Tata Tertib dalam Perjalanan

Proyek kami berikutnya adalah perjalanan/traveling ke semarang menggunakan kereta. Karena ibu punya tugas kesana. Anak anak sangat senang. mereka pcaking, prepare ke semarang. Bangun dan berangkat lebih pagi dari biasanya. Yang dipelajari anak anak adalah tata tertib di kereta. Tata tertib di stasiun dan tata tertib di ruang tunggu ketika menunggu kereta. Anak anak begitu antusias.

Yang pergi hari ini adalah ibu, mas andro, orion dan luna. Bapak akan menyusul kemudian karen amasih ada pekerjaan kemasyarakatan di rumah sebagai panitia 17an dan ada rapat di kantor tgl 18. Betapa serunya.

#day8 #My_Family_My_Project #Level3  #tantangan_10_hari #bunda_sayang_iip #traveling

@Bunda_Sayang @IIP @Ibu Profesional

Peta Tanah Air

Mumpung mau merayakan hari kemerdekaan Indonesia, maka kami membuat proyek sendiri menggunakan limbah kertas. Mulanya kertas dibuat bubur lalu diberi warna dan di tempel ke karton untuk membentuk pulau pulau yang ada di Indonesia. Dan ternyata sungguh diluar dugaan, peta berhasil dibuat. Selain sebagai bahan pembelajaran mengenal pulau pulau di Indonesia, anak anak juga belajar untuk menghargai barang barang yang ada disekitarnya. Khusus barang yang tidak terpakai.

Proyek ini kami namai Cinta Indonesia..

#day6 #Level3 #My_Family_My_Team #Project #Bunda_Sayang_IIP #tantangan_10_hari

@Bunda_sayang @Ibu Profesional @IIP

 

Prepare dan packing

Hiking dan kemping adalah kesukaan semua. Sekeluarga menyukainya. Karena hiking dan camping adalah salah satu agenda tiap liburan. Liburan kali ini kami akan camping di taman cibodas.

Maka banyak persiapan dan mempacking barang barang yang akand ibawa itu menjadi hal yang wajib.

Inilah daftar barang yang harus dibawa.

Pribadi

 

  1. Pakaian 3 stel  ( 1 set baju / celana lapang, 1 set baju tidur, cadangan)
  2. Jacket/ baju hangat
  3. Jas hujan / payung
  4. Obat pribadi, obat anti nyamuk
  5. Handuk sarung
  6. Matras
  7. Senter
  8. Kaos kaki / sarung tangan
  9. Sandal
  10. Sleeping bag
  11. Kompor
  12. Nesting
  13. Peralatan makan
  14. Peralatan masak
  15. Tenda
  16. P3K
  17. Bahan mentah untuk dimasak 2 hari
  18. Snack kelompok
  19. Kopi dan teh

Selanjutnya mari siap siap untuk beranngkat..

#day5 #Bunda_sayang_IIP #My_Family_My_team #Project #Tantangan_10_hari

@bunda_Sayang @IIP @Ibu_Profesional

hari ke 4 Done. Project Perpustakaan selesai.

Akhirnya proyek perpustakaan selesai. Anak anak merasa bangga. karena sudah berhasil menyelesaikan dan menerima tantangan itu kemarin. Banyak kendala dan hambatan dan juga banyak sekali pelajaran mengenai hal itu.. Tentang kebersamaa, tentang apa itu kendala. Dna emreka juga jadi belajar banyak hal untuk efisiensi waktu, menghargai anggota team dan belajar untuk tidak lekas mengeluhkan sesuatu yang tidak perlu. Agar pekerjaan segera berhasil dan dengan cepat bisa dilaksanakan. Begitulah.

Dan satu hal lagi, kami semakin kompak dan semakin mudah untuk berbicara, karena kami makin tahu apa yang menyebabkan dan daikibatkan oleh sebuah kegagalan. bBahkan oleh satu faktor kendala saja.

#day4

Melatih Kemandirian Melatih Kesabaran

Melatih kemandirian kepada anak anak penuh dengan muatan kesabaran ekstra. Mengapa tidak? karena ketika proses melatih kemandirian pada anak anak juga melatih kita mengendalikan emosi sebagai orangtua. Dan menyadarkan kita bahwa mereka masih anak anak sekaligus menyadarkan kita kelak mereka akan menjadi apa dan bagaimana tanpa kita. Melatih kemandirian anak anak juga melatih kita untuk lebih kreatif mencari metode yang tepat agar tujuan dan target kita menjadikan anak mandiri tercapai tanpa anak anak merasa dipaksa.

Melatih kemandirian anak juga melatih kita tetap fokus menjadi orangtua, mengenang masa lalu kita dan latar belakang kita agar anak anak tidak mengalami hal yang kita alami dimasa kanak kanak kita.

Metode dan cara cara melatih kemandirina anak hrus disesuaikan dengan karakter tiap anak. Tidak ada yang sama. Dan itu juga tergantung kesiapan anak ketika akan berlatih. Kita bisa menanyakannya secara tidak langsung ke anak. Dan ketika ada sinyal bahwa ia siap, maka siapkan saja. Selain itu, kita sebagai ornagtua juga harus menghargai proses berlatih itu sendiri yang kadang jatuh bangun dan juga kadang tidak konsisten dilakukan oleh anak anak. Tidak mengapa, karena anak anak sesuai fitrahnya tetaplah anak anak. Mereka terus bertumbuh, dan pasti pertumbuhannya akan baik jika kita menghargai prosesnya. Tidak ada yang instant ketika kita melatihkan kemandirian ke anak dan langsung bisa praktek secara kontinue anaknya. Sekali lagi semua butuh proses panjang seiring pertumbuhannya. Orangtua adalah fasilitator yang mendampingi anak, sebaiknya juga melatih kemandirian emosionalnya sendiri ketika mendapati anak anaknya belum mandiri sesuai harapan dan ekspektasi. Tidak apa. mari belajar bersabar dan menghargai proses perkembangan dan bertumbuhnya anak anak kita menjadi manusia yang lebih baik.

Hal itulah yang kurasakan sebagai pelatihan dan catatan penting ketika melatih anak anakku untuk mandiri. Baik secara pribadi maupun sebagi anggota keluarga dan masyarakat.

#Aliran_rasa

#Bunda_sayang_IIP

#Level2

#melatih_kemandirian

Penghargaan atas kemandirian anak

Biasanya setelah mereka membantu ibu, ada reward yang bisa diberikan untuk mereka.Dan mereka akand itawarkan beberapa bentuk reward atas keberhasilan mereka menjaga kontinuitas mereka berlatih. Reward itu bisa berupa jalan jalan ke kebun raya bogor ketika hari libur misalnya, atau tracking disekitaran rumah  pada hari minggu pagi atau juga berupa makanan kecil buatan ibu.

Bentuk apresiasi atau peghargaan sebenarnya tidak penting buat mereka. Tapi yang terpenting adalah rasa dihargai itu yang bisa membuat nyaman dan bisa meningkatkan kinerja mereka.

Bentuk apresiasi lainnya yang langsung kuberikan adalah ucapan terimakasih dan pelukan. Atau terkadang elusan dikepala mereka dan tepukan di pundak.

Setiap latihan kemandirian untuk mereka juga sangat ku hargai prosesnya. Itu merupakan apresiasi tersendiri untukku secara pribadi. Sehinga aku tidak merasa tertekan atas kegagalan atau ketidaksanggupan mereka ketika berlatih. Aku berusaha untuk selalu belajar memahami bahwa mereka berkembang. Bisa jadi memang mereka belum mampu disalah satu bagian, namun berhasil dibagian lain. “no body perfect’ itulah yang selalu kuingat jika mereka atau aku melakukan kesalahan atas pelatihan ddan penempaan diri ini. Akpun tidak sempurna. Dan selanjutnya aku tetap berlatih kemandirian dengan mereka. Namun dengan metode dan cara lain agar mereka tidak merasa disuruh atau dipaksa.

Begitulah sebagian latihan kemandirian yang dialami anak anakku. Banyak hal kupelajari dari setiap bentuk latihan, tentang emosional mereka, prilaku baik mereka dan juga tentang kedisiplinan mereka serta ketaatan mereka pada aturan yang sudah disepakati.

#day17

#Level2

#Bunda_Sayang_IIP

#Melatih_Kemandirian

#tantangan_10_hari