781-320‬: Dilarang posting 🚫 yang berbau. (Sara, politik dll)
10/31/17, 20:20 – finny iip: naahh ini contoh “konsekuensi logis” yak😁
10/31/17, 20:21 – finny iip: 👍🏻👍🏻 💯
10/31/17, 20:22 – finny iip: jika ada yg memposting seperti ini konsekuensi nya membuat komunitas menjadi tidak nyaman, tidak bahagia ya..
10/31/17, 20:23 – finny iip: ada yg lain kah? klo belum ada.. kita lanjut yaa..
10/31/17, 20:24 – ‪+62 857-5546-9301‬: Dilarang memposting materi kecualo dg sumber yang jelas. Dan dilarang mempublikasikan materi dr iip tanpa mencantummkan sumbernya.
10/31/17, 20:25 – finny iip: betulll 💯
10/31/17, 20:27 – ‪+62 856-4023-4363‬: wah sudah ramai..baru hadir mba..🙋🏻
10/31/17, 20:27 – ‪+62 812-9721-0598‬: Waalaikumsalam mba fin…maaf baru manjat dan nyimak 🙏🙇🏼‍♀
10/31/17, 20:27 – finny iip: yg ini ada yg mau memberikan pendapatnya kahh..

Pembahasan mulai dari sini ya… CoC di  IIP forum Kota… 😀 hehehhe… 😀 

Apa beda konsekuensi dan hukuman?
10/31/17, 20:28 – finny iip: mangga mbak Ken, mbak Nuning.. silahkan duduk ☕🍩 ☕🍩
10/31/17, 20:30 – Ety Prasetya: agak mirip memang antara konsekuensi dan hukuman yg ditulis disitu 👆👆
10/31/17, 20:30 – Ety Prasetya: kesannya koq orang mau menghukum itu nggak pake mikir.
10/31/17, 20:31 – finny iip: hai mbak Ety… 👋 lama tak bersua kitaaa 😊
10/31/17, 20:31 – Ety Prasetya: hai juga…😊😊
10/31/17, 20:32 – Ety Prasetya: alias pake emosi doang
10/31/17, 20:34 – finny iip: yg menghukum atau yg dihukumnya mbak? 😁
10/31/17, 20:34 – ‪+62 812-8822-0766‬: Baru dateng..langsung nyimak… 😁😁 manjat nya ntaran dulu dah🚶🏻‍♀
10/31/17, 20:34 – ‪+62 856-4023-4363‬: konsekuensi itu sudah diketahui oleh si pembuat kesalahan apabila melanggar krn telah ada kesepakatan sebelumnya.
Tapi hukuman tidak..hukuman diputuskan sepihak oleh pemegang wewenang.😁
10/31/17, 20:37 – finny iip: saya ambil kesimpuln jd yg melalui proses thinking ini adalah orang yg berbuat nya ya mbak Ken..
10/31/17, 20:38 – ‪+62 856-4023-4363‬: sepertinya begitu mba..😁
10/31/17, 20:38 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:40 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:40 – finny iip: <Media omitted>
10/31/17, 20:41 – finny iip: 👍🏻👍🏻
10/31/17, 20:41 – Ety Prasetya: keduanya.
10/31/17, 20:42 – finny iip: ini dia CoC member IIP
10/31/17, 20:42 – finny iip: dan ini
10/31/17, 20:44 – ‪+62 838-0623-7780‬: Nyimak jg bu fin🙇‍♀
10/31/17, 20:46 – Ety Prasetya: dan sampai hari ini aku masih nggak ngerti dengan aturan yang seperti itu di komunitas ini, apakah waktu pembuatannya sudah melibatkan orang orang yang benar benar memahami setiap kata yang dibuat (misal; ahli hhukum, ahli bahasa dan psikolog) atau hanya sekedar agar orang tetap berada pada role ini. COC itu ibarat SOP dalam perusahaan yang artinya semua orang harus tahu dan sadar akan konsekuensi dan sanksi. Bukan hukuman. Karena sanksi itu sudah termasuk dalam hukuman itu.
10/31/17, 20:47 – Ety Prasetya: dan karena ini sebuah komunitas, berarti ada evaluasi untuk COC itu agar sesuai dengan kemajuan cara berpikir orang orang yang katanya profesional atau sedang belajar menuju profesional.
10/31/17, 20:48 – Ety Prasetya: #menurutku
10/31/17, 20:49 – mirazeti IIP: Berat bahasan dan bahasanya… 🙈
10/31/17, 20:51 – Ety Prasetya: hahhhaha…😀 kan lagi belajar 😛 #aku_juga
10/31/17, 20:51 – finny iip: maaf ada iklan dulu.. 😁
10/31/17, 20:53 – finny iip: mbak Ety sudah betul2 membaca dan berusaha memahami CoC ini berarti 👍🏻

kereeen, as always.. 😍
10/31/17, 20:54 – finny iip: CoC ini sudah dibuat oleh tim kordinas IIP pusat. Di dalamnya ada orang-orang yg professional di bidangnya masing2
10/31/17, 20:54 – Ety Prasetya: ini sudahh pernah dibahas di kelas bunsay tempatku kemarin.
10/31/17, 20:55 – Ety Prasetya: dan dalam banyak hal memang beberapa katanya terkesan membully.
10/31/17, 20:55 – finny iip: betuull 💯 akan ada evaluasi tentunya untuk CoC ini.
10/31/17, 20:56 – finny iip: dari teman2 yg berproses untuk professional 🤗
10/31/17, 20:56 – Ety Prasetya: dan aku mengkoreksi disana, bahkan menulis reviewnya secara terbuka di blog ku.
10/31/17, 20:58 – Ety Prasetya: komunitas ini jika memang ingin maju, majulah secara kualitas, bukan maju secara kuantitas. dan jika memang ada evaluasi, berarti ada niat baik untuk itu.
10/31/17, 20:58 – ‪+62 878-2341-1195‬: Keren mba Ety, pernyataan yang bernas. Saya mau link blog nya ya. Trims 😊👍🏻
10/31/17, 20:59 – Ety Prasetya: evaluasi itu penting mengapa? karena tidak semua aturan jaman baheula itu sesuai dengan jaman sekarang. dimana semua berubah sesuai dinamikanya.
10/31/17, 20:59 – finny iip: sudah bagus mbak, mengungkapkan review atas sesuatu yg masih belum bisa diterima. u’r professional 😍
10/31/17, 21:00 – finny iip: silahkan dishare mbak Ety..
10/31/17, 21:01 – Ety Prasetya: kita akan menjadi profesional ketika kita berhadapan dan menyandang kata *profesional* seperti misi IIP kan? Ibu Profesional.
10/31/17, 21:01 – Ety Prasetya: apanya?
10/31/17, 21:01 – finny iip: link blognya mbak.. 😊
10/31/17, 21:01 – Ety Prasetya: blognya? atau pernyataanku di kelas bunsay?
10/31/17, 21:02 – Ety Prasetya: https://etyprasetya.wordpress.com/2017/10/22/review-ulasan-tentang-kode-etik-iip/
10/31/17, 21:02 – finny iip: noted
10/31/17, 21:04 – ‪+62 856-9533-3596‬: mantep mba ety 😍, noted 👍
10/31/17, 21:04 – finny iip: tentang ini.. teman2 ada yang mau berbagi pemahaman?
10/31/17, 21:06 – Ety Prasetya: tidak terlalu panjang memang, tapi pada dasarnya pembuatan aturan main / COC/ SOP itu bisa dimulai dari kata kata yang pas dan bisa dipahami oleh semua pihak dengan satu asumsi saja sehingga artinya tidak bias.
10/31/17, 21:09 – Ety Prasetya: seriusan..? mudah mudahan. who knows?
10/31/17, 21:12 – finny iip: yg kita lakukan sekarang adalah menyamakan pemahaman di CoC ini mbak.. tentunya setiap orang punya pemikiran dan sudut pandang yg berbeda.

Dan saya sangat mengapresiasi semua perbedaan itu 😊
10/31/17, 21:14 – finny iip: mudah2an.. insyaAllah.. CoC ini dikenalkan, dibumikan, dan akan dievaluasi stelah 3 bulan mendatang.
10/31/17, 21:16 – Ety Prasetya: jika kaliamat dan kata kata di COC itu memang sudah benar artinya tidak bias, maka tidak perlu ada pemahaman lain selain yang termaktub disana. Namun jika masih ada yang berbeda, berarti COC masih bias dan harus ada perbaikan/evaluasi untuk COC itu.
10/31/17, 21:16 – Ety Prasetya: noted.
10/31/17, 21:17 – ‪+62 878-2341-1195‬: Well explained mba Ety. Saya setuju di beberapa poin terutama di poin tentang kata ‘nista’. Masyarakat sudah terlanjur sensitif dng kata ‘nista’. ✌🏻
Namun demikian saya menghargai effort tim penyusun CoC IIP.
Arena belajar iip tentunya adalah arena yang baik utk saling menerima masukan bukan 😊🙏🏻
10/31/17, 21:17 – finny iip: bias atau umum mbak?
10/31/17, 21:18 – Ety Prasetya: yups.. itu makanya ketika disuruh mereview, aku sudha berusaha serius nggarapnya..😛
10/31/17, 21:18 – Ety Prasetya: tidak bias
10/31/17, 21:19 – Ety Prasetya: tidak bias itu berarti bias diartikan secara harafiah..
10/31/17, 21:19 – ‪+62 857-5546-9301‬: Mbak Ety 😍😍😍. Mantab bgt reviewnya. Menyimak 🙇‍♀
10/31/17, 21:19 – Ety Prasetya: tidak bias berarti *bisa* diartikan secara harafiah #typo
10/31/17, 21:20 – ‪+62 856-2781-320‬: Terkait silent reader.
(Saya kadang termasuk sr 🙈) Apakah masuk dalam coc grup iip ini mba?…
10/31/17, 21:20 – ‪+62 857-5546-9301‬: Sama mbak 😁🙈
10/31/17, 21:20 – Ety Prasetya: kalau menurutku mau SR atau tidak jika sudah berada disini / dalam komunitas ini ya *termasuk*
10/31/17, 21:21 – ‪+62 856-2781-320‬: Konsekuensinya kan pasti group jd kurang nyaman… lalu adakah sanksi untuk diriku?…
10/31/17, 21:21 – finny iip: dengan mbaK Arni berkomentar dsini,apakah masih disebut Silent Reader? 😁
10/31/17, 21:22 – ‪+62 857-5546-9301‬: Brarti silent reader termasuk sebuah pelanggaran yaa?😱
10/31/17, 21:22 – ‪+62 852-1038-7508‬: maaf baru menyimak, seminggu ini sedang ada kegiatan full baru bisa buka watsap utk manjat di jam jam segini 😭🙏🏻

*sedang mengunyah materi
10/31/17, 21:22 – Ety Prasetya: hahhahah…😀 sanksinya nulis halus kasar *nggak jadi SR lagi* seribu baris ya..😛 #kidding
10/31/17, 21:24 – finny iip: Nope.. bukan di SR nya.. tp tidak ada *kontribusi* nya..
10/31/17, 21:24 – finny iip: *Berbagi dan Melayani* that’s the point
10/31/17, 21:25 – Ety Prasetya: lha ini aku termasuk apa? nggak *berbagi* dan *melayani* tapi *mengoreksi*..😛
10/31/17, 21:26 – Ety Prasetya: termasuk *kontribusi* atau *ngrecoki* ini…😀 😛
10/31/17, 21:27 – finny iip: Tahukah teman2.. bahkan di jajaran ketua rumbel saja ada yg sangat sangat jarang bisa kita baca ketikan jarinya..
Tapi, beliau ketika ada kegiatan offline sangat aktif.. 😍
10/31/17, 21:27 – Ety Prasetya: hhhahaha…😀 yo wis silahkan dilanjut mbak @6281220596321 ..😀 aku pamit dulu
10/31/17, 21:28 – Ety Prasetya: selamat berdiskusi untuk semua ibu disini..😀
10/31/17, 21:28 – ‪+62 899-7500-694‬: That’s a *POINT*
10/31/17, 21:28 – ‪+62 812-8790-6193‬: Berbagi sudut pandang sepertinya mba 😄
10/31/17, 21:29 – Ety Prasetya: 👍👍😁😁💐💐
10/31/17, 21:29 – ‪+62 857-5546-9301‬: Semacam ini. Noted mbak
10/31/17, 21:29 – finny iip: waah.. ini keikhlasannya terlalu dalam kayaknya..

Mbak Ety sudah berkontribusi sebagai Narsum kulwapp, berbagi ilmu, jadi Penasihat dan pembimbing KC..

Mau termasuk yg mana lagi mbak..

Bahkan koreksi adalah salah satu *berbagi pemahaman dari sudut pandang yg berbeda* ❤
10/31/17, 21:31 – ‪+62 812-9721-0598‬: 👍👍😍
10/31/17, 21:31 – ‪+62 857-5546-9301‬: 😍😍🙀
10/31/17, 21:32 – finny iip: nah.. mbak Ratu satu ide dengan saya ternyata 😘
10/31/17, 21:32 – ‪+62 838-1165-6363‬: #menyimak
10/31/17, 21:33 – ‪+62 838-1165-6363‬: Masih loading nih mba otak aku..
10/31/17, 21:34 – finny iip: tak apa mbak Dita, bahkan ini hal yg baru juga utk saya.. jd kita akan sama2 belajar ya..
10/31/17, 21:34 – ‪+62 856-2781-320‬: 🍱 Dinner yang bergizi malem ini mba finni.. penuh vitamin dan nutrisi 🍋🍊🍍🌽🥒🍆
10/31/17, 21:35 – ‪+62 838-1165-6363‬: Iya mba.. mau mencoba mengerti maksud mba Ety yang bias itu
10/31/17, 21:35 – finny iip: Besok setelah jadwal harian, saya akan lanjutkan pembahasan CoC ini. sekarang undur diri dulu yaa 🙏
10/31/17, 21:35 – ‪+62 838-1165-6363‬: Mau membaca coc nya kembali
10/31/17, 21:36 – ‪+62 838-1165-6363‬: Siap mba finny, terima kasih banyak🍒
10/31/17, 21:36 – ‪+62 838-1165-6363‬: Aku kasi manisan cherry aja..kuenya kapan2 😅
10/31/17, 21:36 – ‪+62 838-1165-6363‬: Passss lagi bikin infused water
10/31/17, 21:37 – finny iip: jd silahkan yg masih ingin menyampaikan pendapat, pernyataan dan pertanyaannya masih ditampung yaa.. 🤗
10/31/17, 21:37 – finny iip: ini kode buat saya kyknya, dinner seharusnya buah2an dan sayur yak.. bukan yg berat2..

makasih mbak Arni ☺
10/31/17, 21:38 – ‪+62 857-5546-9301‬: Terima kasih mbak Fin. Dicerna dengan baik dulu. Mesti pelan2 ini biar diserap gizinya☺
10/31/17, 21:39 – finny iip: saya pamit duluan.. wassalamu’alaikum..
10/31/17, 21:39 – ‪+62 878-2341-1195‬: Saya suka penggunaan kata ‘bermartabat’ di dalam CoC. Menunjukkan sekali bagaimana seorang wanita, istri, dan ibu harus bersikap dengan elegan.
Beberapa hal saya masih agak gatel dan tidak sependapat. Beberapa saya dapat cerna dan terima. Alhamdulillah disini banyak orang baik yang kritis dan berpikir terbuka. Terimakasih ya
10/31/17, 21:40 – finny iip: ditungguuu..

Dan ternyata ada yang sependapat dengan apa yang kusampaikan tentang CoC. Aku lupa namanya.  😀 aku bahagia, ternyata ada yang waras juga kayak aku.. 😛 atau malah kebalikannya ? kami berdua yang nggak waras disini..?

10/31/17, 21:41 – ‪+62 811-869-237‬: sorry ketinggalan, terlalu serius bikin soal 😁
10/31/17, 21:43 – ‪+62 811-869-237‬: ttg CoC, adakah disini yang guru bahasa? karena saya akan berkomentar sesuai dengan pengetahuan saya, dan bahasa bukan ranah saya
10/31/17, 21:43 – ‪+62 812-8499-6269‬: Buat mahasiswanya ya bu😊
10/31/17, 21:44 – ‪+62 811-869-237‬: iya mbaa…mereka mau ujian 😁 buat 2 soal aja kok ya engga’ selesai2
10/31/17, 21:44 – ‪+62 811-869-237‬: dalam awal kelas, memang selalu diberikan aturan2 main yang membantu komunikasi diantara dua pihak
10/31/17, 21:44 – ‪+62 812-8499-6269‬: Giliran di akhir ntar dosen nya ya yg di kejar2 hihi
10/31/17, 21:45 – ‪+62 812-8499-6269‬: 👍🏻benarr
10/31/17, 21:45 – ‪+62 811-869-237‬: bahasa yang digunakan harus bahasa yang dapat dipahami dengan jelas oleh kedua pihak
10/31/17, 21:46 – ‪+62 811-869-237‬: bahasa yang digunakan bahasa yang memiliki satu arti bagi semua
10/31/17, 21:46 – ‪+62 811-869-237‬: itu sebabnya engga’ boleh punya banyak arti, saya pikir ini yang disebut dengan bisa
10/31/17, 21:46 – ‪+62 811-869-237‬: eh bias
10/31/17, 21:46 – ‪+62 811-869-237‬: jadi akan lebih baik jika semua bahasa atau kata yang digunakan didefinisikan terlebih dahulu
10/31/17, 21:48 – ‪+62 811-869-237‬: seperti kata memiliki integritas tinggi, apasih yang dimaksud dengan integritas tinggi?
10/31/17, 21:48 – ‪+62 811-869-237‬: apakah kata yang dimaksud sesuai dengan apa yang ditangkap dengan pembaca?
10/31/17, 21:49 – ‪+62 811-869-237‬: karenanya dibutuhkan pendefinisian2 kata2 yang digunakan
10/31/17, 21:49 – ‪+62 811-869-237‬: yaaa keluar deh bahasa matematikanya 🤦‍♀
10/31/17, 21:50 – ‪+62 811-869-237‬: kemaren juga sempet sedikit dibahas dikelas bunsay #3 ttg silent rider
10/31/17, 21:51 – ‪+62 811-869-237‬: bahwa kami harus merespond jika sudah membaca, yg menurut saya itu tidak efektif
10/31/17, 21:51 – ‪+62 811-869-237‬: terbayang jika setiap orang harus bilang, nyimak dalam grup yang terdiri atas 85 orang
10/31/17, 21:53 – ‪+62 838-1165-6363‬: Kalau SR kena sangsi berarti SR= orang yang melakukan perbuatan nista? Begitu kah mba Teduh? Seriusan ini aku masi baca COC terus ngerasa bahasa Indonesia aku masih cetek banget
10/31/17, 21:54 – ‪+62 811-869-237‬: jadi menurut saya, karena saya sebagai peserta disini, artinya saya sebagai obyek yang harus mengikuti aturan, dapatkah kata-kata yang digunakan didefinisikan atau disamakan artinya terlebih dahulu sehingga semua orang paham
10/31/17, 21:54 – ‪+62 899-7500-694‬: Wah, harus? 😳
10/31/17, 21:54 – ‪+62 838-1165-6363‬: Ini sepertinya salah satu yang sangat aktif offline💪🤗🤗🤗
10/31/17, 21:54 – ‪+62 838-1165-6363‬: Eh muncul 🙈🙈🙈 peluk jauh mbaaa!!
10/31/17, 21:55 – ‪+62 811-869-237‬: itu pendapat saya ya mba-mba
10/31/17, 21:55 – ‪+62 899-7500-694‬: Itu akuu 🙋🏼😆
10/31/17, 21:56 – ‪+62 811-869-237‬: asli gatel banget pingin ngomong ini, makanya malah engga’ ikutan diskusi di kelas bunsay kalakah ngobrol disini
10/31/17, 21:56 – ‪+62 899-7500-694‬: 😘😘🤗
10/31/17, 21:57 – ‪+62 811-869-237‬: mudah2an tidak menjadikan nambah masalah ya ibu2….:)
10/31/17, 22:00 – ‪+62 812-8499-6269‬: Terima kasih mb @62811869237 & temen2 semua yg sudah menyampaikan aspirasinya tentanf coc ini.insyaAllah masukan2nya akan kami sampaikan ke bu Septi dan tim di pusat.

Nah, sampai disini apakah tersampaikan atau tidak ke pusat siapa yang tahu..? 😀

10/31/17, 22:00 – ‪+62 853-2890-7149‬: Baru kelar manjat jauh dan ketinggalan 😅
10/31/17, 22:01 – ‪+62 812-8499-6269‬: InsyaAllah tidak menambah masalah ,terima kasih atas masukannya🙏🏼
10/31/17, 22:01 – ‪+62 812-9116-6536‬: MasyaAllah mba Anies😍😍
Maaf saya telat (pake banget) masuk group🙏
Ketinggalan diskusi yg super2😍😍
Ada COD dan COC😍😍
Izin…🙋🏻🙋🏻saya cerna pelan2
10/31/17, 22:01 – ‪+62 899-7500-694‬: Sebenernya bukan mkst untuk mnyebut kita itu sbgai penista..

Sekarang perbuatan² yg tidak bermartabat itu apa kita mau melakukannya? Tidak kan? Maka hindarilah perbuatan yg tdk bermartabat tsb di dlm berkomunitas.. Berkomunitaslah dengan bahagiaa 🤗🤗😘😘
10/31/17, 22:01 – ‪+62 812-9116-6536‬: 😍👍👍
10/31/17, 22:02 – ‪+62 812-9116-6536‬: Penutup yg super mba Nonie😘
10/31/17, 22:02 – ‪+62 812-9116-6536‬: Mohon maaf diskusi nya disudahi dulu ya,karena sudah waktu nya off teman2🙏
Kita lanjut besok,sebelum mba polin mulai😁😁
11/1/17, 03:55 – Ety Prasetya: 👍👍 ternyata ada yg sepikiran.. 😊
11/1/17, 03:57 – Ety Prasetya: agree..👍👍
11/1/17, 05:52 – ‪+62 856-2781-320‬: 😁… betul. Tapi insyaallah ibu2 disini mah memang benar2 berniat untuk belajar, jadi semoga tidak seluruh 85 orang tadi yang hanya merespon dengan kata “nyimak”. Tapi pasti ada yang respon baliknya berupa pertanyaan..

Saya melihatnya disini lebih ke arah *adab* kita terhadap pemberi ilmu. Karena belajarnya onlen maka salah satu parameter termudah yg bisa dilihat bahwa sesuatu yg disampaikan itu bisa “nyampe” dan dimengerti adalah dgn merespon.

Jadi menurut saya nih punten sebelumnya ya 🙏🏼 poinnya bukan pada keharusan mengetik kata “nyimak” tapi *aktif* saat dibuka sesi diskusi dan tanya jawab that’s the point 😊
11/1/17, 05:56 – ‪+62 811-869-237‬: Yg ini saya setuju, di awal kelas bunsay fasil minta kita merespon jika sudah membaca, even just for say nyimak tp belum bisa komen
11/1/17, 05:57 – ‪+62 811-869-237‬: Akibatnya, seseorang bisa ketinggalan chat hanya krn kalo membuka chat takut tdk sempat merespon, ini yg sempat membuat ganjalan hati
11/1/17, 06:00 – Ety Prasetya: aku sering lho padahal ngetik *nyimak*..😊😊😃😃 #serius
11/1/17, 06:00 – ‪+62 856-2781-320‬: Siipp 😃 betul ganjalan dihati bikin gak enak mba..👌 Menurut saya mumpung CoC ini masih dalam tahap sosialisasi maka sebisa mungkin manfaatkan waktu untuk bertanya saat diskusi kelasnya dibuka.. (poin yang dibicarakan ini sepertinya masuk ke coc kelas. Bukan di coc iip kota yah… cmiiw )

Karena ujungnya kan nanti muncul kesepakatan.. nah sebelum kesepakatan muncul maka proses clear and clarify nya harus bener2 jozzz jadi ujungnya akan tercapai yaitu suasana dan kondisi kelas yang harmonce alias harmonis.. 😍😍😘
11/1/17, 06:02 – ‪+62 852-3374-0125‬: Yuph, setuju banget sama mbak Arni 😘😘👌🏻
11/1/17, 06:02 – ‪+62 811-869-237‬: Setuju banget
11/1/17, 06:07 – ‪+62 856-2781-320‬: Betul inih mba. Sayapun begitu kadang terlewat.. karena memang “gadget time” tiap ibu berbeda pastinya. Jadi jika belum bisa aktif dalam diskusi maka baca dulu sendiri, pahami, lalu bertanya ke fasil atau korbul jika ada yang belum dipahami. Karena biasanya pasti ada jeda waktu antara posting materi dan sesi diskusi jadi kita bisa kunyah pelan2.
Jika tdk bisa respon saat materi diposting.. maka ayo kita “kejar” saat sesi diskusi 😉
11/1/17, 06:22 – ‪+62 856-9136-8065‬: 👍👍👍
11/1/17, 07:37 – finny iip: Assalamu’alaikum warahmatullah.. semangat pagiii ibu prof.. ☕

jazaakunnallah khaiir.. atas sumbangsih ide dan pendapatnya yaa.. Seneng bgt member IIP Bogor mah kritis2 👍🏻👍🏻👍🏻😍💐

Itu tanda temen2 mencintai dan merasa memiliki komunitas ini 🌷

Sun sayang atu atu 😘
11/1/17, 07:38 – finny iip: Pendapat temen2 insyaAllah sudah tersampaikan ke tim pusat ya.. 👍🏻
11/1/17, 07:43 – finny iip: 👍🏻
11/1/17, 07:44 – finny iip: Dari diskusi semalam, saya akan ambil satu point ttg
*Silent Reader*

Menurut temen2 *SR* tuh kyk gmana sih?
11/1/17, 07:49 – ‪+62 852-2960-2622‬: Maafkan baru sempat online mbak. Kerjaanan ranah publik dan domestik lg bareng2 datengnya. Jam online nya berubah total. Ini nyelip2 waktu sbntr sblm start dng kerjaan kantor lagii. Manjatnyaa jauuhh sekali. CoC meski sudah dibahas di grup kelas bunsay, disini makin dlm diskusinyaa..
11/1/17, 07:53 – ‪+62 852-2960-2622‬: Mumpung online nanggapi ya mbak. Sbnrnya mgkn tdk ada yg mau jd sekedar SR mbak. Ber husnudzon bahwa tiap kita pnya jam online yg kdg juga masih berubah2 klo ada kondisi tertentu. Pas bisa online ehh diskusi sudah slse. Jadilah waktu onlinenya buat manjat diskusi dan memahami apa diskusinyaa..
11/1/17, 07:54 – finny iip: Tak apa mbak.. 😊
Yassarallahu umuuraki
11/1/17, 07:55 – ‪+62 812-9721-9271‬: Assalamualaikum….maaf blm bisa nyimak sepenuhnya,dikatenkan sesuatu hal 🙏🏻
11/1/17, 07:55 – finny iip: saya ambil poin dri sini, SR: blm sempet menanggapi ya mbak..
11/1/17, 07:56 – finny iip: oh ya.. kita sedang bahas *CoC member grup kota* yaa.. 🤗
11/1/17, 07:59 – ‪+62 856-9293-9702‬: Maaf kelewat baca grup udh ratusan aj🙈 krn bbrp hr ini g bs online trs. Barusan manjat, ad diskusi *CoC* yaa, ttg *SR* itu kmrn jg sy tanya di grup Bunsay, tp blm terjawab oleh fasil..alhamdulillah dsn dbahas, jd ad pencerahan sdkt.
11/1/17, 08:00 – ‪+62 856-9293-9702‬: Waalaykumsalam warahmatullah mb finny
11/1/17, 08:02 – ‪+62 857-5546-9301‬: Saya juga berpikir demikian mbak. 😁
Dan kadang waktu diskusi di kelas, di kota, dan di rumbel bersamaan😱
11/1/17, 08:02 – ‪+62 857-5546-9301‬: Sedang gadget time terbatas.
11/1/17, 08:03 – ‪+62 856-9263-6969‬: SR, baca tp gak merespon apa2…saya pribadi pun termasuk SR disini..

Tapi ada banyak faktor knp seseorang jd SR

1. Blm bisa menanggapi

2. Saat waktu online tiba sudah terlampau jauh bahasannya jd takut basi

3. Merasa tidak perlu. Ketika membahas sesuatu yg saya merasa tidak punya kapasitas/kualitas di dalamnya utk bicara, saya lebih baik diam.

4. Saya termasuk org yg sangat memilih dimana saya akan aktif, dimana saya akan biasa2 saja (dan cenderung jd SR). Ini sebenarnya lebih krn urutan prioritas dan kemampuan saya utk mengikutinya.

Jd maapkan klo di grup kota ini saya jd SR krn prioritas saya ada di rumbel, bunsay, dan Dapur🙏🏻
11/1/17, 08:05 – ‪+62 857-5546-9301‬: Mbak Esme😍😍 kumplit ini 👍👍
11/1/17, 08:05 – finny iip: mbak Esme.. apakah dengan mbak Esme berbagi pemahaman sekarang mbak Esme termasuk SR? 😊
11/1/17, 08:06 – ‪+62 856-9263-6969‬: Saya SR 80%laah…20% masih suka nongol😆😆
11/1/17, 08:06 – finny iip: jd termasuk SR atau bukan? 😁
11/1/17, 08:07 – ‪+62 856-9263-6969‬: Termasuk haha
11/1/17, 08:07 – ‪+62 838-7135-3255‬: Lebih sering SR juga karena kadang sudah kelewtan jauh, karna jam online berbeda.. Saya bgt.. 🙈🙏🏻
11/1/17, 08:08 – ‪+62 856-9293-9702‬: Hihi, keren jg nih adany CoC memancing yg merasa jd SR keluar semua..😆# trmasuk saya😁
11/1/17, 08:09 – ‪+62 856-9263-6969‬: Mgkn harus digarisbawahi kali ya teh fin, SR bukan berarti tidak aktif.
11/1/17, 08:09 – ‪+62 812-8822-0766‬: No 2 dan 4 saya banget bu koordi 🙏 🙏 Termasuk SR kah??
11/1/17, 08:09 – ‪+62 811-2260-255‬: Sy jg SR dsini mba.. krg lbh alasanny sm spt ini. Klo d rumbel kdg sk ‘nongol’ krn memang ada tgs&ada yg ingin ditanyakan..
11/1/17, 08:10 – finny iip: Nah.. berarti dsini kita akan berbagi pemahaman yaa..

Berbeda dengan saya, meskipun hanya 20% itu berarti *bukan SR*

Aq tertarik bahas poin2 mbk Esme tadi
11/1/17, 08:10 – ‪+62 812-8822-0766‬: Mbak esme… lengkap beud ulasannya.. Saya jadi terpanggil 😬🙈
11/1/17, 08:10 – ‪+62 822-1812-5842‬: sepakat sm mba esme 😄👍🏻👍🏻
11/1/17, 08:10 – ‪+62 852-4657-8181‬: Sya jg trgolong SR,krng lbh alasanny jg sma,kdng buka grupny pembahasan sdh jauh,br bka,mau nanggapi udh ketinggalan kereta🙏🏻
11/1/17, 08:10 – ‪+62 856-9293-9702‬: 👍👍👍
11/1/17, 08:12 – ‪+62 856-9263-6969‬: Hahaha teh Fin, klo kata bahasa jermannya mah “ulah teu nongol pisan” yaaa😆😆

Minimal setiap minggu adalaaah setor emoticon klo memang gak bs ngetik panjang2😆😆
11/1/17, 08:13 – ‪+62 856-9263-6969‬: Atau ketika ada acara offline nongol dan ngmg panjang
11/1/17, 08:13 – ‪+62 856-9263-6969‬: Mungkin disini ada yg tipenya public speaker…jd pas offline baru deeeeh kerennya keluar
11/1/17, 08:13 – ‪+62 856-9263-6969‬: Ngomong cas cis cus
11/1/17, 08:14 – ‪+62 812-8822-0766‬: Krn wanita memang kebutuhan mengeluarkan 20 rb kata.. Supaya tetep waras😅
11/1/17, 08:15 – finny iip: SR, baca tp gak merespon apa2…saya pribadi pun termasuk SR disini…

Tapi ada banyak faktor knp seseorang jd SR

1. Blm bisa menanggapi

🌻 silahkan tanggapi di lain waktu, kecuali apabila tengah ada diskusi lain yg tengah berjalan.
atau bisa dtulis dulu, kapan2 klo waktu luang bisa dibahas kembali.

2. Saat waktu online tiba sudah terlampau jauh bahasannya jd takut basi
🌻tenang aja, bukan nasi uduk koq.. jd bahasan d grup ga cepet basi 😆

3. Merasa tidak perlu. Ketika membahas sesuatu yg saya merasa tidak punya kapasitas/kualitas di dalamnya utk bicara, saya lebih baik diam.
🌻Setuju, diam sebagai penyimak saja klo gini. atau malah bertanya ttg bahasan tsbt.. Bertanya kunci ilmu 😉

4. Saya termasuk org yg sangat memilih dimana saya akan aktif, dimana saya akan biasa2 saja (dan cenderung jd SR). Ini sebenarnya lebih krn urutan prioritas dan kemampuan saya utk mengikutinya.
🌻 Lha.. ngetik panjang lebar gini kan gak silent berarti mbak 😘

Jd maapkan klo di grup kota ini saya jd SR krn prioritas saya ada di rumbel, bunsay, dan Dapur🙏🏻
🌻kereeeennn.. sudah banyak kontribusi yang dberikan, baik itu online..offline..bahkan di belakang layar. apakah itu *SR*? *Tidak* kaan
11/1/17, 08:18 – ‪+62 812-9721-9271‬: Maaf kalau selama ini saya tergolong SR 🙏🏻 awal masuk IIP Bogor #2 kami sekeluarga sedang memdapat ujian,mulai dari anak2,tempat tinggal dan skr kondisi kesehatan saya yang sedang menurun,di kls Bunsay dan Rumbel pun sy sedang tdk bisa konsen.Jadi harap maklum sampai 3 bulan ke depan saya blm bisa konsen dan kesulitan buat manjatnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
11/1/17, 08:19 – ‪+62 856-9263-6969‬: Noted teh Finny😍. Intinya ada di *KONTRIBUSI* ya…

Respon, berbagi pendapat, kehadiran sekecil apapun akan diapresiasi dan dinamakan sebagai kontribusi yaaa?
11/1/17, 08:21 – finny iip: betul mbak.. 👍🏻
11/1/17, 08:21 – finny iip: mommy… syafakillah syifaan aajilaa…
Semoga urusannya Allah mudahkan yaa.. 😘
11/1/17, 08:22 – ‪+62 812-9721-9271‬: Amiiin mks mba @6281220596321 semoga bunchasol juga bisa mengerti dengan kondisi saya dan keluarga saat ini 😘
11/1/17, 08:23 – finny iip: Saya permisi dulu ya.. Mangga masih boleh menanggapi, nanti saya tengok2 di bonus waktu saya.

Sekarang kembali ke urusan domestik dan anak2 dulu 🙏
11/1/17, 08:46 – ‪+62 811-869-237‬: Jadi harus kembali ke definisi SR ya, yg ternyata tiap orang punya definisi beda 😊
11/1/17, 08:48 – ‪+62 811-869-237‬: Tadinya saya seperti mba esme, tp semenjak ada obrolan ttg harus menanggapi jadi lebih sering keluar dari persembunyian 😊
11/1/17, 08:50 – ‪+62 838-1997-4074‬: Wa’alaikumsalam mba Finny.

Saya termasuk silent reader.:)
Senangnya menyimak…
seperti sekarang, baru selesai memanjat CoC setelah semalem ketiduran

ketika ada diskusi kadang bisa kadang ngga pas waktunya jadi lebih.

Kurang lebih kaya mba Esme.:)

Kalau sedang ada diskusi juga tidak jarang pertanyaan sudah terwakili.:)
Jadi…ujungnya akan menyimak juga.

Begitulah.
11/1/17, 09:00 – ‪+62 853-2890-7149‬: Maafkan saya juga SR seringnya ketinggalan diskusi. Buka baca bentar, ada iklan dari anak. Jadi sering intip intip disela sela pekerjaan domestik
11/1/17, 09:14 – ‪+62 838-0623-7780‬: Kl sy sering SR krn kondisi HP nya jg🙈
Kl jaringannya lg optimal..buru2 memenuhi kewajiban&amanah di rumbel..
11/1/17, 09:25 – ‪+62 899-7500-694‬: Setujuuu kakaaaa 😘
11/1/17, 09:26 – ‪+62 899-7500-694‬: Kadang aku mah cukup sebagai “bumbu” ajaa 😆
11/1/17, 09:40 – ‪+62 856-9136-8065‬: maafkan saya yg suka SR juga, maaf lahir batin, tp setuju dgn mba esme tadi saya pun keseringan merasakan demikian
11/1/17, 09:40 – ‪+62 838-1997-4074‬: Peceell kali mba bumbu hehehhehe
11/1/17, 09:50 – ‪+62 899-7500-694‬: Tidak perlu ada yg dimaafkan mbaa Ajeng 😅😚
11/1/17, 09:50 – ‪+62 899-7500-694‬: Mba Ajeng kan aktif juga d grup bunsay 🤗
11/1/17, 09:51 – ‪+62 899-7500-694‬: Akuuu sukaa peceeell 🥗😋
11/1/17, 09:59 – mirazeti IIP: Sama mba Nazroh… ketika hp bermasalah jadi SR.. Tapi kl dikabari ada acara offline insya Allah hadir…

Efek emak kupik… *kurang piknik..
🙈😊
11/1/17, 10:01 – ‪+62 856-9136-8065‬: ah mba nonie mah baik hati sekaliii😍😘😘
11/1/17, 10:08 – ‪+62 899-7500-694‬: Hayuuu mba nanti iip ada event offline lagi.. Hadiiirr yaaaa 😘
11/1/17, 10:09 – ‪+62 899-7500-694‬: Padamuuu 😋😚😘
11/1/17, 10:10 – ‪+62 815-1413-2543‬: 🙈 emak kupik 😂
Mbak Miraa samaa..
11/1/17, 10:22 – ‪+62 856-9263-6969‬: Mba Mira kangeen..gak kangen ama ruliskah? Hiks…mba Mira ini salah satu yg sepi klo di grup, tp klo ada challenge atau acarq offline aktif bgt
11/1/17, 10:39 – ‪+62 856-2194-777‬: Maaf jg kalau cuman numpang buka.. kdg belum sempet baca udah keganggu anak.. msh belajar bagi2 waktu suami 2 batita + kerjaan di ranah publik 🙈
Tp kalau ada kegiatan InsyaAllah siap aktif
11/1/17, 10:43 – mirazeti IIP: Iya… nunggu link pendaftaran rumbel.. kemarin ketinggalan kereta pendaftaran rumbel gegara hp minta sajen.🙈
11/1/17, 10:45 – mirazeti IIP: Insya Allah mba Nonie… jika tak berhalangan, hadir…
11/1/17, 12:04 – ‪+62 812-9494-876‬: Selamat siang 👋🏻👋🏻
11/1/17, 12:04 – ‪+62 812-9494-876‬: Sambil nunggu mbaFinny buat CoC ..

Kita sambut kaka @6287823411195 buat info RumBog 👏🏻👏🏻
11/1/17, 12:05 – ‪+62 812-9116-6536‬: Selamat siang mba Poliiiinnn👋🏻👋🏻
11/1/17, 12:05 – ‪+62 812-9116-6536‬: Siap menunggu info dari mba Tria😍😍
11/1/17, 12:06 – ‪+62 878-2341-1195‬: Salam mba, hayuk mba @6281291166536 dan mba @628129494876 😁
11/1/17, 12:07 – ‪+62 878-2341-1195‬: assalamualaikum, selamat siang… selamat menunaikan ibadah dzhuhur ya bagi bunda yang menjalankan
11/1/17, 12:07 – ‪+62 878-2341-1195‬: Alhamdulillah, rumbel boga hari rabu pekan lalu melaksanakan diswap-kulwap
11/1/17, 12:08 – ‪+62 878-2341-1195‬: Pada kesempatan kali ini, saya mewakili rumbog akan share resumenya
11/1/17, 12:08 – ‪+62 878-2341-1195‬: Berikut adalah wacana pembukanya ya:
11/1/17, 12:08 – ‪+62 878-2341-1195‬: Berikut adalah materi pengantar utk kulwap tsb:

Menuju Berkah Mulai dari Pangan Sehat

Kata berkah, seringkali digunakan dalam percakapan keseharian kita. Mulai doa ucap salam, wabarakatuhu, sampai dengan doa kepada pasutri, barakallohu alayka, dst. Namun sejauh mana antara kata-kata kita dan perilaku kita berjalan seiringan?

Lema berkah diambil dari bahasa Arab: barokah artinya nikmat (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Menurut KBBI, berkah adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Dalam Bahasa Inggris, berarti immense goodness.

Sejauh mana makanan kita menjadi sumber keberkahan untuk keluarga, masyarakat dan lingkungan? Seringkali kita memakan tanpa kesadaran. Makan menjadi proses mekanis hanya untuk sekedar ikut trend, gaya hidup modern dan mendapatkan kesenangan badani semata.

Bagaimana pandangan permakultur terhadap makanan dan mendapatkan sumber pangan? Saya akan membantu mengulas bagaimana etika permakultur dan prinsipnya dapat menjadi alat bantu manusia, keluarga muslim, kembali menemukan hakikat keberkahan melalui makanan. Sehingga manusia bisa hidup berkah, bertambah kebaikan dalam hubungan pasangan hidup, keluarga, masyarakat dan lingkungan.

Pada pertemuan kulwap-Kuliah Whatsapp- kali ini, saya hanya memberikan pengantar etika yang menjadi nilai-nilai dalam seluruh ruang lingkup permakultur yang telah dipraktekan oleh ribuan permakulturis.

Permakultur (permaculture) merupakan terminologi baru penggabungan kata permanent culture dan permanent agriculture. Permanen berasal dari bahasa latin, permanens yang mengandung arti mengadakan terus hingga akhir atau terus mengadakan secara berlanjut. Culture berasal dari bahasa latin cultura yang mengandung arti menanami tanah/lahan atau menumbuhkan pemikiran. Secara umum mengandung arti seluruh kebiasaan, kepercayaan atau seluruh aktivitas yang menjaga keberlangsungan kehidupan social manusia.

Sehingga permakultur merupakan belajar cara hidup berkelanjutan atau memperpanjang daya tahan sistem yang mendukung kehidupan social manusia. Permakultur mencakup pertanian, tradisi panganan, sistem terintegrasi yang mudah dan praktis dalam keseharian hidup. Titik beratnya pada keselarasan hidup antara tanaman, binatang, manusia dan bumi. Dari interaksi sumber yang harmonis inilah tumpuan dari pangan yang sehat dan berkah. Basis etikanya terdiri dari tiga kepedulian yaitu peduli terhadap bumi, peduli terhadap manusia dan berbadi dengan adil.

Hidup secara tradisional adalah permakultur, menghubungkan fungsi ekologis dari bertani, beternak, interaksi social, lingkungan, alam semesta dan hubungan keseluruhan tersebut dengan Tuhan.

Nah sekarang untuk memulai diskusi, sejauh mana perilaku hidup keluarga kita sudah bijak sejalan dengan sunatullah? Sejauh mana kesadaran kita terhadap apa yang kita konsumsi sudah memenuhi kepedulian terhadap bumi melalui pertanian yang tidak merusak lingkungan, pangan yang tidak membahayakan kesehatan dan pasar yang adil bagi petaninya?

Demikian sebagai pengantar nanti kita lanjutkan dalam diskusi langsung sambil ibu-ibu menyiapkan panganan sehat untuk keluarga.

Maassalamah

Fakhrizal Nashr
Founder Kampung School
Praktisi permaculture
CEO Plan B
11/1/17, 12:09 – ‪+62 878-2341-1195‬: Berikut adalah resume diskusinya:
11/1/17, 12:10 – ‪+62 878-2341-1195‬: <Media omitted>
11/1/17, 12:21 – ‪+62 878-2341-1195‬: Silahkan yaa bunda, ditelaah dulu.. sambil kemudian kita diskusi santai yaa 😊🙏🏻
11/1/17, 14:35 – Bunda Husna: Nuhun sharenya Mbak Tria
11/1/17, 14:38 – ‪+62 857-8007-4081‬: Saya sepakat dgn pendapat yg ini 👍😁
11/1/17, 14:43 – ‪+62 857-8007-4081‬: Kalau saya gmn mood aja sih…😬😁 klw pas mau koment ya koment, klw nggak mau ya udah nyimak dan baca aja bisanya (bagian dr belajar jg yah ) 😁
11/1/17, 18:08 – ‪+62 857-7404-3040‬: Saya juga sependapat dengan Mba @6285692636969 . Saya biasanya jadi SR karena belum PD mengeluarkan pendapat.

Mengenai CoC Ada beberapa padanan kata yg menurut ‘saya’ kurang pas ya. Seperti kata ‘nista’ contohnya. Ko say mengartikan nista=begitu hinanya. 🙈
11/1/17, 19:01 – ‪+62 899-7500-694‬: Assalamu’alaykum Temen² Sholehah.. 🤗

Saatnya pendaftaran RUMBEL dibuka kembaliii, dimulai dari tgl *1-7 Nov* yaaa..

Berlaku bagi *seluruh member IIP*

Yang kemarin belum sempat daftar, yuk jangan sampai ketinggalan lagi yaa. Karena pendaftaran berikutnya tunggu sampai kelas matrikulasi batch #5 selesai. Mau nunggu selama itu? Nggaa kaaann… 😝

*Berikut link form yang harus di isi..*

*bit.ly/FormPendaftaranRumbel*
11/1/17, 19:13 – ‪+62 856-9263-6969‬: Niiih yg ketinggalaaan @6285212828251
11/1/17, 19:17 – ‪+62 896-6843-3171‬: Aku salah masuk WAG 🤣🤣

Nuhun mb nonie…
11/1/17, 19:18 – ‪+62 899-7500-694‬: Wakakaka…makannya aku bingung ngapah jd nyasar😆
11/1/17, 19:18 – ‪+62 899-7500-694‬: Rumah kita kan dimariihh 😜
11/1/17, 19:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Iyak
11/1/17, 19:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Ya allah… Maafkan
11/1/17, 19:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Keder amat
11/1/17, 19:27 – ‪+62 821-1029-3283‬: Hahahaha teh dhita minum aqua dulu teh 😂
11/1/17, 19:28 – ‪+62 821-1029-3283‬: 🥁🥁🥁🥁🥁🥁🥁
Yang belum daftar rumbeeel ayooo kesempatan kedua jarang datang lhooo
🥁🥁🥁🥁🥁🥁🥁
11/1/17, 19:30 – ‪+62 896-6843-3171‬: Iyaaaa sepertinya kurang pokus ieu mah
11/1/17, 19:30 – ‪+62 896-6843-3171‬: Up up
11/1/17, 19:32 – ‪+62 821-1029-3283‬: Ngerujak malem2 biar pokus 🍍
11/1/17, 20:45 – mirazeti IIP: Done…
11/1/17, 21:58 – ‪+62 812-1894-6192‬: Done
11/1/17, 22:01 – ‪+62 812-1894-6192‬: Mohon maaf saya termasuk SR

sering kewalahan menanggapi chat di grup
11/2/17, 03:42 – ‪+62 812-9361-9831‬: pengen banget masuk rumbel menjahit tp takut ga sanggup jadi peserta yg baik 😔
disini aja udh sering jadi SR. hiks…
11/2/17, 04:34 – finny iip: Tak apa mbak, Rumbel sifatnya sunah di sini. Yg wajibnya adalah ikut kelas Bunda Sayang.
11/2/17, 05:46 – ‪+62 813-8931-3445‬: Terimakasih infonya mba noni
11/2/17, 10:15 – ‪+62 813-6335-0606‬: Assalamualaikum bunda2, perkenalkan saya nola. Sejak gabung disini ga pernah komen. Jadi cocok bergelar SR sejati 😅. Saya lulus matriks batch #3. Sekarang cuti dulu. Hmmm, entah kenapa saya merasa IIp dulu lebih homie (saya bergabung sebelum ada matriks). Terus, saya merasa kurang sreg dg badge2 itu. Saya koq merasa semua mesti “dibuat penghargaannya”. Padahal dulu bu Septi malah menyimpan rapat2 ijazahnya. Overall, saya tetep suka IIp, komunitas yg paling cetar yg pernah saya masuki. Hatur nuhun kasadayana. 😘
11/2/17, 10:18 – Ety Prasetya: 👍👍👍
11/2/17, 10:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Wa alaikumussalaam…

Kita 1 batch ya mb @6281363350606 ❤
11/2/17, 10:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Tapi beda kelas ya kayaknya
11/2/17, 10:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Salam krnal ya mn
11/2/17, 10:19 – ‪+62 896-6843-3171‬: Mb
11/2/17, 10:19 – ‪+62 813-6335-0606‬: Saya yg sama mba wahyu dan mba mely mba
11/2/17, 10:20 – ‪+62 813-6335-0606‬: Salam kenal juga mba ☺
11/2/17, 10:20 – ‪+62 813-6335-0606‬: Saya suka ulasan mba di blog ☺
11/2/17, 10:21 – Ety Prasetya: wahhhhhh….. ada SR juga di blogku…😀 hehehhe…😀 #piss..✌✌✌
11/2/17, 10:22 – Ety Prasetya: terimakasih mbak @6281363350606 🙏🙏💐💐
11/2/17, 10:25 – ‪+62 899-7500-694‬: Walaykumsalam.. Haii mba Nola.. 🤗
11/2/17, 10:27 – ‪+62 813-6335-0606‬: Mba nonie salah 1 korming aku ☺
11/2/17, 10:40 – ‪+62 899-7500-694‬: Korming #8 🤗
11/2/17, 11:40 – ‪+62 812-9719-707‬: 👍🏽
11/2/17, 13:52 – ‪+62 856-9136-8065‬: wa’alaikumsalam…salam kenal mba nola…

smg iip bisa lebih baik lagi yaa, lebih homie seperti bahasa mba tadi😊😊
11/2/17, 19:58 – ‪+62 823-5242-6963‬: Waalaikumsalam mba nola dan salam kenal buat smua teman2 iip disini.. sejak gabung disini saya pun ga pernah komen.. baru kali ini aja.. sm2 SR (2) dan dlu jg d matriks batch 3..
Skr msh status cuti.. cuti juga dr smua group dn smua medsos krn sedang nyaman dgn kegiatan real😊
Tp ttep sering intip2 mengikuti group2 iip parenting kajian islami dll namun tdk aktif komen.. tp nyatanya dlm kehidupan sehari2 sangat jauh dr kata “silent”
Group iip ttap sllu menginspirasi dan mohon maaf blm bs berkonstribusi apapun di sini..
11/2/17, 20:19 – ‪+62 812-8499-6269‬: Oh matrik batch #3 kita sekelas donk,ko saya ga ngeh ya😊
11/3/17, 06:09 – ‪+62 812-9494-876‬: Pagi.. Izin left grup dl ya.. Ada yg harus dikerjakan dl..

Jgn pada nakal ya 😉

Maafkan salah2 Lin selama disini 🙏🏻
11/3/17, 06:11 – ‪+62 812-9494-876‬ left
11/3/17, 06:36 – ‪+62 812-9116-6536‬: Assalamualaikum. Semangat paggiii teman2💪🏻💪🏻💪🏻😘😘
11/3/17, 06:37 – ‪+62 812-9116-6536‬: Waahh…mba Polin sayang sekali left group🙈
Padahal semua iformasi IIP akan di share disini.
11/3/17, 06:37 – ‪+62 812-9116-6536‬: Oya,teman2 adakah yang bisa dan mau menggantikan mba Polin menjadi Admin group ini?
11/3/17, 06:53 – ‪+62 815-1322-0323‬: Wa’alaikumsalam ..mb @6281291166536 ..
11/3/17, 07:06 – ‪+62 856-2194-777‬: Wa’alaikumsalam mba wahyu.. semangat pagii

Mba polin mau kmn?
11/3/17, 07:20 – ‪+62 812-9116-6536‬: Hayyy…mba Ratih dan mba Asri…
Mba Polin td ngasih kabar kalau sedang ada masalah pribadi yang harus diselesaikan dan harus fokus,jadi pamit sementara dulu.
InsyaAllah nanti gabung lagi
11/3/17, 07:21 – ‪+62 812-9116-6536‬: Bagaimana mba Ratih,mba Asri mau kah menggantikan posisi mba Polin menjadi admin disini?😘😘
11/3/17, 07:22 – ‪+62 812-9116-6536‬: Untuk jadwal2 dirembukan bersama admin IPB1 dan teman2 pengurus online💪🏻😁
11/3/17, 07:55 – ‪+62 856-1120-842‬: Yapp.. jadi admin ga harus stand by 24 jam kok. Hanya di waktu yg ditentukan saja 😍
11/3/17, 07:56 – ‪+62 856-2194-777‬: 😘😘 makasih mba wahyuu tawarannya.. 🙏🏻 hampura tp belum sanggup.. msh bagi waktu kerjaan ranah publik,2 batita, dan kelas bunsay..
11/3/17, 07:56 – ‪+62 856-1120-842‬: Sembari menunggu tantangannya diterima, sementara ini saya yang akan menemani selama sepekan ini
11/3/17, 07:57 – ‪+62 856-1120-842‬: Selamat pagi bunprof kece nan sholihaaah 😍
11/3/17, 07:57 – ‪+62 856-1120-842‬: Mulai hari ini hingga sepekan kedepan jadwal di grup kota adalah (masih) pembahasan COC hingga tuntas
11/3/17, 07:57 – ‪+62 856-1120-842‬: Nanti akan ada bu Nesri yang akan muncul mendampingi pembahasannya
11/3/17, 07:58 – ‪+62 856-1120-842‬: Kemarin sudah ada banyak masukan mengenai COC yang akan disampaikan oleh mbak Finny ke pusat.
11/3/17, 07:59 – ‪+62 856-1120-842‬: Jadi *stay tune pukul 2 siang ini untuk pembahasan COC bersama bu Nesri yaaaa*
11/3/17, 07:59 – ‪+62 856-1120-842‬: Semangat pagi semuanyaaa 😘
11/3/17, 08:01 – ‪+62 856-1120-842‬: Sementara menunggu sesi buNes nanti, mohon dibaca COCnya yaaa
11/3/17, 08:01 – ‪+62 856-1120-842‬: <Media omitted>
11/3/17, 08:01 – ‪+62 856-1120-842‬: Monggo diresapi dan silakan siapkan pertanyaan, jika ada yang ingin ditanyakan
11/3/17, 08:02 – ‪+62 811-869-237‬: Bunda2, mau tanya, harusnya jumat ini aku jadi admin ngobrol dlm bhs Inggris
11/3/17, 08:02 – ‪+62 811-869-237‬: Diundur dululkah?
11/3/17, 08:03 – ‪+62 811-869-237‬: Maaf, ternyata hari ini saya harus jalan ke bdg, ini baru bangun tidur di travel menuju bandung 😁
11/3/17, 08:03 – ‪+62 856-1120-842‬: Iya betul, mbak @62811869237 , per hari ini hingga pekan depan semua jadwal harian dibekukan sementara, karena akan fokus pada pembahasan COC. Setelah itu, kembali seperti biasa
11/3/17, 08:03 – ‪+62 856-1120-842‬: 😍
11/3/17, 08:03 – ‪+62 856-1120-842‬: Fii amanillah mbak
11/3/17, 08:04 – ‪+62 811-869-237‬: Siap, terima kasih banyak.
11/3/17, 08:04 – ‪+62 856-1120-842‬: Trims kembalii
11/3/17, 09:27 – ‪+62 856-9189-8536‬: Siap mba😊
11/3/17, 10:09 – finny iip: iyyaa maak 😆
11/3/17, 10:09 – finny iip: Assalamu’alaikumm.. maaf bru nongol lagi, tadinya mau “ngalong” eeh taunya kuotanya habis 😂
11/3/17, 10:11 – finny iip: assiiikkk.. jazaakillah khaiir bun Nes, kordi yg sangat pengertian.. 😘
11/3/17, 11:24 – ‪+62 812-9116-6536‬ added ‪+62 812-8077-1003‬
11/3/17, 12:03 – ‪+62 812-8077-1003‬: assalamualaikum, bunprof solcan..
11/3/17, 12:03 – ‪+62 812-8077-1003‬: pakabat semua…miss youuuu
11/3/17, 12:03 – ‪+62 812-8077-1003‬: udah pada dibacakah versi lengkap coc-nya?
11/3/17, 12:04 – ‪+62 812-8477-9977‬: wa’alaikumsalam.wr.wb
mba nes ketemu lagi..😍
11/3/17, 12:05 – ‪+62 812-8077-1003‬: haiii..mbak reri…😍😍😍
11/3/17, 12:07 – ‪+62 812-8477-9977‬: kemarin sudah sempat diskusi masalah coc ini..
11/3/17, 12:07 – ‪+62 812-8077-1003‬: oya, sampai mana diskusinya mbak Reri?
11/3/17, 12:08 – ‪+62 812-8477-9977‬: versi lengkap….lagi di resapi….😀
11/3/17, 12:08 – ‪+62 812-8077-1003‬: masih ada yg perlu diklarifikasi?
11/3/17, 12:08 – ‪+62 857-9207-0302‬: waalaikumsalam bunes…belum diresapi semua siy…😅

Mulai lagi mbahas CoC lagi disini.. 😀 

11/3/17, 12:08 – ‪+62 811-869-237‬: Punten, mba nes, siang ini hanya bisa nyimak disambi seminar
11/3/17, 12:09 – ‪+62 812-8077-1003‬: silakan mbak teduh…
11/3/17, 12:09 – ‪+62 812-8077-1003‬: mangga dibaca dulu. Diresapi sambil dipraktikkan😉
11/3/17, 12:10 – ‪+62 812-8477-9977‬: colek mba @6287870586669
11/3/17, 12:10 – ‪+62 812-8077-1003‬: sebelum mulai, saya boleh minta tolong satu orang untuk jadi peresume? supaya yg telat hadir ngga perlu capek manjat?🙏
11/3/17, 12:11 – ‪+62 812-8077-1003‬: *dadah dadah sama mbak @6287870586669
11/3/17, 12:13 – ‪+62 812-9721-0598‬: Waalaikumsalam wr wb…mba @6281280771003 🙏

Udaranya jeletot banget yah ..enakan sambil 🍧🍧🍧
11/3/17, 12:14 – ‪+62 856-1120-842‬: Concern teman-teman saat itu adalah penggunaan kata yang bias
11/3/17, 12:15 – ‪+62 856-1120-842‬: Saya mengutip pernyataan mbak Ety:

“…., tapi pada dasarnya pembuatan aturan main / COC/ SOP itu bisa dimulai dari kata kata yang pas dan bisa dipahami oleh semua pihak dengan satu asumsi saja sehingga artinya tidak bias.”
11/3/17, 12:15 – Ety Prasetya: merasa ada yang colak colek dan dadah dadah..😛 mbak @6281280771003 dan mbak @6281284779977 ..😀
11/3/17, 12:15 – ‪+62 856-1120-842‬: Ada mbak Teduh juga yang saat itu kurleb memiliki concern yang sama
11/3/17, 12:16 – ‪+62 812-9116-6536‬: 🙋🏻
InsyaAllah saya resume mba
11/3/17, 12:16 – Ety Prasetya: mohon maaf lhoo… agak telat respons. soale lagi rapat sama klien…🙏🙏💐
11/3/17, 12:17 – ‪+62 856-1120-842‬: Semisal penggunaan kata nista yang menimbulkan asumsi berbeda bagi para member
11/3/17, 12:17 – ‪+62 856-1120-842‬: Demikian kurang lebihnya isi diskusi saat itu
11/3/17, 12:17 – ‪+62 811-920-794‬: Wa’alaikum salam mba Nes…
11/3/17, 12:17 – ‪+62 856-1120-842‬: Monggo yang mau menambahkan
11/3/17, 12:20 – ‪+62 812-8077-1003‬: salah satu cara menghilangkan bias adalah dengan sosialisasi ini. Karenanya CoC tidak langsung diberlakukan, melainkan disosialisasikan dulu dan semua member IIP berhak melakukan klarifikasi agar tidak terjadi salah tafsir.
11/3/17, 12:21 – ‪+62 812-8077-1003‬: karenanya, silakan diklarifikasi disini…apa yang mengganjal?
11/3/17, 12:21 – ‪+62 812-8077-1003‬: _don’t assume, clear and clarify_
masih ingat value IIP ini, kan?
11/3/17, 12:22 – ‪+62 812-8077-1003‬: apa saja asumsinya? saya juga ingin tahu☺🙏
11/3/17, 12:22 – ‪+62 856-1120-842‬: Bentar saya manjat lagi bunes 😂 sepertinya ada yang pernah berpendapat soal ini
11/3/17, 12:24 – ‪+62 812-8077-1003‬: ditunggu, mbak enji..soalnya chatnya di saya ga ada🙏
11/3/17, 12:25 – ‪+62 856-1120-842‬: Iyaps
11/3/17, 12:25 – ‪+62 856-1120-842‬: Oiya bu Nes, ini ada tanggapan terbuka dari mbak @6287870586669

https://etyprasetya.wordpress.com/2017/10/22/review-ulasan-tentang-kode-etik-iip/
11/3/17, 12:26 – ‪+62 812-8790-6193‬: <Media omitted>
11/3/17, 12:26 – ‪+62 856-1120-842‬: Silakan mbak Ratu
11/3/17, 12:26 – ‪+62 812-8790-6193‬: Jadi, materi kelas matrik atau bunsay boleh di share dengan mencantumkan sumber atau tidak boleh sama sekali?
11/3/17, 12:29 – ‪+62 812-8077-1003‬: mengenai kata nista, ya…
mana yang lebih membuat kita ingin menghindar? Kata “nista” atau “tercela”?

Horee… ada yang setuju denganku tentang penulisan kata kata di CoC.. 😀 (walaupun nulis namaku masih salah)

11/3/17, 12:30 – ‪+62 857-1786-3183‬: saya setuju dengan Mbak Eka 🙂

_Mungkin harus dikoreksi dan dikaji kembali pemakaian kata dan setiap kalimatnya, agar tidak berkesan menyudutkan, merendahkan apalagi membatasi ruang gerak. _

terimakasih Mbak Eka, sudah mewakili perasaanku, tapi dengan bahasa yang kece, mwach! 😍
11/3/17, 12:30 – ‪+62 812-8077-1003‬: bagaimana hasil pembahasannya disana, mbak?
11/3/17, 12:31 – ‪+62 857-1786-3183‬: Mbak Ety maksutnya hihih maapin 🤗
11/3/17, 12:31 – ‪+62 812-8077-1003‬: 😅
11/3/17, 12:32 – ‪+62 856-1120-842‬: Hihi td saya sampe scroll keatas, mbak Eka komen apa ya? 😂
11/3/17, 12:32 – ‪+62 812-8077-1003‬: sama…mau nanya juga😅
11/3/17, 12:32 – ‪+62 856-1120-842‬: Ini dari mbak @62811869237

[10/31, 9:45 PM] ‪+62 811-869-237‬: bahasa yang digunakan harus bahasa yang dapat dipahami dengan jelas oleh kedua pihak
[10/31, 9:46 PM] ‪+62 811-869-237‬: bahasa yang digunakan bahasa yang memiliki satu arti bagi semua
[10/31, 9:46 PM] ‪+62 811-869-237‬: itu sebabnya engga’ boleh punya banyak arti, saya pikir ini yang disebut dengan bisa
[10/31, 9:46 PM] ‪+62 811-869-237‬: eh bias
[10/31, 9:46 PM] ‪+62 811-869-237‬: jadi akan lebih baik jika semua bahasa atau kata yang digunakan didefinisikan terlebih dahulu
[10/31, 9:48 PM] ‪+62 811-869-237‬: seperti kata memiliki integritas tinggi, apasih yang dimaksud dengan integritas tinggi?
[10/31, 9:48 PM] ‪+62 811-869-237‬: apakah kata yang dimaksud sesuai dengan apa yang ditangkap dengan pembaca?
[10/31, 9:49 PM] ‪+62 811-869-237‬: karenanya dibutuhkan pendefinisian2 kata2 yang digunakan
[10/31, 9:49 PM] ‪+62 811-869-237‬: yaaa keluar deh bahasa matematikanya 🤦‍♀
[10/31, 9:50 PM] ‪+62 811-869-237‬: kemaren juga sempet sedikit dibahas dikelas bunsay #3 ttg silent rider
[10/31, 9:51 PM] ‪+62 811-869-237‬: bahwa kami harus merespond jika sudah membaca, yg menurut saya itu tidak efektif
[10/31, 9:51 PM] ‪+62 811-869-237‬: terbayang jika setiap orang harus bilang, nyimak dalam grup yang terdiri atas 85 orang
11/3/17, 12:33 – ‪+62 856-1120-842‬: Mengenai silent reader
11/3/17, 12:34 – ‪+62 813-2261-0331‬: <Media omitted>
11/3/17, 12:34 – ‪+62 856-1120-842‬: Jadi bs di simpulkan menjadi silent reader adalah merupakan perbuatan nista?

Dan… taraaaa…. inilah hasil resumenya. Yang mungkin sampe hari ini CoCnya nggak ada perubahan disana.. 😀 Aku juga nggak pernah tahu dan nggak mau tahu lagi, jika tidak berubah ya berarti memang komunitas ini masih mempertahankan konsep dasarnya yang ‘ibu ibu pasti manut”

*Resume diskusi COC (Code Of Conduct) Institute Ibu Profesional Bogor 2*

Oleh Nesri Baidani
Peresume Wahyu Lissetiarani
Host = Angie

Jumat,3 November 2017

Diawali dengan sosialisasi COC pusat,mba Nesri melanjutkn diskusi hari kemarin bersama mba Finny.
(*File COC terlampir)

*Isi Diskusi*
Mba Nesri: masih ada yg perlu diklarifikasi?
⏩Mba Angie : Concern teman-teman saat itu adalah penggunaan kata yang bias
⏩Mba Angie: Saya mengutip pernyataan mbak Ety:

“…., tapi pada dasarnya pembuatan aturan main / COC/ SOP itu bisa dimulai dari kata kata yang pas dan bisa dipahami oleh semua pihak dengan satu asumsi saja sehingga artinya tidak bias.”
⏩Mba Angie: Ada mbak Teduh juga yang saat itu kurleb memiliki concern yang sama
⏩ Mba Angie: Semisal penggunaan kata nista yang menimbulkan asumsi berbeda bagi para member
⏩ Mba Angie : Demikian kurang lebihnya isi diskusi saat itu

✅Mba Nesri: salah satu cara menghilangkan bias adalah dengan sosialisasi ini. Karenanya CoC tidak langsung diberlakukan, melainkan disosialisasikan dulu dan semua member IIP berhak melakukan klarifikasi agar tidak terjadi salah tafsir.

✅ Mba Nesri: _don’t assume, clear and clarify_
masih ingat value IIP ini, kan?

✅Mba Nesri: apa saja asumsinya? saya juga ingin tahu☺🙏

✅ Mba Nesri: mengenai kata nista, ya…
mana yang lebih membuat kita ingin menghindar? Kata “nista” atau “tercela”?

➡Mba Feni (menanggapi) : saya setuju dengan Mbak Ety 🙂

_Mungkin harus dikoreksi dan dikaji kembali pemakaian kata dan setiap kalimatnya, agar tidak berkesan menyudutkan, merendahkan apalagi membatasi ruang gerak. _

terimakasih Mbak Ety, sudah mewakili perasaanku, tapi dengan bahasa yang kece, mwach! 😍

❓Mba Ratu ‬: Jadi, materi kelas matrik atau bunsay boleh di share dengan mencantumkan sumber atau tidak boleh sama sekali?
⏩ Mba Ratu : Akhirnya sih ragu2 aturannya gimana, jd menghindari dulu untuk share materi.
➡Mba Nesri: apa yg membuat ragu, mbak Ratu?
➡Mba Ratu: Krn ada yg bilang boleh, ada yg bilang ga boleh.. hehe

✅Mba Nesri: prinsip awalnya _boleh_
Berikut level publikasi bermartabat (Sesuai e-book dan saya permudah bahasanya):
level 1: post materi dengan cara salin tempel alias copas dengan sumber yang jelas. Ini level terendah dalam publikasi bermartabat di IIP.

Level 2: menulis reviu hasil belajar materi IIP. Tidak hanya menuliskan materi tapi juga menuliskan pendapat pribadinya.

Level 3: Menuliskan jurnal belajar berkesinambungan. Ini level tertinggi yang memungkinkan pembaca mendapatkan pemahaman utuh mengenai suatu materi

➡ Mba Raru : Makasih mba nesri atas kejelasannya.. 😊😊..
Copas materi dengan sumber yang jelas itu termasuk publikasi bermartabat level 1. Dan ini boleh ya.
Semoga dengan terus belajar bisa naik level publikasinya 👍🏻

(Tentang SR)
⏩Mba Angie: Jadi bs di simpulkan menjadi silent reader adalah merupakan perbuatan nista?

*Ini resume saya dr pembahasan saat itu*
Sedangkan kegiatan org berbeda-beda, pun dengan keleluasaannya memegang gawai
Monggo bu Nes, semoga ada pencerahan untuk teman2, dan utk saya bil khusus
➡Mba Esme : Soal SR kynya udah jelas deh🤔🤔
➡Mba Angie: Mbak Esme waktu itu memang syudah clear 😍 trus bawah bawahnya ada yang bicara soal SR SR an lagi 😂

⏩Mba Finny : mungkin ada yg belum baca dan belum clear ttg SR.. 😊
➡‬ Mba Feni : iya blm paham
❓Mba Finny : Oh ya,bun Nes.. yg dimaksud SR di kelas bunsay dan SR d grup kota apakah batasannya berbeda?
Karena saya menjelaskan yg
dimaksud *SR disini adalah tidak memberikan feedback dan kontribusi, baik itu secara online ataupun offline*
sebagai contoh.. Ketika SC menggulirkan program d grup, bisa jadi krn kesibukan ataupun memang jam online yg berbenturan dia SR.

Tp dia ikut dlm programnya, ikut memberikan kontribusi dan ketika kegiatan offline juga ikut.

Tentu seperti ini bukan SR.

➡ Mba Dita M. : Noted and starred mba finny🙏🏼 terima kasih
➡ Mba Agustin : Iya mbak SR memang kondisional
Terkadang krn kesibukan akhirnya harus manjat tinggi
Jd respon yg terakhir2 aja

✅Mba Nesri: penjelasan lengkapnya ada di versi e-book. sangat disarankan membaca versi e-booknya.
jika ada yg perlu diklarifikasi dari e-booknya, tolong jangan sungkan untuk disampaikan disini🙏
sudah cukup, ya tentang coc member✅
11/3/17, 21:51 – ‪+62 812-9116-6536‬: Ini ebook nya materi diskusi kita tadi siang
11/3/17, 22:07 – ‪+62 812-8077-1003‬: makasih, mbak wahyu…
11/4/17, 01:35 – ‪+62 815-1413-2543‬: 👍🏻
Terimakasih Bun Nes atas penjelasan COCnya 😊

Begitulah tentang CoC IIP yang membuatku terlempar ke tempat yang paling dalam ke dunia pemikiran. apakah memang harus seperti itu? Seorang Ibu yang ingin belajar profesional..? harus merasa tersudut saat harus belajar dengan aturan main yang menurutku, sekali lagi menurutku tidak tertata dengan baik dan tidak sama sekali dipelajari dulu..? dampak dan akibatnya. Lalu dengan bangga setelah lulus dari ‘komunitas’ dan bukan sekolah lho ya… disebut Ibu Profesional..? aku semakin tidak jelas.

Nah, sesuai dengan standar CoC yang tadi maka aku memilih ☘Keluar dengan kesadaran dari kelas tanpa peringatan dan berlaku secara nasional. Menyesalkah aku..? Tidak. Kalaupun itu dibilang perbuatan ‘Nista‘ aku tidak perduli. Mengapa? Karena aku tidak pernah mencuri disana, apalagi mencuri ilmu. Yang ada beberapa kali aku yang memberikan kulwap disana dan itu bisa dilihat dari perbincangan diatas. Aku juga tidak melakukan korupsi disana, aku selalu melakukan tugas sesuai dengan yang disyaratkan.

Dan saat ini aku malah bersyukur setelah 4 bulan yang lalu lepas dari sana, aku bisa mendampingi keluargaku dan anak anakku dengan waktu yang penuh. Tanpa terganggu dengan WA Group kelas, ataupun WA Group Kota yang mengharuskanku siaga sepanjang waktu, tidak terganggu dengan tugas tugas tambahan yang menguras pemikiranku dan menjauhkanku dari tugas pokokku sebagai ibu dan perempuan pekerja profesional.. 😀  Kualitas hidupku semakin baik dan aku bisa melakukan kegiatan pribadiku tanpa merasa ada pagar pagar pembatas tidak boleh ini dan itu secara profesional.  Dan ceritaku ini belum berhenti sampai disini. Ini masih agak lama, setelah kejadian pembahasan dan ngeyelku tentang CoC aku mendapat teguran dari WBS nya… 😀

Tunggu kelanjutannya ya….

#CoC #Resign_dari_komunitas_IIP #Merdeka #true_story #Institut_Ibu_Profesional #Komunitas

sumber :

**diskusi WA Group Kelas Bunsay#2 Bogor dan WA Group IIP Bogor

 

 

 

 

 

 

Bangun Ruang di sekitar kita

Belajar bangun ruang atau Geometri selalu membuat orang orangtua berpikir bahwa mengajari anak begitu sulitnya. Padahal jika ditelaah, untuk mencari bangun ruang disekitar kita tidaklah sulit. Didalam rumah misalnya, ketika anak anak sedang duduk di ruang tengah mereka kuajak untuk berpikir dan berdiskusi sedikit mengenai bangun ruang sambil bercerita. Dan bermain teka teki yang disukai anak anak. Tujuan pembelajaran ini agar mereka tahu banyak hal mengenai banyak hal mengenai ruangan tamunya.

Kali ini kami bermain tentang menebak semua benda yang berbentuk persegi panjang dirumah. Anak anak terlihat gembira. Mereka menyebutkan satu persatu benda yang berbentuk persegi panjang di rumah. Pintu, jendela, rak buku, alas meja, lemari, whiteboard, lego, buku gambar dst. Berikutnya benda yang berbentuk bundar, seperti bola atau tabung seperti gelas, botol dst.

 

#belajar_dirumah #bangun_ruang #geometri #matematika

 

Bertumbuh Bersama Alam

Dalam banyak hal, alam akan mengajari kita. Bagaimana menaturasi perasaan kita, mengedukasi, memberi sensasi dan mengajak kita berbagi. Pada dasarnya secara alami pun kita sudah belajar itu dari kita mulai lahir dan mulai berjalan menjelajahi sekitar rumah kita, maka kita belajar dari alam. Alamlah yang mengajari kita secara langsung maupun tidak langsung.

Ingatkah kita pertama kali kita bisa melihat ? kita diajak berjalan jalan disekitar rumah kita. Mengenali alam disekitarnya. Atau ingatkah kita, ketika kita diajarkan bicara? apa yang terlintas didepan kitalah yang disebutkan. entah kupu kupu, cicak, atau juga nyamuk dan bunga bunga ketika kita berjalan jalan diluar. Semuanya mengajarkan kita pada kearifan alam kita.

Anak anak usia balita hingga usia menjelang remaja, memiliki waktu yang baik untuk belajar pada alam dan sekitarnya.

Kegiatan apa saja yang bisa menumbuhkan minat dan bakat anak ketika berada di alam..? ternyata banyak ya..:-D

  1. tracking  yaitu berjalan jalan di sekitar rumah dulu, berjalan dari rumah menuju sekolah misalnya. Atau berjalan dari rumah menuju ke tempat renang atau tempat bermain. Tentu saja sangat seru. Dan bisa dilakukan di hari libur. Kegiatan ini memancing anak untuk ingin tahu tentang keadaan disekitarnya.
  2. drawing nature atau kegiatan yang kami sebut dengan menggambar. Apa saja boleh digambar disana. Baik tentang alamnya maupun tentang hewan dan serangga disekitarnya. Dan lihatlah, mereka menggambar apa saja yang terlintas dibenak mereka, dan terlintas disekitar mereka.
  3. observasi atau kegiatan pengamatan. Anak anak melakukan kegiatan pengamatan sesaui dengan yang mereka inginkan. dan mereka bebas menentukan akan mengamati apa. Kemudian kita orangtua akan meluruskan dengan memberikan bacaan bacaan yang seusai dengan tema dan topiknya.
  4. menuliskan hasil pengamatan. anak anak akan menuliskan hasil pengamatannya di jurnal atau buku tulis yang mereka miliki. mendokumentasikan dan membacakannya pada kami orangtuanya.

Kegiatan kegiatan alam seperti ini akan membuat anak anak merasa nyaman pada dunianya dan mengenalkan mereka pada hal hal baik tentang alam yang mereka diami.

Matematika Penambahan di Taman

Anak anak hobby tracking. Hari ini kami berjalan jalan dan berkeliling taman yang kemarin kami lalui. Ada yang baru disana. Ada bunga yang berbeda warna yang tumbuh di pojok taman. Wah… bunga apa itu? Itu adalah bunga pukul 4, bentuknya seperti terompet dan berwarna putih, merah, kuning dan beberapa yang berkombinasi. Memiliki biji berwarna hitam. Dan jika dihisap pangkal bunganya terasa manis.

Warna Kemarin Hari ini
Merah 8 13
Kuning 4 12
Putih 2 8
Ungu 7 10

Anak anak menghitung mulai berdasarkan jenis dulu, lalu mereka membahas penambahannya setiap hari dan itu seru sekali. Anak anak senang melakukan experimen ini. dan terus melakukannya setiap kita tracking. Ada penambahan bunga dan pasti ada pengurangan bunga yang lain karena layu atau kering dan mati atau dipetik oleh orang orang. matematika begitu sederhana jika kita mampu mengahjarkan konsepnya. Dan itu memang ada disekitar kita