Pohon Literasi ; Membaca = Membuka diri akan hal baru

Hal hal baru dan hal hal yang baik berkaitan erat dengan suasana hati dan suasana mental kita. Membaca membuat mental dan jiwa kita terisi dengan baik. Suasana yang baik itu membuat kita semakin membuka diri dan membuka pemikiran akan hal hal yang baru yang berada diluar diri kita. Banyak hal baru yang bisa kita dapatkan dari membaca buku buku. Mendapatkan trik trik dan teknik teknik baru dari memasak misalnya atau teknik teknik lain yang membuka wawasan kita dan memicu timbulnya ide ide baru dalam berkarya dan bermasyarakat.

Kemudian berikutnya adalah meningkatnya kesadaran diri kita untuk tampil lebih baik. Berkata lebih baik dan lugas, menyampaikan pendapat dengan kosa kata yang kaya. Yang berbobot dan berisi.

Anak anak yang sejak dini diperkenalkan dengan buku buku bacaan yang bermutu akan sangat menikmati bukunya dan memiliki banyak kosa kata baru yang memungkinkannya untuk membuka cakrawala pemahaman yang luas akan perbedaan cara pandang yang dianutnya dan cara pandang yang dianut oleh orang lain. Ketika ia merasakan perbedaan maka ia akan juga memberikan pemahaman kepada orang bahwa berbeda itu membuat ia menjadi lebih baik dalam memahami orang lain.

#day16 #Level5 #Kuliah_bunsay_IIP #tantangan_10_hari

 

Advertisements

Hasil Pengamatan

Banyak sekali temuan menarik yang diambil dari pengamatan terhadap gaya belajar anak anakku. Terutama yang balita, Luna. Luna masih menggunakan gaya belajar yang belum tetap, karena masih dalam tahapan eksplorasi. Dan juga masih dalam tahapan pengembangan diri. Sementara terhadap Orion, gaya belajar sudah mulai terbentuk secara alami dan mengalami beberapa kali penyesuaian. Penyesuaian itu ternyata juga adalah bagian dari pengembangan diri dan adaptasi terhhadap lingkungan belajarnya.

Sementara andro yang besar, sudah tetap dengan gaya visual auditory. Dan itu sudah menetap. Ia banyak belajar dari melihat dan mendengarkan. Misal ia mendengar sebuahh lagu, maka saat itu ia mampu membidik nada dan memperdengarkannya dengan gitar tanpa melihat teks atau contekan yang lain. Selain itu, karena gaya belajar visual itu mengutamakan melihat, meraba dan menjalani secara nyata, maka andro memang seperti itu.

#day16 #level4 #kuliah_bunsay_IIP #Gaya Belajar Anak

 

Membuat Roti Isi

Proyek kesukaan yang sering dilakukan ialah membuat roti isi sosis yang bahannya adalah roti yang dipipihkan halus sebagai selimut dari isiannya yang berupa sosis, kentang kornet atau yang lainnya.

Biasanya, anak anak dan bapaknya yang mencari bahan ke minimarket terdekat. Dan kemudian kami mengolah berama sama sambil mengobrol tentang banyak hal. Mulai dari mana asal roti, membuat dari apa. Atau sosis mengapa berwarna merah, bukan hijau dan pertanyaan lain yang mungkin lucu. Dan menggemaskan macam, koq namaya tepung roti bukanroti dijadikan tepung?. dan seterusnya.

Bahannya sederhana, roti, sosis, keju, telur, tepung roti. Mula mula roti dipipihkan menggunakan botol, lalu diisi sosis yang diiris tipis memanjang, selipkan keju, lalu gulung roti untuk membungkus sosis dan kejunya. Eapatkan roti dengan cara ditekan tekan pinggiran atas dan bawahnya dan berbentik seperti bantal. masukkan dalam telur yang sudah di kocok supaya lebih rapat. lalu gulingkan dalam tepung roti agar merata. dan bagus hasilnya. masukkan freezer minimal 5 jam. Baru siap goreng. Sajikan menggunakan mayonaise atau saus saja. Hmm….nyummy..

Setiap proyek memberikan pemahaman bahwa anak anak dan kami orangtuanya bisa selalu mengobrol bersama. Da menceritakan apa saja tanpa beban.

#day16 # level 3 #my_family_my_team #project #bunda_sayang_iip

@bunda sayang @iip @ibu profesioanal

Mandiri berpikir dan bertindak

Kemandirian yang kulatihkan pada anak anak yang berikutnya adalah kemandirian berpikir dan bertindak. Yang artinya, anak anak belajar berpikir kreatif dengan jawaban yang benar benar keluar dari pemikirannya sendiri. Bertindak pun dengan landasan pemikiran yang jelas. Jadi bukan sekedar ikut ikutan.

Harapannya adalah bahwa anak anak nanti selain kreatif, juga memiliki landasan berpikir logika yang jelas. Baik dari segi pengetahuan umum maupun dari segi pengetahuan yang sedang fokus dipelajari sesuai minat dan bakatnya.

Kemandirian itu bermula dari membebaskan mereka membaca buku buku yang ada di perpustakaan dirumah, begitu mereka sudah mulai lancar membaca. Selain itu, membebaskan mereka menjelaskan dengan caranya sendiri apapun yang sudah mereak serap atau mereka baca dan lihat disekeliling. Kami orangtuanya menjelaskan ketika misalnya maksud dan tujuan kata kata belum pas. Biasanya mereka akan mejelaskan secara lisan apapun yang mereka pikirkan ketika kami berkumpul. Dan memang benar benar waktu itu anak anak juga dibebaskan untuk mengungkapkan apapun yang dirasakan minggu itu. Misalnya sedang kecewa karena tidak bisa naik sepeda, ya kita katakan memang naik sepeda itu nggak mudah. Karena belajar koordinasi antara kaki dan tangan juga mata dan anggota badan yang lain supaya seimbang. Anak anak mulanya memang abai, tapi kelamaan jadi terbiasa untuk menjelaskan dengan sejelas jelasnya menirukan kami orangtuanya. Komunikasi seperti ini juga yang berkontribusi untuk memuluskan konsep konsep kemandirian berpikir kepada mereka.

Tidak ada metode melatih kemandirian yang mudah dan langsung pas kepada setiap anak, terkadang metode kami untuk memandirikan anak anak ada yang kurang maka kami belajar kembali psikologi anak. dan meng observasi kembali perilaku anak anak. merunutkannya dan kemudian mengulang dengan metode yang berbeda.Disesuaikan dengan karakter anak anak yang juga unik dan berbeda.

Misalnya, metode melatih hidup mandiri untuk andro yang pendiam dan mikir panjang, berbeda dengan orion yang grapyak dan cepat bergerak tanpa berpikir panjang. Berbeda pula dengan Luna yang memperhatikan dulu, mengawasi baru bertindak. Semua metode itu kami catat dalam catatan kami orangtua. Sebagai bahan pengawasan dan evaluasi diri untuk memperbaiki kemandirian anak anak menjadi lebih baik dan sesuai target yang diharapkan.

#day16

#level2

#Bunda_sayang_IIP

#melatih_kemandirian

#tantangan_10_hari

Sebuah Pertanggungjawaban

Ketika kita sudah melakukan tugas sesuai kewajiban kita dan menyelesaikannya , maka kita akan diminta pertanggungjawaban atas tugas kita. Demikian juga dengan pasangan hidup kita. Pertanggungjawaban dalam sebuah komitmen perkawinan adalah pertanggungjawaban atas tugas tugas/kewajiban yang harus dilakukan pasangan, baik sebagai suami dan istri maupun sebagai pengampu rumah tangga/orangtua kepada anak anaknya. Pertanggungjawaban bisa dalam bentuk evaluasi bersama dalam lingkungan keluarga.

Awal sekali kami melakukan evaluasi adalah bagaimana kami berdua mengevaluasi kinerja keluarga. Kewajiban sebagai seorang suami sebagai keluarga, dan istri sebagai pengelola rumah tangga. Dalam hal ini suami mencari nafkah sekaligus sebagai ayah dari anak anaknya. Demikian juga dengan istri yang sebagai pengelola rumah tangga sekaligus ibu dari anak anak.

Setelah mengevaluasi tugas kami masing masing dan saling mengkoreksi, kami melakukan evaluasi terhadap pola pengasuhan terhadap anak anak kami. Apa yang dibutuhkan anak anak, dan apa yang diinginkan oleh anak anak serta apa target kami berdua untuk mereka.

Kemudian mengevaluasi keseluruhan perjalanan kami mendampingi anak anak, cara yang kami terapkan masing masing. Buku buku dan bahan ajar maupun evaluasi terhadap lingkungan.

Evaluasi yang dilakukan kami berdua secara sadar harus dilakukan dengan jujur. Artinya saling menerima jika kami berdua memiliki perbedaan di beberapa tempat. Spot spot yang harus kami perbaiki. Biasanya karena kami berdua dari awal sudah sepakat untuk menggunakan logika benar dan tidak emosional. Maka evaluasi yang kami lakukan berjalan lancar. Dengan bayak sekali catatan catatan penting untuk dilakukan ke depan.

Begitulah cara kami berdua sebagai pasangan, mengelola keluarga kami.

#day16

#level1

#tantangan_10_hari

#komunikasi_produktif

#komunikasi_dengan_pasangan

#kuliah_bunsay_IIP

#I’m_responsible_for_my_communication_results