Hari ke 3 proyek perpustakaan

Seru sekali ternyata menyusun, mendata dan mengelompokkan buku buku di raknya. Anak anak sangat antusias. Mereka meletakkan buku buku dnegan penuh semangat. Dan bertanya tanya tentang buku itu. Dapat nya dimana, buku berisi tentang apa. capek atau tidak membacanya. Karena ternyata buku ibu tebal tebal dan besar. Sementara buku anak anak besar dan lebih tipis. Banyak warna dan gambar.

#day3 #level3 #My_Family_My_team #project #kuliah_bunsay_IIp #tantangan_10_hari

@Bunda Sayang @Ibu Profesional @IIP

Hari ke 2 Project perpustakaan

Hari ini adalah hari ke 2 kami menjalani proyek membereskan perpustakaan keluarga. Ada beberapa kendala disana. Mas andro tiba tiba sakit dan harus istirahat. Jadilah kita berempat sementara ini yang mengerjakan. Mulai mendata, mulai dengan mengumpulkan buku buku baik yang baru dan buku yang lama semua dikelompokkan lebih dahulu di pojokan dan di keranjang. Baru kemudian mulai disusun satu persatu.

Bapak segera mengambil alih komando, memberikan instruksi sambil mengerjakan pekerjaannya. Menyiapkan label buku.

‘yang ini diletakkan dimana pak?

‘di sana saja. disusun tingginya ya

‘kalau ini gimana pak?

‘ya nggak gimana gimana, disusun sementara diseelah kiri..

begitulah, semua mulai sibuk. Orion membersihkan rak buku sebelum di isi dan luna melepaskan buku buku dari plastiknya. Ibu selain ikutan juga mempersiapkan logistik untuk menunjang pekerjaan. Konsumsi, menyiapkan teh hangat dan juga cemilan malam. Pkerjaan belum selesai. Karena anak anak kecil sudah mengantuk. Jadilah dilanjutkan besok.

#day2 #Level3 #Kuliah_Bunsay_IIP #Project #tantangan_10_hari

@Bunda_Sayang @Ibu Profesional @IIP

 

Perpustakaan keluarga, disanalah semua ilmu bermula

Kami memiliki perpustakaan mini. Disana banyak sekali buku bacaan yang sudah kami kumpulkan sejak kuliah sampai memiliki Andro, Orion dan Luna. Bahkan sampa hari ini masih mengoleksi dan mencari banyak buku buku untuk perkembangan dan menambah bahan diskusi dengan anak anak.

Buku buku itu terdiri dari buku buku manajemen, ilmu komputer, buku cerita anak, pengetahuan umum dan pengetahuan populer serta beberapa ensiklopedia juga komik.

Project keluarga kami saat ini yang direncanakan adalah  merapikan dan mendata buku buku serta mengelompokkan ke tempat tempat yang seharusnya. Melabeli dan memberi nama serta menomorinya.

Menurut proposal yang diberikan oleh andro dan hasil diskusi, Project ini diperkirakan selesai dalam waktu 2 minggu jika dikerjakan terus menerus setiap hari seorang diri. Namun karena yang akan bekerja adalah semua anggota keluarga, maka diperkirakan selesai hanya dalam waktu 3 sampai 4 hari saja. Waktu memulai pekerjaan adalah dari hari Kamis, 10 Agustus – 13 Agustus 2017 pukul 18.00 – 20.00 wwib.

Para petugas yang dituliskan adalah

  1. Bapak bertugas menuliskan semua label dan mencetaknya untuk tiap buku yang terdaftar
  2. Ibu bertugas mendata buku buku dan mengelompokkan
  3. Andro bertugas meletakkan buku buku dan merapikan di rak sesuai tinggi dan kelompoknya
  4. Orion bertugas membersihkan rak dan merapikan
  5. Luna bertugas membantu orion membersihkan dan memindahkan buku buku agar terjangkau mas andro untuk dirapikan

#day1 #Level3 #My_Family_My_Team #Kuliah_Bunsay_IIP #Project #tantangan_10_hari

@Bunda Sayang @Ibu Profesional @IIP

Beraneka Rasa dan Warna Komunikasi Produktif

Dalam beberapa dan banyak hal, komunikasi yang sudah dijalankan dalam keluargaku memang tidak ‘text book‘ seperti tulisan di resume yang tertulis dan dibagikan di group IIP. Karena memang tidak sesempurna itu menjadi manusia, bahkan menjadi anggota keluarga dan berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain.

Namun pada intinya jelas, kami sudah menjalankannya. Dan komunikasi berjalan lancar, artinya semua bisa saling menerima pesan secara saling timbal balik. Dan bisa melaksanakan pesan atau amanat dari komunikasi yang terjalin dalam keluarga. Baik dengan anak anak maupun dengan orang dewasa / pasangan.

Indikatornya apa keberhasilan itu? indikatornya bahwa selain pesan dalam bentuk bahasa tubuh, kata kata maupun dalam bentuk tulisan terbaca dengan baik oleh masing masing anggota keluarga. Bisa hidup berdampingan, pengasuhan anak dalam berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan/ empati berjalan dengan baik dalam keluarga. Sehingga jarang sekali atau hampir tidak pernah terjadi missed communication dalam keluarga.

Perjalanan untuk saling berkomunikasi dengan aktif dan baik itu memang berliku, dengan proses yang panjang. Dan dengan sesadar sadarnya bahwa gaya komunikasi tiap keluarga bahkan tiap individu itu berbeda beda. Sehingga kami sekeluarga tetap meggunakan gaya lugas, terus terang/transparan, dengan kata kata yang sesuai.

Begitulah… setiap orang punya warna dalam gaya komunikasinya. Dan setiap keluarga juga memiliki gaya komunikasi yang unik. Namun pesan yang harus disampaikan bisa tetap tersampaikan dengan kata baik, dengan empati yang benar dan gaya tubuh / gesture yang sesuai.

 

#aliran_rasa

#kuliah_bunsay_IIP

#komunikasi_produktif

Memperhatikan Hal Kecil Orang Yang Kita Sayangi

Dalam keluarga kami, hal hal yang berkaitan dengan komunikasi produktif adalah bagaimana kami saling menghargai dan memperhatikan hal hal kecil yang dialami, dimiliki dan dihargai oleh tiap anggota keluarga. Hampir setiap hari kami bicara, kami bertemu dan akhirnya kami semua satu keluarga merasa ikatan dan kebutuhan akan satu sama lain menjadi sangat erat.

Misalnya ; ketika anak anak sedang asyik bermain dan mendapatkan sesuatu dari tante atau oleh oleh dari keluarga besar yang lain.

‘wah, orion habis ultah kadonya banyak…

‘iya, yuk kita lihat ini banyak banget.. pensil warna, ada handuk warna pink luna… ini untukmu saja, sambil mengulurkan hadiahnya

‘terimakasih kakak…

‘coba ini apa, wah.. mobil remote control, lho koq ada 2..? yang satu untukmu mas.. orion memberikan ke mas andronya.

begitulah.. atau ketika mas pulang sekolah,

‘Ori luna, suka beng beng nggak? tadi mas andro dikasih temen beng beng agak banyak..

‘mau mas..

‘aku juga mau  jawab luna.

mas andro membuka tas dan mengulurkan coklatnya dibagi. hal hal seperti itu membuat anak anak selalu akur satu sama lain.

Ketika aku pergi ke toko mainan anak, aku menemukan permainan baru ‘spinner’ lalu aku membeli nya untuk andro, orion, luna dan bapak. Karena aku tahu, bahwa bapaknya suka sekali bermain sama anak anak. Begitu sampai rumah, dibagikanlah.. Dan ibu mendapatkan kecupan sayang dari semuanya.

‘terimakasih bu…

begitulah.. keluarga adalah rumah kita yang utama.

#day17

#level1

#komunikasi_produktif

#kuliah_bunsay_IIP

#tantangan_10_hari

 

Sebuah Pertanggungjawaban

Ketika kita sudah melakukan tugas sesuai kewajiban kita dan menyelesaikannya , maka kita akan diminta pertanggungjawaban atas tugas kita. Demikian juga dengan pasangan hidup kita. Pertanggungjawaban dalam sebuah komitmen perkawinan adalah pertanggungjawaban atas tugas tugas/kewajiban yang harus dilakukan pasangan, baik sebagai suami dan istri maupun sebagai pengampu rumah tangga/orangtua kepada anak anaknya. Pertanggungjawaban bisa dalam bentuk evaluasi bersama dalam lingkungan keluarga.

Awal sekali kami melakukan evaluasi adalah bagaimana kami berdua mengevaluasi kinerja keluarga. Kewajiban sebagai seorang suami sebagai keluarga, dan istri sebagai pengelola rumah tangga. Dalam hal ini suami mencari nafkah sekaligus sebagai ayah dari anak anaknya. Demikian juga dengan istri yang sebagai pengelola rumah tangga sekaligus ibu dari anak anak.

Setelah mengevaluasi tugas kami masing masing dan saling mengkoreksi, kami melakukan evaluasi terhadap pola pengasuhan terhadap anak anak kami. Apa yang dibutuhkan anak anak, dan apa yang diinginkan oleh anak anak serta apa target kami berdua untuk mereka.

Kemudian mengevaluasi keseluruhan perjalanan kami mendampingi anak anak, cara yang kami terapkan masing masing. Buku buku dan bahan ajar maupun evaluasi terhadap lingkungan.

Evaluasi yang dilakukan kami berdua secara sadar harus dilakukan dengan jujur. Artinya saling menerima jika kami berdua memiliki perbedaan di beberapa tempat. Spot spot yang harus kami perbaiki. Biasanya karena kami berdua dari awal sudah sepakat untuk menggunakan logika benar dan tidak emosional. Maka evaluasi yang kami lakukan berjalan lancar. Dengan bayak sekali catatan catatan penting untuk dilakukan ke depan.

Begitulah cara kami berdua sebagai pasangan, mengelola keluarga kami.

#day16

#level1

#tantangan_10_hari

#komunikasi_produktif

#komunikasi_dengan_pasangan

#kuliah_bunsay_IIP

#I’m_responsible_for_my_communication_results

 

Mari Kita Bicara

Biasanya jika ingin membicarakan sesuatu, aku dan suamiku, bapaknya anak anak melakukan perjanjian dulu. Mengingat waktu yang sangat padat oleh pekerjaan. Atau akan dilakukan dihari libur, ketika kita semua berkumpul. Misalnya tentang keuangan rumah tangga, liburan maupun rencana pekerjaan di depan yang bakalannya nanti mengganggu aktifitas keluarga.

Seperti beberapa hari lalu,

‘sepertinya minggu depan aku bakal jalan ke jogja deh..

‘ohya, berapa lama? tanyaku sambil duduk didepannya.

‘ya, kalau kerjaan cepet paling 3 hari… sabtu sudah pulang ke rumah. kamu sama anak anak nggak apa apa kan..? tanyanya sambil melihatku.

‘nggak apa apa. baik baik aja.

‘seperti biasa ya… sorry, harus ninggalin rumah. katanya sambil memegang pipiku.

‘it’s ok. kamu baik baik juga ya disana..  kataku.

‘iya. aku juga minta bantuan nanti ke kamu. boleh..?

‘ya boleh. jawabku.

‘bantu nyusun pakaian aja. kemarin aku sudah ngeluarin pakaian dari lemari. entah apakah sudah tepat. biasanya ibu ibu lebih paham.. katanya.

‘yups. sip. nanti kubantu. ada lagikah yang harus disiapkan? kaos kaki, atau sikat gigi.?

‘sudah. tinggal nyiapin berkas aja. btw, terimakasih ya bantuannya..suamiku seperti biasa menepuk pipiku.

‘sama sama.. kalo masih butuh bantuanku, kabari ya.

‘ok. sip. ia mengacungkan jempolnya.

begitulah, komunikasi ala kami berdua. Bicara apa adanya, lugas. Saling memperhatikan dan menghargai.

#day15

#level1

#tantangan_10_hari

#komunikasi_produktif

#komunikasi_orang_dewasa_atau_pasangan

#kuliah_bunsay_IIP

#intensity_eye_contact