Pohon Literasi ; Komik Jepang dan Filasafat di dalamnya

Keluargaku suka sekali membaca komik. Terutama komik komik Jepang sebagai sarana rekreasi dan juga sebagai selingan bacaan. Beberapa komik sangat melekat di hati kami sekeluarga. Dari komik, kami belajar tentang filsafat hidup yang sarat makna. Warna warni kehhidupan dan juga sejarah sebuah bangsa. Mengapa? karena disana kita diajarkan untuk selalu bekerja keras untuk mencapai tujuan. Berpikir dengan logika dalam sebelum bertindak. Dan bukan menghafal.

Untuk komik anak anak disana diberikan pemahaman, bagaimana keragaman itu baik. Menghargai orang lain dan juga kekompakan dalam organisasi. Perhatikan saja, dari komik jadul macam Dragon Ball, Ninku, Mutsu dll. Para jagoan dikatakan sebagai orang orang yang dianggap bodoh oleh lingkungan namun tekun, berwelas asih dan juga setia kawan. Mau berbagi dan memahami orang lain dari lingkungan lingkungan yang berbeda.. Disadari atau tidak, anak anak yang membaca komik jepang atau suka anime memiliki visi dan misi yang panjang untuk kelangsungan hidupnya.

Dari komik juga kita belajar banyak sekali hal hal penting diluar bacaan bacaan formal. Bagaimana karakter orang orang, membaca situasi dan menguraikan serta merunutkan cerita macam komik detektif konan. Belajar aware dan hati hati terhadap lingkungan menjaga kebersihan belajar dari komik Theh Law of Ueki. atau belajar menyenangkan orang lain macam komik Doraemon. Atau tingkatan lain adalah bertahan hidup model Dragon ball dan seterusnya.

Komik pendidikan pun banyak juga. Macam komik komik korea Dingdong dan Pamannya atau komik Indonesia Sains Kuark. Disana pengetahhuan dijelaskan gamblang dan mudah. Dan tanpa menggurui.

 

Advertisements

Membuat Kurikulum Sesuai Gaya belajar

Karena ketiga anakku berbeda beda gaya belajarnya, maka otomatis untuk menyampaikan satu informasi harus menggunakan berbagai gaya. Dan itu sangat menarik dan menyenangkan. Karena membuatku berpikir lebih kreatif agar mereka bisa belajar dan mendapatkan informasi yang utuhh sesuai, dan nyaman untuk mereka.

Misalnya untuk andro, aku menyediakan berbagai macam literatur yang ingin ia butuhhkan, kemudian akan kukirim via email beserta beberapa catatannya. Sementara untuk Orion, aku akan menuliskan dan menggambarkan dikertas, kemuidan memintanya untuk menulis dan mengulangi sayang sama di tempat yang ia sukai. entahh diatas pohhon, atau di kasur, dimana saja. Dan adik Luna karena belum bisa memilih, dan masih membeo gaya belajarnya diberikan dalam bentuk lagu lagu yang dia suka sembari ada kata kata yang informatif yang bisa diserapnya.

Begitulah gaya belajar yang kuterjemahkan sebagi sebuah keistimewaan pada setiap anak. Yang membuat aku harus berpikir lebih kreatif.

#day17 #Level4 #kuliah_bunsay_IIP

Berkebun

Berkebun adalah proyek 2 mingguan yang dilakukan setiap bulan. Biasanya saat berkebun itu anak anak menanam atau hanya sekedar membersihkan gulma dari tanaman lainnyaatau rumput yang tinggi tinggi menghalagi pertumbuhan pohon.

Berkebun itu proyek bersama dalam keluarga. tugas tugasnyapun sudah jelas. Bapak akan memotong ranting yang sudah tua, membereskan daun kering,. Ibu menyiapkan konsumsi dan peralatan, anak anak menanam bibit dan membersihkan rumput. Seperti biasa yang paling antusias adalah Orion dan luna.

Mereka membawa ember, sendok semen untuk menggali tanah yang akan ditanami. Kali ini mereka menanam pohon pepaya california. Pepaya yang mungil namun manis dan enak.

#day17 #My_Family_my_team #bunda_sayang_iip #level3

@IIP @Bundasayang @ibu profesional

Penghargaan atas kemandirian anak

Biasanya setelah mereka membantu ibu, ada reward yang bisa diberikan untuk mereka.Dan mereka akand itawarkan beberapa bentuk reward atas keberhasilan mereka menjaga kontinuitas mereka berlatih. Reward itu bisa berupa jalan jalan ke kebun raya bogor ketika hari libur misalnya, atau tracking disekitaran rumah  pada hari minggu pagi atau juga berupa makanan kecil buatan ibu.

Bentuk apresiasi atau peghargaan sebenarnya tidak penting buat mereka. Tapi yang terpenting adalah rasa dihargai itu yang bisa membuat nyaman dan bisa meningkatkan kinerja mereka.

Bentuk apresiasi lainnya yang langsung kuberikan adalah ucapan terimakasih dan pelukan. Atau terkadang elusan dikepala mereka dan tepukan di pundak.

Setiap latihan kemandirian untuk mereka juga sangat ku hargai prosesnya. Itu merupakan apresiasi tersendiri untukku secara pribadi. Sehinga aku tidak merasa tertekan atas kegagalan atau ketidaksanggupan mereka ketika berlatih. Aku berusaha untuk selalu belajar memahami bahwa mereka berkembang. Bisa jadi memang mereka belum mampu disalah satu bagian, namun berhasil dibagian lain. “no body perfect’ itulah yang selalu kuingat jika mereka atau aku melakukan kesalahan atas pelatihan ddan penempaan diri ini. Akpun tidak sempurna. Dan selanjutnya aku tetap berlatih kemandirian dengan mereka. Namun dengan metode dan cara lain agar mereka tidak merasa disuruh atau dipaksa.

Begitulah sebagian latihan kemandirian yang dialami anak anakku. Banyak hal kupelajari dari setiap bentuk latihan, tentang emosional mereka, prilaku baik mereka dan juga tentang kedisiplinan mereka serta ketaatan mereka pada aturan yang sudah disepakati.

#day17

#Level2

#Bunda_Sayang_IIP

#Melatih_Kemandirian

#tantangan_10_hari

 

 

Memperhatikan Hal Kecil Orang Yang Kita Sayangi

Dalam keluarga kami, hal hal yang berkaitan dengan komunikasi produktif adalah bagaimana kami saling menghargai dan memperhatikan hal hal kecil yang dialami, dimiliki dan dihargai oleh tiap anggota keluarga. Hampir setiap hari kami bicara, kami bertemu dan akhirnya kami semua satu keluarga merasa ikatan dan kebutuhan akan satu sama lain menjadi sangat erat.

Misalnya ; ketika anak anak sedang asyik bermain dan mendapatkan sesuatu dari tante atau oleh oleh dari keluarga besar yang lain.

‘wah, orion habis ultah kadonya banyak…

‘iya, yuk kita lihat ini banyak banget.. pensil warna, ada handuk warna pink luna… ini untukmu saja, sambil mengulurkan hadiahnya

‘terimakasih kakak…

‘coba ini apa, wah.. mobil remote control, lho koq ada 2..? yang satu untukmu mas.. orion memberikan ke mas andronya.

begitulah.. atau ketika mas pulang sekolah,

‘Ori luna, suka beng beng nggak? tadi mas andro dikasih temen beng beng agak banyak..

‘mau mas..

‘aku juga mau¬† jawab luna.

mas andro membuka tas dan mengulurkan coklatnya dibagi. hal hal seperti itu membuat anak anak selalu akur satu sama lain.

Ketika aku pergi ke toko mainan anak, aku menemukan permainan baru ‘spinner’ lalu aku membeli nya untuk andro, orion, luna dan bapak. Karena aku tahu, bahwa bapaknya suka sekali bermain sama anak anak. Begitu sampai rumah, dibagikanlah.. Dan ibu mendapatkan kecupan sayang dari semuanya.

‘terimakasih bu…

begitulah.. keluarga adalah rumah kita yang utama.

#day17

#level1

#komunikasi_produktif

#kuliah_bunsay_IIP

#tantangan_10_hari