Hari ke 2 Project perpustakaan

Hari ini adalah hari ke 2 kami menjalani proyek membereskan perpustakaan keluarga. Ada beberapa kendala disana. Mas andro tiba tiba sakit dan harus istirahat. Jadilah kita berempat sementara ini yang mengerjakan. Mulai mendata, mulai dengan mengumpulkan buku buku baik yang baru dan buku yang lama semua dikelompokkan lebih dahulu di pojokan dan di keranjang. Baru kemudian mulai disusun satu persatu.

Bapak segera mengambil alih komando, memberikan instruksi sambil mengerjakan pekerjaannya. Menyiapkan label buku.

‘yang ini diletakkan dimana pak?

‘di sana saja. disusun tingginya ya

‘kalau ini gimana pak?

‘ya nggak gimana gimana, disusun sementara diseelah kiri..

begitulah, semua mulai sibuk. Orion membersihkan rak buku sebelum di isi dan luna melepaskan buku buku dari plastiknya. Ibu selain ikutan juga mempersiapkan logistik untuk menunjang pekerjaan. Konsumsi, menyiapkan teh hangat dan juga cemilan malam. Pkerjaan belum selesai. Karena anak anak kecil sudah mengantuk. Jadilah dilanjutkan besok.

#day2 #Level3 #Kuliah_Bunsay_IIP #Project #tantangan_10_hari

@Bunda_Sayang @Ibu Profesional @IIP

 

Biar aku cuci sendiri bu….

Setiap hari ada jadwal mencuci piring untuk Orion di daycare. Sebagai sarana latihan untuknya. Dan ia dengan senang hati melakukannya, bahkan sepertinya senang dengan kegiatan tambahan tersebut. Menunggu dengan girang teman temannya setelah makan baru ia akan turun tangan mencuci piringnya semua.

Orion berusia 6 tahun, tanggung jawab yang sudah dikenakan padanya begitu banyak menurutku dibandingkan dengan anak anak seusianya. Namun kulihat ia santai dan antusias setiap ada kegiatan baru. Orion anak yang suka belajar dan dapat pengalaman baru. Itu sebabnya ia tidak mengeluh dan merasa itu sebuah tantangan. Ia gemar membantuku mengurus teman teman kecilnya di daycare. Membacakan cerita, menyusun buku, merapikan mainan bahkan ikut juga memasang karpet karpet yang sudah dicuci untuk dipasang kembali.

Proses melatih Orion tidak dengan ancaman, tapi dengan ajakan. Dan juga pengetahuan. Karena ia adalah anak yang kepo nya tinggi, maka ketika ia sedang penasarn akan satu hal itu langsung kupraktekkan. Contoh kecil mengapa sih koq kaca harus dibersihkan.

‘memang harus bu?’

‘lha iya harus dibersihkan, kalau kaca bersih kan melihat keluar jadi indah’

‘test dong bu, ‘

‘ya boleh aja. nih lap dan semprot semprotnya, biar kacanya makin bersih’

ketika ia melakukannya, burem tuh kaca.

‘lho koq tambah burem bu? bukannya bersih? ‘

‘tahu nggak? kacanya burem karena lap yang dipakai ori nggak bersih. atau bisa juga basah’

‘oh gitu..’

‘ok bu, aku ulang deh..’

‘sip’

nah kejadian yang sama dengan mencuci piring. suka sekali dia kalau cuciannya banyak. jadi seru katanya. karena cucian banyak berarti banyak yang makan dan berarti masakan ibu enak..

Begitulah anakku berlatih mandirinya.

#day2

#level2

#Bunda_sayang_IIP

#melatih_kemandirian

#tantangan_10_hari

cerita lainnya bisa dibaca di page FB

FB :Little White Rabbits Baby Day Care dan FB : My Kids My Homeschooling

Anakku Membuat Pilihan

Kami sekeluarga memiliki metode pengajaran, membebaskan anak anak pada pilihannya. Dan kami hanya mengikuti, membantu saja untuk hal yang mereka  butuhkan. Anakku yang pertama Andro, sudah memiliki pilihan untuk metoda belajarnya, pilihan akan sekolah yang diinginkan dan bahkan pilihan untuk pengaturan hidupnya.

Andro mulai dibebaskan memilih sejak usia sekolahnya sampai hari ini. Apapun akan didiskusikan kepada kami. Semuanya. Bahkan yang paling pribadi sekalipun. Karena pada prinsipnya, ia tahu bahwa bapak dan ibu pasti akan mendengarkannya dan memberikan pertimbangan logis untuknya.

Salah satu hal yang ku ingat adalah ketika ia baru lulus SM Sekolah Alam. Tiba tiba memanggil kami berdua aku dan bapaknya.

‘gimana le? tanya bapaknya

‘hehheheh…mau ngajak bapak sama ibu ngobrol.

‘oh gitu, aku ikut nimbrung

‘pak, bu. aku nggak mau sekolah lagi. andro sambil melihat kami berdua.

‘ya boleh saja, kata bapaknya.

‘tapi boleh nggak bapak dan ibu tahu alasannya? lanjut bapaknya lagi.

‘aku nggak tertarik aja ke sekolah kalau modelnya sekolah yang sama.

‘ ok. berarti kamu sudah punya gambaran apa yang akan kamu lakukan setelah tamat ini..? tanya bapaknya.

‘sudah pak. aku mau homeschooling saja.

‘serius? mau homeschooling? tanyaku

‘serius bu.

‘homeschooling itu berat lho le.. sudah kamu pikirkan baik baik? jadwalnya dan kesiapanmu? bapaknya menyahut.

‘sudah pak. siap dengan konsekuensinya.

‘baiklah, nanti kita bahas lagi ya..

pembicaraan terputus.. kami sama sama memikirkan apa yang baru saja dibicarakan..

Esoknya, ketika makan bareng kami seperti biasa bicara ngalor ngidul. Banyak yang dibicarakan. salah satunya adalah ujian nasional yang baru dilakukannya untuk tamat SM.

‘gimana ujianmu..? apakah ada kesulitan..? tanya bapaknya.

‘ya biasa pak. namanya ujian mah ya gitu..

‘nggak ada masalah atau ada masalah?

‘nggak ada, cuma besok ujian matematika..

‘oh…

‘btw, nimbrung ya, aku ikut bicara.

‘jadi mau homeschoolingnya ?

‘iya bu, jadi. aku mau ikut bu diena yang dulu kepala sekolah disekolahku. dengar dengar belaiau punya komnitasnya.

‘sudah dicek dan googling?

‘ternyata dekat tempatnya bu. minggu depan habis ujian mau survey kesana.

‘yang homeschooling dari sekolahmu cuma kamu?

‘nggak juga. ternyata ada beberapa teman yang ikut. dari sekolahku ada dua orang lagi selain aku.

‘programme apa aja le? tanya bapaknya.

‘40% belajar biasa, 60 % magang dan proyek pak bersama maestro.

‘oh gitu. nggak apa apa? kamu disana?

‘ nggak apa apa bu. boleh kan?

‘ya boleh aja. intinya bapak dan ibu hanya mengawalmu. sisanya tergantung dirimu sendiri, ‘ ku bilang begitu

‘iya bu, siap

‘aku bangga pada kalian berdua, bapak dan ibuku,’

‘terimakasih nak. jawabku.

‘jangan lupa, manajemen waktumu diperketat ya le..’karena sekolah sambil mengerjakan proyekan itu nggak gampang. pungkas bapaknya.

‘siap pak. nanti aku dibantu juga ya pak. proyekku rencananya tentang programming web kayak bapak.

‘ok. jawab bapaknya.

Jadilah akhirnya Andro ikut sekolah dengan label homeschooling di ABhome. Saat ini sudah masuk tahun ke 3 nya disana. Setiap tahun kami berdua berkumpul dan saling mengevaluasi apa yang dikerjakannya. Termasuk proyeknya. Dan aku bersyukur, target kami berdua untuk andro tercapai. Ia sudah mampu memanajemen waktunya sendiri. Bekerja dirumah dan pekerjaan disekolah.

Pekerjaan andro dirumah sebelum kesekolah adalah, memberi makan Kenzo anjing peliharaan kami. Kemudian mencuci piring, menyapu rumah dan mencuci pakaian serta menjemurnya. Pulang sekolah ia akan membereskan rumah, lalu memberi makan kenzo mencuci piring. Kami selalu berbagi tugas.

Dan sepanjang ini semua berjalan baik. Pekerjaannya di komunitas homeschooling, adalah membuat proyek proyek bertahap. Proyek pertamanya adalah membuat program database migrasi data. Kemudian membuat web programming untuk cerita game bersambungnya. Proyek selanjutnya adalah Workshop pemrogramman untuk pemula. Dan yang sedang digarapnya saat ini adalah proyek angkatannya yaitu membuat buku tahunan untuk sebuah sekolah.

Andro sudah merencanakan keuangan sendiri. Di usianya yang ke 13 tahun, ia sudah bisa mengelola sendiri uangnya tanpa meminta kepada kami. Ia mendapat jatah uang bulanan sebesar 500 ribu rupiah dan itu harus cukup untuk sebulan. Untuk transport, jajan dll. Bahkan ia mampu menabung untuk mengganti gadgetnya sendiri dengan uang tabungannya tanpa meminta pada kami.

Begitulah, ketika kita memberi kesempatan pada anak kita tentang sebuah pilihan. Mereka akan terus mencoba dan terus berkembang ketika kita membersamai mereka.

Membersamai anak anak bukan berarti harus ada disisinya 24 jam. Namun memberi kesempatan ia untuk berkembang, mempercayai langkahnya, dan mengawalnya hingga selesai.

#day2

#komunikasi_produktif

#kuliah_bunsay_IIP

#level1

#tantangan_10_hari

#memberi_pilihan