Menemukan Matematika di Rumah

Apa benar ? Yups. Seperti di awal cerita, matematika adalah ibu dari semua cabang ilmu. Dan kita akan menemukannya dimana mana. Bahkan dirumah kita. Orion dan Luna suka sekalu keluar masuk dalam rumah. Berlari dan kejar kejaran. Kira kira bisakah kita menghitung orang yang berlari? percepatan larinya dan seterusnya tanpa matematika? tentu saja tidak.

Dan aku mengajarkan pada mereka matematika dalam hidup sehari hari. Misalnya hari ini. Kita baru saja keluar dari rumah. Mau tahu apa yang dibicarakan ? Pintu dan Bentuk Rumah.

‘tutup pintunya or, lalu dikunci ya’  pesanku pada orion ketika kami akan keluar dan bermain agak jauh dari rumah.

‘siap…’

‘ini kuncinya bu..’

‘tadi ori perhatiin nggak? pintu rumah kita berbentuk apa?

‘persegi panjang’

‘lubang kuncinya?’

‘lingkaran’

‘rumah kita dari jauh atapnya berbentuk apa?’

‘segitiga’

‘jendela kita bagaimana?’

‘berbentuk persegi juga’

heheheh…. ternyata semua ada bentuknya ya..:-D saat itu kita sudah masuk ke pengajaran geometri. tata ruang dan bentuk dalam matematika. Lalu mulai belajar menghitung.  Mulai menghitung dengan penambahan, pengurangan dan perkalian. Dari mulai menghitung jumlah jendela dan menyebutkan bentuknya. Menyebutkan julahh pintu dan bentuknya, perabot rumah tangga. wah semua penuh dengan ide matematika. Berhitung dan melihat bentuk bangun ruang.

 

Advertisements

Pohon Literasi ; Mendiskusikan dan Menarasi

Tahap berikutnya pada pohon narasi adalah mendiskusikan dan menarasikan hasil bacaan pada forum keluarga. Karena ini hari sabtu, mas andro sedang mengerjakan worksop pemrogrammannya maka kami membuat acara menarasikan  bacaan dimalam hari. Kami berkumpul dan berbincang serta mendiskusikan hasil bacaan masing masing.

Diawali oleh adik luna dan kakak orion. Yang membaca tentang planet bumi. Dimana menurut orion, planet bumi itu sangat unik dna merupakan tempat tinggal kita, dimana semua hal yang kita kerjakan ada di bumi. Dan kemudian luna menceritakan kembali hasil yang dibacakan olehhh kakak kepadanya. Tentang usaha burung gagak yang mencari air, menemukan kendi yang airnya sedikit. dengan kecerdikannya gagak itu mengisi kendi dengan kerikil supaya paruhnya bis amencapai air dan meminumnya.

Sementara mas Andro sedang membaca filsafat modern dan filsafat yang dipahami oleh pemula. Karena bekerja menggunakan komputer maka andro juga membaca buku step by step make of jomla yang bias adigunakan untuk membuat website instant.

Jika anak anak membaca buku dengan baik, kemudian ibu dan bapak punya buku yang harus dinarasikan dan didiskusikan isinya bersama anak anak.

Kesimpulan akhir bukan dari hasil membacanya, namun kemampuan anak anak menarasikan atau menceritakan kembali bahasan bacaan yang tadi sudah dibaca untuk melatih kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik kepada orang lain

#day3 #gamelevel5 #Level5 #kuliah_bunsay_iip #tantangan_10_hari

Gaya belajar balita

Di usia balita hingga anak anak gaya belajar belum terfokus pada satu gaya. Hal itu dimungkinkan karena mereka sedang pada eksplorasi dan pengenalan kenyamanan pada gaya belajar mereka. Dan umumnya mereka menggunakan ketiganya.

Mengapa demikian ?

pada masa balita anak anak masih dengan konsep semau gue. Namun bisa diarahkan. Anak anak balita sudahh memiliki modal dasar gaya belajar ketika mereka sudah  mengenal dan terarah untuk melakukan sesuatu. Ada gaya belajar uang umum dilakukan balita adalah gaya auditory antara lain suka ngobrol, bicara sendiri / bubling. namun untuk anak yang lebih besar biasanya sudah mengarah pada gaya belajar visual. Karena mereka sudah mulai bereksplorasi dan mengenal huruf. misalnya suka sekali buku atau bacaan bergambar, mengingat dengan cara melihat di kertas. Atau lebih banyak bergerak atau bergaya kinestetik. Karena balita masih mengandalkan gerakan badan untuk mengekspresikan semua kegiatannya.

#day2 # Level4 #kuliah_bunsay_IIP #gaya_belajar_anak

Hari ke 3 proyek perpustakaan

Seru sekali ternyata menyusun, mendata dan mengelompokkan buku buku di raknya. Anak anak sangat antusias. Mereka meletakkan buku buku dnegan penuh semangat. Dan bertanya tanya tentang buku itu. Dapat nya dimana, buku berisi tentang apa. capek atau tidak membacanya. Karena ternyata buku ibu tebal tebal dan besar. Sementara buku anak anak besar dan lebih tipis. Banyak warna dan gambar.

#day3 #level3 #My_Family_My_team #project #kuliah_bunsay_IIp #tantangan_10_hari

@Bunda Sayang @Ibu Profesional @IIP

Kita bantu ibu yuk Lun…..

Jadwal setiap sabtu adalah melepas dan mengganti sprei, anak anak senang dengan kegiatan itu. Terutama Orion dan ia mengajak Luna untuk berama membantu, jadi mereka dengan senang hati berlomba melepas sarung bantal dan guling bersama.

‘ayo bantu ibu lun..’ Orion tiba tiba mengajak adiknya ketika melihatku dikamar sedang uprek mengganti sprei.

‘bantu apa ?’

‘bantu lepasin sarung bantal sama guling..’

‘aku nggak tahu caranya,’

‘tenang nanti kakak ajari…’

jadilah mereka berdua berhenti main malah membantu melepas sarung dan guling. Sementara aku mengganti sprei. Sambil mengganti sarung dan sprei, orion bertanya.

‘bu, kenapa sarung dan sprei nya harus di ganti?’

‘karena sudah kotor nak..’

‘aku lihat nggak kenapa napa bu…’ katanya sambil memegang sarung bantal

‘kelihatannya memang nggak kotor, padahal kotor lho. karena setelah seminggu kita pakai sudah banyak kotoran yang kecil kecil menempel disitu sehingga tidak kelihatan..’

‘oh gitu bu…’

‘iya. ‘

‘kotorannya itu apa sih?

‘maksudnya?

‘itu kotoran apa yang kecil kecil yang ibu bilang tadi..?

‘kotoran di sprei itu biasanya adalah debu dari baju kita, terus kulit mati dari badan kita selama seminggu. ya banyak juga…’

‘kulit mati itu apa bu,

‘kulit yang terkelupas setiap malam dari badan kita. termasuk daki…’

‘hhhiiii….. jorok ah..’

‘makanya harus dicuci semua sprei dans arung bantal minimal seminggu sekali..’

jelasku pada mereka.

‘kalau sudah lepas sarungnya kita bawa ke keranjang ya lun..’

‘siap’ luna menjawab kakaknya..

begitulah suasana kerjasama mereka berdua, seru dan menyenangkan

#day3

#level2

#Bunda_sayang_IIP

#melatih kemandirian

#tantangan_10_hari

cerita lain bisa dilihat di FB

FB Little white rabbits baby daycare dan FB My Kids My Homeschooling

 

 

 

 

Komunikasi Mudah dan Sederhana

Berbicara kepada anak anak dan menyampaikan maksud yang kita inginkan itu tidak mudah. Tidak semudah kita menyampaikan maksud kita kepada orang dewasa. Mengapa? karena anak anak belum memiliki kosa kata yang banyak, sebanyak milik orang dewasa. Selain itu juga anak anak belum memahami sepenuhnya apa yang kita maksudkan karena keterbatasan kosa kata itu. Itu berlaku untuk anak anak toddler, atau usia balita. Sementara untuk remaja kosa kata semakin banyak, dan butuh detil serta masuk akal untuk bisa dimengertinya.

Komunikasi anak anak balita dan remaja jelas berbeda. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Untuk anak anak balita biasanya aku lebih suka menggunakan bahasa mereka. Tertawa, bergulin bersama mereka ketika menanamkan pemahamanku tentang sesuatu.  Misalnya beberapa waktu yang lalu. anakku Orion usia menjelang 6 tahun dan Luna menjelang usia 4 tahun. Kalau mau bobok siang itu selalu susah. Ada saja alasannya untuk menghindar bobok siang.

‘ayo anak anak, yuk kita rapihkan mainannya. sebentar lagi bobok siang lho.

‘harus sekarang bu? masih seru nih mainnya. Orion menjawabku.

‘nanti setelah bobok siang, lanjutkan ya.

‘yah ibu, Luna adiknya juga ikutan bicara sambil memelas, karena masih pingin main.

aku menggandeng tangan mereka berdua. mendekat pada jam yang tergantung dirak buku di daycare.

‘Orion sudah bisa membaca kan ya.? tanyaku

‘iya bu, sambil nyengir.

‘coba baca dibawah jam itu ada jadwal.

‘jadwal daycare… katanya perlahan.

‘ok. dibawahnya…

‘nol tujuh tigapuluh, kegiatan anak persiapan dan bermain.

‘nol sembilan, mengerjakan worksheet dan bercerita..

‘lalu..? tanyaku

‘sebelas, makan siang

‘dua belas, tidur siang…

‘sudah, stop disitu.. kataku.

‘coba lihat, sekarang jam berapa? tanyaku lagi.

‘nggak tahu.

‘jarum pendek diangka berapa? tanyaku

‘mau angka dua belas bu,

‘jarum panjang diangka berapa?

‘angka sembilan bu…sambil ketawa.

‘berarti itu pukul sebelas lebih empat puluh lima meniit, atau jam dua belas kurang lima belas menit.. jelasku.

‘aku tahu, aku tahu bu.. sebentar lagi jam dua belas ya bu.. jawab orion

‘bener..lima belas menit lagi jam dua belas. kataku.

‘nah, sekarang waktunya membereskan mainan….

‘nanti jamm dua belas kita harus tidur siang. sambungnya..

‘iya.. wah, Orion keren. sudah bisa mengerti membaca jam pujiku.

‘ayo, gimana kalau kita merapikan mainan. terus bobok siang sama teman teman kecil yang lain.. jawabku.

dan mereka pun merapihkan mainan berdua.

‘luna, boneka itu ditaruh disitu.. kudengar orion menegur luna

‘cheiko, mobil di rak sini.. suara orion mengarahkan teman yang lain.

sebentar kulihat sudah rapi mainanya.

‘terimakasih anak anak.. sekarang, antri pipis dulu supaya nggak ngompol

mereka antri di depan kamar mandi dan bergantian pipis dibantu pengasuh yang lain.

‘yuk bobok siang, orion komandan hari ini ya..

‘tolong siapkan bantal untuk teman teman ya..terimakasih

‘ayo bobok ..

dan ritual bobok siang akhirnya dimulai. mereka bobok siang dengan damai.

begitulah, komunikasi modelku kepada anak anak. jelas berbeda ketika aku bicara kepada remajaku. yang tidak lagi menggunakan pesan pendek, namun menggunakan pengertian pengertian baku berbahasa untuk mencapai maksudku. pola komunikasi dengan diskusi ini sudah diterapkan dan berjalan terus dalam keluarga kecilku dan ku adopsi untuk berkomunikasi dengan anak anak di daycare ku.

#day3

#level1

#tantangan_10_hari

#komunikasi_produktif

#kuliah_bunsay_IIP

#KISS_keep_information_short_and_simple